Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Eps. 65


__ADS_3

Pagi ini Mita berencana ingin membeli gaun pesta untuk acara pernikahan kakaknya. Meski Mita berharap pernikahan kakaknya batal, tapi Mita pun bersiap-siap jika pernikahan itu terjadi Mita sudah mempunyai gaun pesta untuk acara kakaknya nanti.


"Ma Mita mau ke butik." Ucap Mita sambil meminum susu yang ada di meja.


"Nggak sarapan dulu, kenapa nggak bareng mama aja di butik langganan mama kita beli seragam keluarga gitu?"


"Mmm, nggak usah seragam lah ma lagian waktunya juga udah mepet kan yang penting adalah di pakai." Ucap Mita malas membahas pernikahan kakaknya.


"Ya sudah, kamu cari yang mewah. Ini acara kakak kamu, kamu harus tampil cantik siapa tau nanti ada rekan bisnis papa kamu punya anak laki bisa dijodohin kan sama kamu." Ucap Santy menggoda anaknya.


"Hemmm, terserah mama ajalah." Ucap Mita lalu mencium tangan mamanya dan berlalu dari hadapan mamanya. Santy menggeleng melihat tingkah putrinya yang sedikit keras kepala.


"Farhan, nggak sarapan nak?"


"Nggak ma, nanti sarapan di RS aja." Ucap Farhan hanya meneguk susu lalu berangkat ke rumah sakit.


"Hhhmm, anak sekarang di suruh sarapan susah banget." Ucap Santy lalu menyiapkan sarapan suaminya.


Mita ingin ke butik Elisa, Mita tau butik Elisa terkenal. Tapi, Mita tidak tau jika seorang Desainer pemilik butik yang terkenal itu adalah Elisa yang sangat dicintai kakaknya. Mita tahu Elisa dari televisi dan sosmed.


"Aku coba ke butik yang langganan artis itu aja. Siapa tahu adalah harga yang terjangkau." Bisik Mita sambil nyetir. Mita sudah mengetahui alamat butik Elisa dari sosmed.


Pikiran Mita kacau dia berharap pernikahan kakaknya batal. Tapi, dia juga ingin melihat kakaknya bahagia. Mita bersyukur kakaknya sudah mulai move on dari mantannya. Mungkin dengan pernikahan ini kakaknya bisa bahagia. Mita juga akan berusaha menerima Putri sebagai kakak iparnya jika kakak yang sangat dia sayangi bahagia.


Sampailah Mita di butik Elisa, Mita mencari parkir lalu memarkirkan mobilnya. Mita turun dari mobil dengan perasaan gelisah pikirannya kacau ingin mengurungkan niatnya mencari gaun. Tetapi, pernikahan kakaknya tinggal dua minggu lagi. Dengan hati yang bingung Mita tetap berjalan dan masuk ke dalam butik.


"Selamat pagi mbak, ada yang bisa saya bantu?" Ucap Rita dengan lembut, karyawan Elisa berusaha melayani pelanggan dengan baik. Rita orang kepercayaan Elisa selalu menyambut pelanggan dengan ramah.


"Eh iya mbak, saya mau cari gaun pesta." Ucap Mita gugup.


"Ohh gaun pesta, silahkan mbak banyak pilihan." Ucap Rita tersenyum menunjukkan gaun pesta berbagai model dan kualitas.


"Ada yang harga ekonomis nggak mbak?" Ucap Mita tersenyum.


"Ada mbak yang harga 1 juta, minimal di sini harga 1 juta mbak karena bahannya berkualitas."


"Ohh iya, kalau ini berapa ya mbak?" Mita menunjuk gaun bewarna cream.


"Ini 24 jt mbak." Ucap Rita lembut.


"Hhhm, mehong juga ya." Ucap Mita tersenyum.


"Hehehehe, buat cewek secantik mbak pakai yang mehong dikit nggak apa-apa lah mbak tambah cantik nanti." Ucap Rita menggoda Mita.

__ADS_1


"Iya sih, tapi mau cari yang harga 10 aja ada?"


"Iya ada mbak." Rita menunjukkan gaun yang harga 10jt.


"Waaw bagus juga ya mbak." Ucap Mita kagum.


"Iya ini semua rancangan bos kami, ibu Elisa." Ucap Rita tersenyum.


"Iya saya tau dari TV dan sosmed, penasaran banget sama bu Elisa." Ucap Mita penasaran.


"Ibu Elisa, beberapa hari ini anaknya sakit masuk rumah sakit jadi nggak bisa datang ke butik."


"Sakit, di rawat di RS?" Ucap Mita terkejut.


"Iya sakit demam." Ucap Rita menjelaskan.


"Kok, sama ya?" Ucap Mita lirih ingat cerita kakaknya.


"Sama gimana mbak?" Ucap Rita bingung.


"Emmm, gimana ya. Apa yang rawat Dokter Farhan namanya?" Tanya Mita ragu-ragu.


"Iya mbak, Dokter ganteng itu." Ucap Rita berseri-seri.


"Hehehehe, itu kakak aku mbak." Ucap Mita geli.


"Iya dia kakak aku, ini aku cari gaun untuk pernikahan kakak aku dua minggu lagi." Ucap Mita lesu.


"Mbak boleh kita ngobrol, tapi jangan di sini gimana kalau di cafe. Masalah gaun nanti pulang dari cafe kembali ke butik lagi." Ucap Rita memohon.


"Baiklah mbak, ayo." Ucap Mita senang lalu mereka menuju cafe menaiki mobil Mita.


"Alhamdulillah bisa bertemu dengan mbak." Ucap Rita senang.


"Iya senang juga kenal dengan mbak, tapi mau ngobrolin apa ya?" Tanya Mita penasaran.


"Nanti kita ngobrolnya mbak, banyak yang mau kita omongin." Ucap Rita tersenyum.


"Oke baiklah." Ucap Mita tersenyum


Sampailah mereka di cafe, mereka pun masuk ke dalam cafe lalu memesan jus dan banana roll keju untuk menemani ngobrol mereka.


"Mbak benar adik Dokter Farhan?" Rita masih tidak percaya.

__ADS_1


"Iya benar, aku adik Dokter Farhan mbak." Ucap Mita tersenyum.


"Alhamdulillah mbak, aku cuma mau nanya apa Dokter Farhan akan menikah sama pacarnya?"


"Mmm, gimana ya aku jawab. Bukan sih, itu seperti dijodohin gitu, kakak aku tu punya seseorang yang sangat dia cintai dari dia sekolah di SMA. Tapi, ternyata saat kakak pulang ke sini dia sudah menikah dan punya anak. Jadi, ya kakak kecewa gitu." Ucap Mita lesu.


"Bu Elisa maksudnya?" Ucap Rita senang.


"Bu Elisa, bos mbak?" Mita tampak terkejut.


"Iya bos aku mbak, dia juga pernah cerita sama aku. Mbak sudah salah paham, bu Elisa sudah cerai dengan suaminya." Ucap Rita menjelaskan.


"Jadi, bu Elisa janda?"


"Iya mbak, sudah 1 tahun pisah sama suaminya."


"Ohh." Ucap Mita lirih.


"Mbak kalau pak Farhan tidak mencintai calonnya, kenapa dilanjutin mbak. Kenapa mereka tidak balikan saja." Ucap Rita bingung.


"Maksudnya Elisa dan kakak aku? nggak lah aku nggak rela. Elisa sudah menghianati kakak aku, ya itu balasannya dia cerai sama suaminya. Kan dia yang nggak setia, sekarang giliran sudah cerai mau balikan lagi." Ucap Mita kesal.


"Mbak udah salah sangka, bu Elisa tidak seperti itu dia menikah dengan suaminya karena balas budi."


"Maksudnya?" Mita menatap sinis ke Rita.


"Bu Elisa pernah di jodohin dengan pria yang sudah tua yaitu bapak dari suaminya. Tapi, suaminya lah yang menggagalkan pernikahan mereka. Suami bu Elisa juga yang mencarikan pekerjaan, dari situ bu Elisa banyak hutang budi." Ucap Rita sedih.


"Terus kenapa mereka cerai kan sudah punya anak juga?"


"Suaminya selingkuh mbak, padahal bu Elisa berusaha menerima suaminya meskipun bu Elisa tidak cinta." Ucap Rita matanya berkaca-kaca.


"Kasian, tapi apa Elisa masih mencintai kakak saya?"


"Iya mbak sangat mencintai, dia menutupi kehidupannya agar pak Farhan melupakannya dan bisa hidup bahagia."


"Hhhmm, itu salah mbak kakak aku tersiksa batinnya. Cintanya terlalu besar untuk Elisa, terimakasih ya mbak sudah jelasin semuanya. Emmm, aku bisa minta nomor hp mbak?" Ucap Mita berseri-seri.


"Iya boleh." Rita pun memberikan nomor hpnya pada Mita.


"Mbak, maaf aku nggak jadi pesan gaun dulu ya lain kali. Ayo aku antar ke butik lagi." Ucap Mita tersenyum bahagia.


Mita pun mengantar Rita ke butik. Sepanjang jalan mereka ngobrol, Mita tampak bahagia mendengar penjelasan Rita tentang Elisa. Setelah mengantar Rita, Elisa kembali pulang ke rumah.

__ADS_1


"Alhamdulillah kak, akhirnya berita bagus. Semoga kalian bisa bersatu." Bisik Mita sambil nyetir.


**Jangan lupa like, komen dan vote. Terimaksih.


__ADS_2