
Kesedihan Elisa tidak bisa dibendung lagi, Siska sekarang sudah resmi menjadi seorang istri otomatis Siska akan ikut suami dan meninggalkan Elisa.
Siska berpamitan kepada kedua orang tuanya. Lalu menghampiri Elisa, Elisa tidak tahan lagi langsung memeluk kakaknya Erat.
"Kak jangan tinggalin Elisa!" Rengek Elisa dalam pelukan Siska.
"Adikku sayang, kakak pasti akan sering kesini. Ya sih jaraknya jauh tapi, kalau lebaran kan kakak pulang." Siska mengelus kepala Elisa.
"Dek kakak janji kalau punya uang kak Beni dan Kak Siska pasti kesini." Beni mendekati Elisa dan memegang kepala Elisa.
"Hiks hiks." Elisa menangis sesenggukan dalam pelukan Siska.
Nia tampak sebal melihat Elisa. Sedangkan Iwan tampak tak tega melihat kakak beradik itu harus berpisah.
"Dek kakak harus pergi sekarang, nanti ketinggalan mobil." Siska berusaha melepas pelukan Elisa.
"Kakak sayang kamu dek. Siska mencium pipi kakan kiri Elisa, air mata Siska mengalir deras.
"Kamu belajar yang rajin ya harus jadi anak yang sukses." Siska tersenyum.
Elisa hanya mengangguk dan terus menangis.
"Nak kakakmu kan gak pergi untuk selamanya, kalau kangen pasti pulang." Iwan mendekati Elisa dan memegang pundak Elisa.
Elisa lalu memegang lengan bapaknya, lalu menyenderkan kepalanya dibahu Iwan.
"Kakak pergi, jaga bapak dan ibu ya dek." Ucap Siska sedih.
Elisa hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum sedih.
Pergilah Siska bersama suaminya. Elisa merasa sangat kehilangan seseorang yang sangat menyayanginya.
__ADS_1
Elisa duduk termenung diluar, hampir tak percaya jika sekarang dia harus sendiri dikamar tanpa kakaknya.
Iwan dan Nia masuk kedalam rumah meninggalkan Elisa yang duduk termenung diluar.
"Eh gak usah cengeng jadi anak. Seharusnya kamu bahagia kakakmu sudah nikah." Tiba-tiba Nia muncul dari dalam dan mengagetkan Elisa.
"Kamu juga suatu saat akan menikah, dan pergi dari rumah ini. Jangan jadi benalu aja kamu." Ujar Nia kasar.
Deggggg
Hati Elisa sangat sakit dengan perkataan ibunya. Apakah dia hanya menjadi benalu dirumah orang tuanya sendiri.
Elisapun berlari, hati rasanya sakit. Mengapa ibu berkata seperti itu.
"Eh Elisa mau kemana?" Nia berteriak tapi Elisa tak menghiraukan.
Tokkk tokkk
"Kamu nak!" Ibu Nanda terkejut lalu memeluk Elisa yang tampak sedang menangis.
"Kamu kenapa sayang, sudah lama kamu gak pernah main kesini. Kalau Nanda liburan baru kesini?" Bu Nanda mengelus pundak Elisa.
"Ayo duduk dulu cerita sama ibu.
"Bu ibu taukan Elisa dari lahir, Elisa lahir dimana?" Ujar Elisa lirih.
"Ya tau dirumah sakit nak." Bu Nanda mencari alasan.
"Bu apakah Elisa anak kandung ibu dan bapak?" Elisa menatap sayu.
"Iya kamu anak kandung sayang." Bu Nanda tampak terkejut.
__ADS_1
"Kalau anak kandung, kenapa ibu tidak sayang sama Elisa?" Elisa tertunduk lesu.
"Nak ibu itu seperti itu, kadang karena lagi pikiran pusing faktor ekonomi ibu bisa galak kepada anak." Bu nanda mengelus kepala Elisa.
"Benarkah bu?" Elisa tampak senang.
"Sekarang pulanglah nak, ibu dan bapak kamu nanti nyariin."
"Iya bu." Jawab Elisa sambil mencium tangan bu Nanda.
Bu Nanda menatap sedih, dia tau siapa sebenarnya Elisa. Tapi dia tidak punya hak memberi tau yang sebenarnya. Biarlah Elisa tau dari mereka orang tua angkatnya. Hati Bu Nanda perih melihat Elisa sedih.
"Dari mana kamu nak?" Iwan menghampiri anaknya yang baru saja pulang.
"Dari rumahnya ibunya Nanda pak, kangen sudah lama gak kesana." Elisa lalu pergi dari hadapan Iwan.
Nia menatap penuh emosi kearah Elisa, karena sudah berani melawan dan pergi tanpa pamit.
"Nak kapan aku bisa membahagiakanmu." Bisik Iwan dalam hati.
"Orang tua kandungmu pun susah seperti bapak, andai orang tua kandungmu kaya. Bapak rela mengembalikanmu pada mereka, asal kamu bahagia." Iwan termenung didepan rumah.
Elisa dikamar menatap foto kakaknya.
"Kak kamulah separuh jiwaku, hidupku terasa hancur ketika kamu gak ada kak. Hiks hiks" Elisa menangis dan memeluk bingkai foto Siska.
Elisa merebahkan tubuhnya diranjang, susah sekali mata terpejam. Kadang sebelum tidur pasti jahilin kakaknya dulu. Atau saling curhat sekarang benar-benar sepi. Ga ada yang diajak ketawa dan berkeluh kesah.
Sampai larut malam Elisa baru bisa memejamkan matanya.
~ Jangan lupa like, vote, dan komennya ya. Terimakasih🙏
__ADS_1