Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Eps. 54


__ADS_3

Elisa menjadi Desainer terkenal, perjuangan dan cita-citanya tidak sia-sia semua pengorbanannya selama ini berbuah manis. Elisa yang tidak bisa melanjutkan kuliah karena faktor ekonomi justru sekarang di kenal sebagai Desainer papan atas banyak pejabat dan artis yang mempercayakan hasil rancangan padanya.


"Wah, mbak Elisa hebat bisa merancang gaun pengantin artis sekelas Tiara. Artis papan atas." Ucap Wartawan salah satu tv swasta mewancarai Elisa di depan gedung resepsi pernikahan seorang artis papan atas.


"Hehehehe, Alhamdulliah ini sudah garis tangan saya rezeky dari Allah." Ucap Elisa lembut dan terlihat cantik dengan gamis muslimah rancangannya dan jilbab yang serasi dengan tasnya.


Rita di samping Elisa bangga melihat bosnya yang semakin sukses dan bersinar dan tetap rendah hati.


"Ini siapa ya?" Tanya wartawan pada Rita.


"Saya karyawan ibu." Rita tampak gugup karena sorot kamera.


"Wah karyawan bu Rita, bagaimana perasaannya dan bagaimana keseharian ibu yang sekarang sukses?"


"Ibu itu baik, tetap rendah hati saya tau perjuangan ibu tidak mudah saya tau dari nol ibu merintis usahanya hingga berkembang seperti sekarang yang sudah mempunyai puluhan karyawan." Ucap Rita terharu dan sekaligus bangga.


"Wah, hebat ya kalau di buat sebuah buku bisa jadi inspirasi bagi anak muda." Ucap Wartawan memuji.


Elisa tersenyum kemudian dia mengatupkan ke dua tangannya di depan dada lalu berlalu dari hadapan wartawan, Elisa masuk ke dalam mobil mewah berwarna hitam miliknya.


"Elisa, dia Elisa?" Farhan tampak tak percaya gadis teman SMA nya yang sudah 5 tahun tidak pernah dia temui. Farhan sekarang sudah menjadi dokter tapi dia belum bisa pulang setelah selesai wisuda dia di tugaskan di daerah terpencil dan sudah 7 bulan dia menjalankan tugasnya.

__ADS_1


"Ya Allah, Alhamdulillah dia sukses sekarang. Aku tidak menyangka dia sangat sukses. Dulu kamu menderita Elisa, sekarang Allah menggantikan kebahagiaan dalam hidupmu." Farhan tersenyum bahagia dia mengambil baju yang di lemari yang dulu ada tulisan Elisa. Farhan memeluk baju itu, dia mengingat masa lalu dan senyum-senyum sendiri.


Hari sudah sore, suara ayam terdengar di sekitar rumah dinasnya suasana pedesaan yang sangat jauh beda di kota. Farhan yang menikmati liburnya karena hari minggu dan dia di rumah dinas ketika ada pasien baru ke puskesmas. Dia yang jarang nonton tv entah kenapa secara kebetulan nonton tv dan melihat gadis yang sangat dia cintai dan sudah 5 tahun tidak pernah dia temui ternyata muncul di tv dengan berita yang sangat membanggakan.


"Elisa, kamu masih sama seperti dulu. Cantik anggun dan sederhana. Apa kamu masih sendiri?" Farhan terdiam dia merenung duduk di teras rumah.


"Elisa, apa kamu akan memaafkan aku karena selama 4 tahun aku tidak pernah ada kabar. Bukan aku sengaja, semoga kamu bisa memahami dan memaafkanku. Aku masih sama seperti dulu, cinta dan hatiku hanya untukmu." Farhan tampak sedih dan takut Elisa sudah berubah dan melupakannya. Apalagi Elisa sudah sukses dan terkenal.


Dregggggg


Hp Farhan berdering dan mamanya yang nelfon.


"Ya ma."


"Ya gini ma, kemarin mati lampu jaringan juga hilang kalau mati lampu. Hujan deras kemarin ma."


"Ya Allah nak, separah itu ya tempat tugas kamu. Apa nggak bisa kamu minta tugas di sini."


"Emm, bisa ma nanti setelah 1 tahun. Kurang 5 bulan lagi kan 1 tahun jadi Farhan bisa pulang." Ucap Farhan menenangkan mamanya.


"Wah, mama bahagia nak dengarnya. Jadi kamu bisa cepat nikah sama Putri, mama nggak sabar pengen cepat punya cucu. Hehehehehe."

__ADS_1


"Siapa yang mau cepat nikah." Farhan tampak kesal mendengar kata-kata mamanya.


"Kamu ini Farhan, kamu ini anak tunggal. Mama papa mau cepat nimang cucu, pokoknya kamu pulang kamu lamar Putri. Dia cantik, kaya apalagi sih cocok sama kamu."


"Nggak ada selain Putri apa, dari dulu Putri terus." Ucap Farhan Kesal.


"Nggak ada, mama hanya mau Putri. Titik!"


"Ma, Farhan sudah dewasa. Farhan berhak memilih siapa pendamping Farhan."


"Sudah, sudah kita bicarakan di rumah kalau kamu pulang. Yang penting kamu pulang masalah nikah nanti kita bicarakan."


"Hm" Jawab Farhan malas.


"Jaga kesehatan kamu, mama takut juga liat berita banjir di mana-mana." Ucap Mamanya khawatir.


"Iya ma, mama papa jaga kesehatan." Farhan lalu mematikan panggilan telfon.


"Jadi malas pulang kalau sudah bahas wanita itu, kenapa sih dari dulu Putri terus."


"Kalau bukan karena Elisa, aku malas kembali pulang." Farhan tampak pusing memikirkan perkataan orang tuanya. Dari SMA mamanya selalu ingin menjodohkan dengan Putri dan Farhan tidak pernah menyukai Putri dengan sifatnya yang membuat Farhan ilfil.

__ADS_1


**Jangan lupa like dan komen. Vote juga ya, jangan lupa supaya author semangat updatenya. Dukungan kalian membuat author semakin semangat berkarya. Terimakasih.


__ADS_2