Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Eps.48


__ADS_3

Putri tampak asyik menghabiskan malam diclub bersama pacarnya. Pacar putri bernama Andre. Dia sudah pacaran selama 2 tahun pacarannya bisa dibilang sangat bebas. Putri seakan tidak pernah punya pacar dan selalu ngejar-ngejar Farhan untuk menjadi kekasihnya.


Selesai dari club mereka tidak langsung pulang, tapi kehotel untuk menghabiskan malam bersama. Melakukan hal yang tidak pantas dilakukan oleh orang yang belum sah.


"Mmm." Putri menggeliat badannya terasa letih sekali.


Putri melirik Andre yang masih terlelap disampingnya.


Dreggggg dregggggg


Putri melihat panggilan telfon, betapa terkejutnya dia karena yang nelfon mamanya Farhan.


"Ya hallo tante." Jawab Putri lirih.


"Hallo nak, kamu baru bangun ya? Udah jam 8 lo nggak baik anak gadis bangun siang." Ucap mamanya Farhan lembut.


"Tadi malam banyak tugas tante." Putri mencari alasan.


"Oh gitu, ya cepat selsein kuliahnya. Kurang 5 bulan khan. Tante nggak sabar punya menantu kayak kamu." Ucap mamanya Farhan lembut.


"Hehehe, iya tante." Putri berusaha menahan suaranya agar tidak kedengaran Andre.


"Ya sudah jaga kesehatan kamu ya. Titip Farhan." Mamanya Farhan menutup panggilan telfon.


"Untung, Andre belum bangun." Putri terdiam menatap Andre lalu merebahkan tubuhnya disamping Andre.

__ADS_1


"Mmm" Andre menggeliat dan melihat kearah Putri.


"Sayang, udah bangun." Andre memeluk Putri, Putri tersenyum.


"Makasih ya sayang untuk yang semalam." Andre tersenyum lalau mencium pipi Putri.


"Sudah kita mandi, aku ada mata kuliah hari ini." Andre beranjak dari tempat tidur lalu mandi. Setelah rapi mereka kembali kekosnya masing-masing.


Kiran mendatangi rumahFarhan. Hari ini Putri tidak ada mata kuliah. Jam menunjukkan pukul 10 siang.


Tok tok


Putri mengetuk pintu, terdengar langkah kaki dari dalam.


"Putri, ada apa kesini?" Farhan tampak tidak senang.


"Nggak, aku sibuk." Farhan melepas tangan Putri.


"Farhan, sampai kapan sih kamu kayak gini!" Putri tampak marah.


"Orang tua kita sudah menjodohkan kita, apa sih kurangnya aku?" Fitri duduk dikursi dan menatap tajam kearah Farhan.


"Udahlah, aku malas membahas perjodohan." Andrian mengambil jaketnya lalu masuk kedalam mobil meninggalkan Putri yang masih ada didepan rumahnya.


"Ihh...!" Putri mengambil tasnya lalu menyalakan mobilnya.

__ADS_1


"Liat saja, aku pasti kasih tau mama kamu." Putri tampak menggerutu.


Farhan entah pikirannya jadi kacau gara-gara Putri datang ketempatnya. Dia tidak fokus nyetir rasanya ingin emosi.


"Maunya apa sih itu cewek, pakai bawa-bawa perjodohan segala!" Farhan berhenti lalu memukulkan tangannya pada setir mobil.


"Aku harus cepat selesai kuliah, dan pulang kerumah dan bertemu Elisa. Semoga kamu masih menjaga cinta kita Elisa." Farhan menyenderkan kepalanya dikursi mobil. Farhan berhenti dipinggir jalan yang sepi.


"Sampai kapanpun, aku akan selalu mencintaimu. Tidak perduli seberapa besar rintangannya, aku akan berusaha memperjuangkan." Farhan mengingat Elisa dan tersenyum membayangkan masa-masa indah yang pernah terlewati.


Dregggggg


Dengan malas Farhan melihat siapa yang nelfon.


"Hallo ma." Jawab Farhan lirih.


"Hallo nak, kamu dimana. Putri ngajak kamu kemall kenapa kamu menolak?" Mamanya nyerocos bikin kepala Farhan tambah pusing.


"Farhan, kenapa diam? Mama sama papa sudah memilih Putri jadi istri kamu, jadi kamu harus nurut." Ucap mamanya tegas.


"Apa sih ma, kenapa Farhan harus nurut. Kuliah nggak boleh pulang. Dan pasangan hidup harus nurut juga, Farhan bukan robot yang bisa mama atur." Farhan tampak sudah berani melawan mamanya.


"Kamu, sudah berani ya melawan mama. Coba saja kamu kakau menolak dan memilih perempuan yang nggak selefel, mama papa coret kamu dari kartu keluarga!" Ancam mamanya lalu mematikan panggilan telfon.


Kepala Farhan tampak sangat pusing, selama ini dia nurut kemauan orang tuanya untuk tidak pulang sebelum dia jadi dokter. Tapi, dia sudah merasa lelah karena harus dikekang. Dan dia membenci perjodohan. Farhan melajukan mobilnya sangat kencang.

__ADS_1


"Mau dia apa sih, suka sekali mengadu." Farhan tampak kesal dengan sikap Putri.


~ Jangan lupa tinggalkan jejak, like dan komennya. Jika berkenan kasih vote ya. Supaya penulis semangat berkarya. Terimakasih🙏


__ADS_2