KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)

KEEP THE FAITH (Percaya Pada Allah)
Makan malam


__ADS_3

Farhan's


I smiled like idiot whenever i thinking about you !


"Aku ingin punya anak !" ucapan Nia tadi pagi benar-benar menbuatku gila, bagaimana mungkin ia mengatakannya dengan ekspresi seperti haha manis sekalai aku jadi merindukannya. Meskipun aku tahu sebenarnya ia mengatakannya karena hanya ingin membuatku senang. Aku tahu dia masih belum siap, tapi mau gimana lagi sebentar lagi umurku 30 tahun, sudah waktunya jadi ayah kan, ahh membayangkan gadis kecil yang mirip dengan Nia memanggilku dengan sebutan papa pasti manis sekali. Maaf untuk saat ini aku ingin menjadi egois tidak memikirkan siapapun tapi diriku sendiri. Ahh apa yang Nia lakukan ya ?


Aku mengirim sms untuknya. "Bagaimana harimu, menyenangkan semua baik-baik saja kan ?"


Tring* yes dia membalas "Semua orang menatapku, aku merasa tidak nyaman" aku ingin tertawa tapi juga merasa bersalah pasti memang terlihat aneh memakai pakaian seperti itu.


"Hehe tapi apa yang bisa mereka lihat ? tapi kalau kamu nggak nyaman jangan memaksakan diri !"


Tring* "Aku baik-baik saja, baru hari pertama nggak boleh nyerah dong. hehe i miss u 😘" Ahh manis sekali Nia kamu selalu bisa membuatku sesenang ini.


"Aku tidak sabar untuk nanti malam !"


Tring* "Ada apa nanti malam ?" hah dasar apakah dia lupa, ah pasti dia pura-pura lupa.


"Tentu saja membuat little Nia"


Tring* "Haha kamu membuatku takut!"


"Apa yang kamu takut kan My Queen"


Tring* "Nanti kamu akan memakanku kan ?", Nia kamu benar-benar ingin menggodaku sekarang?


"Kamu sangat manis, apa yang harus aku lakukan selain memakanmu. Nanti aku jemput ya, sms jam berapa kamu pulang"


Tring* "Ok nanti aku kabari, bye bye darling, aku masih harus belajar"


"Hey cium aku dulu !"


Tring* "Haha muachh, sabar ya !"


Hanya sms seperti ini saja sudah membuatku bahagia, apakah setiap pasangan juga merasakan hal seperti ini ?


"Tok tok" Anton mengetuk pintu dan aku menyuruhnya untu masuk.


"Ada apa ?" tanyaku


"Itu, Pak Fajar dari FK grup, mengundang kamu buat makan malam dia bilang ajak istrimu juga"


"Kenapa tumben, bukannya dia sibuk sekali"


"Dia bilang, ingin menanyakan suatu perihal tentang pembangunan srkolah baru.


"Apakah ada masalah ?" tanyaku heran


"Aku juga tidak tahu, berhati-hatilah karena kalau beruuras dengan perusahaan dia semuannya harus sempurna kan"

__ADS_1


"Iya aku tahu, nanti aku akan jemput Nia"


"Ehem ngomong-ngomong sepertinya hari ini kamu bahagia sekali, apakah ada berita bagus ? kamu sudah mau jadi ayah ya ?" dia senyum-senyum ingin menggodaku, tapi kenapa wajahku menjadi panas, ah aku malu.


"Kamu ini ngomong apa nggak ada kerjaan lain ya ? mau aku beri kerjaan lebih"


"Ayolah bos kita kan teman, kalau soal beginian aku adalah seniornya kan, kamu bisa tanya apapun padaku hehe. Oh iya istriku mungkin akhir bulan ini akan melahirkan, bos kalau boleh beri aku cuti ya ?" ucapnya memohon.


"Ah mau minta cuti kenapa nggak ngomong dari tadi, berapa lama satu minggu ?"


"Apa ayo lah bos, istriku pasti kesusahan kalau aku nggak di rumah 2 bulan ok !" ucapnya memohon.


"Nggak boleh, satu bulan saja" ucapku cuek, sebenarnya aku juga cemburu kenapa dia harus punya anak duluan, ah bodohnya kenapa aku jadi kekanakan seperti ini.


"Baiklah satu bulan, tapi bos aku cuti tapi tetap dapat gaji kan ?" tanyanya lagi.


"Kamu terlalu banyak maunya ya ?" tapi melihat wajahnya yang memelas tidak tega juga "Ok nanti aku kasih bonus juga"


"Wah gitu dong bro! gue doain lo cepet-cepet nyusul deh " Jawab Anton senang sambil menepuk-nepuk pundakku.


"Udah cepat keluar, sebelum aku berubah pikiran !"


"Ok thank u bos " Antonpun keluar dengan senyum lebar diwajahnya. Haha dasar dia jadi bodoh karena cinta. (Gak sadar dirinya sendiri juga sama hehe).


Aku menjemput Nia, aku melihatnya sudah duduk di kursi tempat biasa aku menjemputnya, aku tersenyum melihatnya dia hanya diam dan menunggu. Ia berlari mendekat kemobil setelah melihatku.


"Mas kamu bilang kita akan makan malam sama pemilik FK grup kan ?" Tanya Nia antusias.


"Aku sering melihatnya di TV ia sangat dermawan kan, selalu menolong orang-orang susah apalagi anak yatim piatu dan anak kurang mampu" Aku hanya diam mendengarkan Nia terlihat sangat antusias ketika membicarakannya. "Sebenarnya karena namanya sama seperti nama ayahku, terkadang aku berfikir seandainya ia adalah ayahku, pada orang lain saja ia baik apalagi pada keluarganya sendiri, dia juga masih terlihat tampan meskipun sudah tua ahh bagaimana ini aku benar-benar akan bertemu dengannya apakah aku boleh meminta tanda tangan ?"


"Minta saja kalau istrinya nggak marah" ucapku cuek.


"Dia sama istrinya juga? wah aku akan bertemu dengan Nyonya Destiana juga, yey aku akan meminta tanda tangan padanya juga" ia tersenyum senang.


"Hey apakah ini mode fans girlmu ? kalau kamu membicarakan cowok korea juga sehisteris ini ?" ucapku mengejeknya.


"Kamu cemburu ya ? lagi pula aku tidak pernah membicarakan cowok korea tuh, karena membicarakanmu lebih seru hehe"


Blush, pipiku pasti memerah sekarang, kenapa aku begitu senang mendengar ucapannya. "Kamu membicarakanku kenapa ?"


"Hehe ada deh, ngomong-ngomong kamu ada hubungan apa dengan Pak Fajar ?"


"Kita bekerja sama untuk membangun sekolahan itu"


"Jadi kamu juga ikut donasi juga?" tanyanya ah matanya terlihat berbinar aku malu kalau bilang tidak ikut donasi.


"Tentu saja aku ikut, perusahaan kita lah yang akan menjalankan pembangunan itu"


"Serius wah suamiku keren sekali !" ia tersenyum menatapku. Akupun ikut tersenyum dengan sikapnya. Ia melingakarkan tanganya dilenganku dan bersandar disana .

__ADS_1


Kami sudah sampai disebuah restoran, ternyata Pak Fajar sudah menunggu bersama keluarganya. Kamipun bersalaman aku terkejut karena melihat cowok yang bersama Nia di ruang seni dulu. Ah membuatku mengingat kenangan lama, tiba-tiba saja aku ingin bersikap mesrah dihadapan mereka.


Aku melingkarkan tanganku dipinggul Nia. "Pak Fajar perkenalkan ini istriku Nia" merekapun berjabat tangan sepertinya mereka juga heran dengan penampilan Nia hehe, tapi untuk menghormati mereka aku menyuruh Nia untuk membuka cadarnya.


Kami mulai untuk makan malam, dengan ngobrol riang membicarakan tentang bisnis dan keluarga masing-masing. Ternyata namanya teman Nia adalah Ardan dan dia adalah salah satu anak dari Pak Fajar.


Kami sudah selesai makan, harusnya sih ini waktunya untuk pulang tapi kenapa semua diam apakah aku yang harus pamit duluan?


"Begini Pak Farhan, ehem tapi sepertinya kamu masih mudahkan bolehkah aku memanggilmu Farhan" Ucap Pak Fajar memulai pembicaraan lagi.


"Tentu saja pak, tidak perlu sungkan" jawabku ramah. Wajah Pak Fajar sepertinya berubah menjadi serius.


"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya katakan" Ia menatapku kemudaian menatap Nia, Nia hanya tersenyum membalasnya. "Sebenarnya sebelum saya menikah dengan istriku ini, saya juga pernah menikah dengan wanita bernama Alia Rahma"


Deg! bukankah itu nama ibu Nia akupun menatap istriku ia diam saja.


Pak Fajar melanjutkan ucapannya. "Saya kurang beruntung, Istri saya meninggal setelah melahirkan anak kami, kami memiliki seorang bayi perempuan karena dulu saya merasa tidak mampu merawatnya seorang diri jadi saya titipkan ia ke orangtua istri saya, karena orang tua saya sendiri juga sudah membuang saya, ia tidak akan mau menerima bayi itu. Karena saya merasa gagal sebagai seorang ayah, saya tidak berani untuk mengunjunginya, perasaan bersalah selalu ada tapi tetap saja hingga ia tumbuh dewasa saya tidak berani menghadapi kenyataan saya tidak berani untuk menatapnya, tapi sekarang saya rasa saya harus minta maaf". Pak Fajar menatap Nia, tapi Nia masih menunduk entah apa yang dipikirkannya. "Saya tidak pernah tahu dia tumbuh menjadi seperti apa , tapi ketika melihat pernikahan kalian, aku melihatnya istrimu benar-benar mirip dengan istriku jadi aku mulai mencari tahu, tenyata benar Nia kamu adalah anakku nak, maaf kan papa ya!" Pak Fajar mulai menangis tapi Nia hanya diam tanpa ekspresi.


"Maaf Pak Fajar, saya juga tidak tahu ada masalah apa dengan kalian, tapi sepertinya istriku kurang sehat sekarang bisakah dibicarakan lain waktu" ucapku merasa tidak enak.


Nia menatapku lalu menatap Pak Farhan "Tidak aku benar-benar sehat kok, maaf sepertinya anda salah orang, kedua orang tuaku meninggal saat aku lahir, jadi itu tidak mungkin kalau sekarang saya punya ayah"


Aku menatapnya tidak percaya apa yang Nia lakukan sekarang.


"Nia aku sudah mencaritahu asal usulmu, maaf kan papa kamu adalah anak papa sayang, memang salah papa karena tidak pernah merawatmu, karena meninggalkanmu tapi .."


"Cukup, sepertinya anda salah orang, saya ada keperluan lain permisi!" Nia berdiri dan berjalan keluar.


Aku tidak bisa menghentikannya maka akupun berpamitan juga "Maaf, sepertinya istri saya sangat terkejut tolong jangan dimasukkan kehati"


"Ini memang salahku, tolong jaga dia ya" ucap Pak Fajar air matanya masih terus mengalir.


"Tentu, permisi" Akupun segera berlari mengejar istriku.


Nia sudah berdiri di depan mobil, akupun membukakan pintu untuknya. Kami hanya diam sepanjang perjalanan.


Dikamar Nia berbaring menungguku mandi, aku keluar kamar dan duduk disampingnya membelai rambutnya lembut. "Sayang kamu baik-baik saja ?"


Nia tersenyum dan duduk "Tentu saja" Ia mencium bibirku dalam, tapi aku bisa merasakan kesedihannya. Akupun menghentikannya.


"Apakah dia benar ayahmu?"


"Tentu saja bukan sudah kubilang ayahku sudah meninggal" ucapnya sambil membelai rambutku, apakah ia ingin aku tidak membicarakan hal ini.


"Kalau ada apa-apa kamu harus cerita padaku, mengerti!" aku masih khawatir melihatnya seperti ini aku lebih baik melihatnya menangis.


"Aku ingin punya anak, ayo kita mulai!" ucapnya berbisik, ia tersenyum berusaha terlihat baik-baik saja lalu kembali menciumku. Aku tidak bisa melakukan apupun aku hanya melakukan apa yang ia inginkan. Mungkin dengan cara ini aku bisa menghiburnya, atau mungkin malah dia yang berusaha menghiburku.


Setelah kami selesai ia tertidur lelap, aku membelainya lembut, mengecup keningnya kemudian memeluknya berusaha membuatnya nyaman. Nia sebenarnya apa yang kamu pikirkan.

__ADS_1


I fell going to cry !! hiks hiks


__ADS_2