Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Bab.21


__ADS_3

Teng teng teng


Bunyi bel berbunyi tanda istirahat,semua siswa berhamburan keluar kelas. Elisa dan Tini keluar dengan bergandengan tangan, tertawa dan bercanda bersama.


"Elisa, kamu tunggu ditempat biasa ya aku ketoilet dulu." Kata Tini terburu-terburu.


"Oke!" Elisa menunjukkan 2 jarinya tanda setuju.


Elisa seperti biasa jika istirahat, dia lebih suka duduk dibawah pohon rindang yang ada didepan sekolah. Jika teman-temannya berlari kekantin, Elisa hampir tak pernah pergi kekantin. Elisa hanya membawa bekal air putih saja.


Farhan tau kebiasaan Elisa saat jam istirahat, pasti ada dibawah pohon. Farhanpun menghampiri Elisa.


"Eehem!" Farhan pura-pura batuk.


Elisa menoleh dan tersenyum pada Farhan.


"Boleh gak aku ikut duduk disini Elisa?" Farhan duduk disamping Elisa dengan jarak 1 meter.


"Boleh kak silahkan." Jawab Elisa lembut.


Tini dari toilet langsung kekantin untuk membeli kue untuk dia dan Elisa.


Farhan menatap Elisa yang sedang serius membaca buku. Sesekali Elisa meneguk air putihnya sebagai penawar rasa lapar dan dahaga, hanya air putih yang bisa dinikmati.


Farhan menatap sedih, sebegitu menderitanya gadis pujaannya itu, masa remajanya tak seindah anak yang lain. Sekolah tak pernah jajan, pulang sekolah harus banting tulang. Sungguh mulia dirimu Elisa. Hati Farhan tampak bangga melihat gadis pujaannya itu.


"Elisa!"


"Ya kak!" Jawab Elisa, tapi pandangannya tetap kebuku.


"Kamu!" Farhan tidak meneruskan kata-katanya.


Elisa menoleh kearah Farhan lalu tersenyum.

__ADS_1


Hati Farhan tampak teduh melihat senyum Elisa. Senyum penuh ketulusan, senyum gadis cantik yang penuh keikhlasan.


"Elisa, apa kamu punya pacar." Tanya Farhan tertunduk.


Elisa menatap Farhan yang tertunduk, Elisa tersenyum.


"Maaf jika kata-kataku tidak sopan Elisa." Farhan tampak bersalah.


"Aku gak punya pacar kak." Jawab Elisa lembut.


"Benarkah?" Farhan tampak bahagia.


"Iya kak, Elisa gak mau pacaran dulu. Elisa mau sucses dulu, setelah itu langsung nikah saja kak." Jawab Elisa.


"Hmmmgitu ya?" Farhan menggaruk-garuk kepala


"Elisa, aku mencintaimu aku ingin jadi pacarmu?" Farhan tampak diam.


"Apaan sih kamu Tin, kita hanya ngobrol doang." Elisa tampak cemberut.


Farhan tersenyum digodain seperti itu, dia sangat suka jika digoda menyangkut tentang Elisa.


"Kamu bawa apa Tin?" Farhan menatap jajan ditangan Tini.


"Ohhhhh ini kak, aku beli jajan tapi untuk berdua sama Elisa saja. Ga tau ada kak Farhan disini. Hihihi" Tini tertawa.


Tini memberikan 1 kue kepada Elisa, dan tini asyik memakan kuenya tanpa membagi ke Farhan.


"Ehemmm!" Farhan pura-pura batuk.


Elisa peka, lalu memotong kuenya menjadi dua bagian.


"Kak, ini setengah buat kakak." Elisa memberikan potongan kue.

__ADS_1


"Terimakasih Elisa." Farhan menerima dengan senyuman.


"Suit suit so sweet, kalian ini. 1 kue berdua. Wkwkwkwkwkw." Tini tertawa lebar.


"Ih apa-apaan sih Tin." Elisa tersipu malu.


Farhan menatap Elisa gemas, melihat pujaan hatinya tersipu malu. Farhan yakin jika sebenarnya Elisapun menyukainya. Hanya soal prinsip saja.


"Kak, maaf Elisa mau kembali kekelas." Elisa beranjak.


Farhan mengangguk sambil tersenyum.


Tini menggandeng Elisa, disepanjang jalan menuju kelas Tini menggoda Elisa.


"Cie cie yang baru ditembak. xixixixixi!" Tini mencolek pipi Elisa.


"Ditembak apaan emang aku penjahat?" Elisa pura-pura tidak tau maksud sahabatnya.


"Hahaha Pura-pura dia!" Tini merangkul sahabatnya.


Dari kejauhan Putri melihat keakraban mereka. Putri tampak kesal, dan menatap tajam kearah mereka.


"Huh kenapa ada cewek kampung sekolah disini dan berani mengambil perhatian Farhan! Awas saja kamu berani merebut Farhan dari aku." Putri tampak ngomel-ngomel sendiri.


Sedangkan Tini asyik menggoda Elisa, sampai wajah Elisa memerah.


"Udah ahhhh Ka Farhan tu ga nembak aku, lagian aku tu sapa. Ga lefel lah sama dia." Elisa tersenyum pada Tini.


"Kamu ga boleh ngomong gitu say, sahabatku ini paling cantik satu sekolah, kak Farhan juga paling gagah kalian cocok. Hehehehe." Tini mendorong lembut sahabatnya itu.


"Mau mau kamu aja ah hahahaha." Elisapun berlari kekelas. Tini mengikuti sahabatnya sambil tertawa.


~ Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like dan komennya. Jika berkenan kasih vote ya. Agar penulis semangat berkarya. Terimaksih🙏

__ADS_1


__ADS_2