
Seroja menyingkirkan barang-barang di depan pintu dengan mengibaskan tangannya sekali lalu pintu terbuka lebar. Seruya bermata merah masuk kedalam dengan senyuman yang menyeramkan.
"Dia kenapa?" Andrea bangkit lalu sembunyi di belakang Seroja.
"Dia daridulu sudah terkontaminasi oleh ibunya." Seroja memandang rendah Seruya, "berani sekali datang ke istanaku!"
Seruya memiringkan kepalanya dan menyeringai. "Istana?"
"Sia-sia saja bicara dengan dirinya." Seroja mengangkat tangan kirinya, "Andrea! Tutup matamu!"
Andrea menuruti perintah Seroja dan menggenggam erat selendang Seroja, terdengar suara teriakan yang memekakakn telinga setelah suara itu mulai menghilang, perlahan Andrea membuka matanya. Ia melihat Seruya tidak bergerak di lantai.
"Se... seroja..."
"Biarkan dia, sebentar lagi para dayang akan tiba. Dia akan dibuang jauh darisini." Seroja mengangkat dagunya dan menatap dingin anak kecil di depannya. "Meskipun dia adik tiri, tetap saja ibunya seorang iblis... berusaha menggulingkan saya dari istana."
"Tapi dia terlihat ketakutan dan mengulangi perkataan yang sama seperti kata maaf dan jangan mendekat."
Seroja mendengus kasar. "Abaikan saja dia, sekarang ikuti saya."
Andrea mengikuti Seroja keluar dari istana, "kenapa kita malah keluar?"
"Meskipun ada banyak pasukan yang melindungi istana ini tetap saja mereka akan menyerang kita bahkan menghasut bawahan saya." Seroja naik kereta kencana berwarna emas setelah menolong Andrea menaikinya. "Tempat ini sudah tidak aman lagi untuk anda."
"Eh?"
"Fakta raja jin itu masih hidup tidak dapat dipungkiri, kita harus lari sejauh mungkin untuk mengurangi korban di pihak kita terutama teman anda."
"Temanku? Aya?" seru Andrea tidak percaya, ia merasakan kereta kencana sudah mulai jalan. "Bukankah Aya sudah kembali ke dunia manusia? Kenapa malah terlibat dengan dunia gaib?"
"Itu karena kesalahan saya, maafkan saya."
"Tidak, tidak aku tidak menyalahkanmu Seroja, aku hanya ingin tahu kenapa Aya terlibat lagi padahal dia sudah kembali ke rumahnya."
Seroja menghela napas. "Raja jin itu sudah mulai menyerang dunia manusia, ia marah karena kalah lagi bahkan hampir keseluruhan pasukannya tidak ada, istana juga diruntuhkan."
Andrea menahan napas mendengar penjelasan Seroja.
"Ini gara-gara ayah kamu mengambil keris itu."
"Memangnya kenapa dengan keris itu? itukan yang ada mr. Gendekan?"
__ADS_1
"Tidak ada yang dapat mengendalikan genderuwo yang ada di dalam keris itu Andrea, yang berharga bukan bendanyamelainkan isinya, makanya dari awal saya sudah menyarankan untuk menghancurkan keris itu selagi bisa."
"Lalu keris itu dimana?"
Seroja menggeleng anggun, "terakhir dibawa Jonathan setelah itu tidak ada yang mengetahuinya lagi."
Andrea menundukan kepalanya dengan lemas. "Andaikan saja kami menghancurkan keris itu dari awal."
"Mungkin Jonathan tidak ingin menghancurkan keris itu karena tidak ingin terjadi sesuatu dengan ayahmu, Andrea."
"Memangnya kenapa dengan ayah kandungku?"
"Sebelumnya, dimana anda menemukan keris itu?"
Andrea berusaha mengingatnya, "kalau tidak salah ada di dalam tas berisi tumpukan keris, waktu mengambil juga rasanya gatal sekali di tangan aku."
"Itu karena keris itu meminta sesajen, karena ayah anda sudah tidak sanggup memberikannya lagi maka ia menuntut pada anaknya yaitu anda."
"Kenapa aku? Akukan masih punya dua kakak lainnya dari pernikahan sebelumnya orang itu."
"Memang benar Andrea, tapi hanya kamu dan adikmu yang memiliki kekuatan gaib besar karena keturunan ibumu, yang sayangnya adikmu jelas-jelas menolaknya."
"Adikku menolak?"
"Itu sebabnya mereka tidak bisa menyerang Andre?"
"ya, Jonathan pernah mengatakannya bukan mengenai perlindungan cucu perempuan pertama?"
"Iya." Angguk Andrea.
"Alasan mengapa cucu perempuan mendapatkan perlindungan karena sejarah masa lalu, dahulu sekali nenek moyang anda selalu memiliki keturunan perempuan untuk anak pertama dan karena mereka sangat cantik maka banyak sekali yang berusaha mengejar nenek moyang anda bahkan rela membunuh nenek moyang dan keluarganya ataupun menghancurkan kerajaan... itu sebabnya diadakan ritual perlindungan anak perempuan pertama di keluarga anda secara tidak langsung dan itulah sebabnya kenapa adik anda terbebas dari hal ini."
Andrea menutup mulut dengan kedua tangannya, baru kali ini ia mendengar sejarah keluarganya. "Itu berarti keluargaku keturunan kerajaan?"
"Murni, darah murni. Hanya saja banyak keturunan yang menikah dengan rakyat biasa, hal ini menimbulkan polemic sehingga dibuatlah peraturan." Seroja berhenti sebentar, "setiap garis keturunan pertama itu merupakan anak berdarah murni. Intinya, siapapun anak perempuan pertama yang saya lindungi... dialah anak berdarah murni."
"Berarti itu aku dong?" Andrea menunjuk dirinya sendiri.
"Benar." Angguk Seroja, "semuanya sangat berkaitan, terutama jika mereka berhasil mendapatkan anda... maka mereka akan berhasil menguasai kerajaan kami, mengingat saya adalah bawahan anda."
Andrea mulai paham apa yang dimaksud Seroja. "Berarti yang mereka inginkan bukan hanya rohku tapi juga kekuasaan dan garis darahku... jika mereka bisa mendapatkanku, entah bagaimana caranya aku akan melahirkan garis keturunan pertama dengan kamu sebagai pelindungnya... setelah itu aku sudah tidak dibutuhkan lagi."
__ADS_1
"Tepat."
Andrea bersandar di kursi, "menyebalkan... hal ini gara-gara laki-laki tua itu, demi dirinya sendiri ia bahkan berusaha menghancurkan diriku."
"Jika anda ingin memerintahkan saya untuk membunuh ayah kandung anda, dengan senang hati saya akan melakukannya." Seroja membungkuk hormat dalam keadaan duduk.
"Tidak perlu... kita tidak perlu repot-repot menghancurkannya, biar dia hancur sendiri. Kita focus masalah yang sekarang saja."
"Satu-satunya cara adalah mengambil keris itu."
"Bagaimana caranya?"
"Kita pergi ke jurang tempat anda dan Jonathan menjatuhkan diri."
Kedua mata Andrea mengerjap.
"Mau tidak mau kita harus melawan raja karena kita tidak dapat menemukannya dengan mudah kita cari keris itu terlebih dahulu."
"Apa mereka tidak akan mengikuti kita?"
"Tidak akan bisa, kecuali raja mereka bisa mengikuti kita."
Andrea bergidik ngeri. Mereka akan berhadapan langsung dengan sang raja. "Seandainya aku menolak melakukan ini semua apakah orang itu akan tetap mengincarku? Aku pernah dengar mengenai kutukan bisa dilewati jika kita berpindah pulau."
"Memang benar hal itu, lautan sendiri tidak bisa dimiliki siapapun maka dari itu semua kutukan maupun kejaran bisa musnah di laut... tapi jika anda melarikan diri begitu saja bagaimana dengan keluarga anda?"
"Mereka akan mengincar keluargaku?"
"Seperti yang saya bilang darah garis keturunan penguasa jauh menarik perhatian daripada roh manapun, mereka bisa dengan mudah mengalihkan mencari korban darah selanjutnya."
"Itu berarti mereka bisa mengincar saudara sepupuku dari pihak mama, dan jika saudara sepupuku ini melahirkan cicit perempuan pertama dari garis maka..." Andrea menoleh ke Seroja, "mau tidak mau kamu akan menjadi pelindungnya."
Seroja memalingkan wajahnya, "saya bisa mengantar anda ke luar pulau."
Andrea mengguncang lengan Seroja, "bagaimana dengan kamu? Kamu yang akan dalam bahaya."
Seroja memejamkan mata sebentar, "anda tidak perlu khawatir."
"Justru aku yang khawatir!" bentak Andrea, "aku akan menolong kalian! Aku tidak akan melarikan diri sampai kita menghancurkan raja itu!"
Seroja tersenyum lembut mendengar kalimat Andrea. "Terima kasih."
__ADS_1
_______________