Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Eps. 69


__ADS_3

Farhan tampak bersiap-siap untuk ke rumah Elisa, dia ingin bertemu Elisa dan mengutarakan niatnya. Farhan merasa masalahnya dengan Putri sudah selesai, sedangkan masalah orang tuanya Farhan akan memikirkan selanjutnya.


Farhan tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk mengutarakan niat tulusnya pada wanita pujaannya itu, Elisa wanita yang sangat dia cintai. Wanita yang mampu mengisi hatinya dan tak ada seorang wanita lain yang bisa mengganti posisinya.


Saat Farhan keluar dari kamarnya, Farhan melihat mama papanya duduk di ruang tengah. Terlihat wajah lesu dari keduanya karena memikirkan ucapannya tentang batalnya pernikahannya dengan Putri. Farhan menghampiri mamanya dan berniat meminta izin untuk keluar malam ini.


"Pa, ma Farhan mau keluar sebentar!" ucap Farhan lirih.


"Hmmm." Terlihat raut wajah cuek dari papanya dan terdengar hanya menjawab dengan bergumam.


Farhan mencium kedua tangan orang tuanya, meskipun Farhan sudah dewasa dan sudah menjadi Dokter. Farhan masih sangat sopan karena sudah menjadi pembiasaan dari kecil yang selalu mencium kedua tangan orang tuanya saat akan pergi.


Mita berdiri di depan pintu kamar, Mita merasakan kesedihan karena melihat kedua orang tuanya tampak cuek pada kakaknya. Mita berpikir kenapa mama papanya tidak bisa menerima dengan lapang dada setiap apa yang menjadi keputusan anaknya. Mita menarik napas panjang lalu masuk ke dalam kamarnya kembali.


Farhan keluar dari rumahnya kemudian menaiki mobilnya. Melesat dengan cepat dan rasanya ingin segera tiba di tempat tujuan. Hati berdebar-debar merasakan kebahagiaan. Hati berbunga-bunga merasakan cinta yang teramat besar. Elisa sungguh membuat hidup Farhan lebih berwarna dan kehadiran Vino menambah kebahagiaan Farhan.


Farhan akan menerima Vino seperti anak kandungnya sendiri. Farhan sudah memaafkan Elisa karena Elisa pernah menikah dengan orang lain dan menghianati cintanya. Itu semua bukan salah Elisa, Farhan sudah mengetahui alasannya. Farhan berjanji akan membahagiakan Elisa.


Farhan bersyukur Elisa yang dia kenal hidupnya sangat menderita. Berkat kegigihannya kini Elisa menjelma menjadi seorang wanita yang memiliki segalanya. Wanita sukses dan mandiri yang membanggakan kedua orang tuanya. Bahkan Elisa tak memiliki dendam pada siapapun yang menyakitinya.


"Elisa, kini saatnya kamu akan selalu bahagia!" batin Farhan sambil serius mengemudikan mobilnya menyusuri jalan yang mulai gelap, kendaraan cukup lengang.


Farhan sudah tidak sabar segera sampai di rumah Elisa. Melihat pujaan hatinya segera ada di depan matanya. Farhan melajukan mobilnya dengan cepat, jalanan pun terlihat lengang jadi dia tidak kesulitan.


Akhirnya sampailah Farhan di rumah Elisa, pagar rumahnya belum tertutup. Mobil Farhan memasuki halaman rumah Elisa. Saat di depan satpam, Farhan turun dan menemui satpam.


"Malam pak, ada yang bisa kami bantu?" tanya satpam ramah.


"Iya pak, maaf mau bertemu bu Elisa." Jawab Farhan lembut.


"Iya pak silahkan, ibu ada di dalam." Ucap satpam ramah, Farhan tersenyum lalu kembali masuk ke dalam mobil dan memarkirkan mobilnya.


Meski bukan pertama kali Farhan ke rumah Elisa, sampai sekarang Farhan masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya. Rumah megah milik Elisa, Elisa yang dulu dia kenal sangat sederhana kini memiliki rumah yang sangat megah bahkan mobil mewah terparkir di garasi.

__ADS_1


Farhan melangkahkan kakinya, bola matanya ke sana ke mari menatap kagum dengan kesuksesan yang Elisa raih selama dia tidak bersamanya. Tentunya perjuangannya tidak mudah, dia menyesal sudah pergi jauh dari Elisa hingga dia tidak tau bagaimana penderitaannya.


"Elisa aku tidak akan pernah membiarkanmu sedih dan menderita." Batin Farhan saat berdiri tepat di depan pintu rumah Elisa.


Ting tong (Farhan memencet bel pintu)


"Pak Dokter, silahkan masuk pak!" sapa Rita lembut.


"Iya makasih Rit, Elisa ada Rit?"


"Ada Dok, mari silahkan masuk. Rita panggilin bu Elisa." Ucap Rita tidak bisa menutupi rasa bahagianya melihat Farhan ingin menemui bos kesayangannya itu.


Farhan duduk di sofa sedangkan Rita naik ke lantai atas memanggil Elisa yang tengah menidurkan Vino.


"Kok aku yang dag dig dug ya, pasti pak Farhan mau ngajak bu Elisa makan malam deh. Ganteng banget pak Dokter cocok banget sama bu Elisa." Batin Rita bahagia sambil menaiki anak tangga.


Rita sampai di kamar Elisa yang tidak tertutup, Rita tersenyum melihat Elisa tengah menepuk-nepuk Vino dengan lembut dan Vino terlihat nyenyak tidur.


"Bu, Vino sudah tidur?" tanya Rita dengan lirih.


"Bu, di bawah ada dokter Farhan." Ucap Rita lirih dan terlihat bahagia.


Elisa mengernyitkan dahinya seolah tak percaya, "Dokter Farhan, malam-malam begini?"


"Iya bu, ayo bu Elisa turun temui dokter biar Rita yang jagain Vino." Rita menarik lembut tangan Elisa sampai keluar pintu kamarnya, Rita memang sudah sangat akrab dengan bosnya itu seperti kakaknya sendiri.


"Ya udah, aku gendong Vino ke bawah Rit kasian kalau nangis. Kamu juga belum makan kan." Elisa kembali masuk ke kamarnya tapi Rita berusaha membuat Elisa kembali keluar dari kamarnya.


"Eits ibu, ayo kasian dokter Farhan nunggu lama. Soal Vino biar Rita yang jaga, ayo cepat udah ganteng banget dokter Farhan. Hehehehe" Ucap Rita cekikan di samping Elisa.


"Kamu ini!" ucap Elisa tersipu lalu meninggalkan Rita dan turun menemui Farhan.


"Assalamualaikum kak," sapa Elisa saat sudah berada di depan Farhan.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam Elisa, Vino mana?" Farhan terkejut menatap wanita pujaannya yang duduk di depannya.


"Vino sudah tidur kak, maaf kak Farhan malam-malam ke sini ada apa kak?"


"Nggak boleh kakak ke sini Elisa?" tanya Farhan menggoda.


"Hehe, boleh kak. Emm, Elisa buatin teh ya." Ucap Elisa canggung bertatapan dengan pria yang pernah dekat dengannya.


"Nggak usah Elisa biarkan bibi istirahat, kita makan diluar ya. Kamu belum makan kan?"


"Emmmm....!" Elisa bingung menjawab ajakan Farhan.


"Udah bu, bu Elisa makan aja sama Dokter. Vino biar Rita yang jagain!" ucap Rita tiba-tiba turun dengan menggendong Vino.


"Anak genteng tidur ya?" tanya Farhan menatap Vino yang terlelap digendongan Rita.


"Iya papa, eh iya pak dokter." Jawab Rita tertawa lirih menggoda mereka, Farhan melirik Elisa terlihat wajah Elisa memerah karena tersipu.


"Bagaimana Elisa, Vino aman sama tantenya, ayo mama papanya makan malam!" ucap Farhan menggoda.


"Ehem...," Rita berdehem menggoda mereka, Elisa tersenyum tersipu dengan ulah mereka.


"Mama pergi dulu ya sayang." Elisa mengecup kening Vino yang ada digendongan Rita.


"Rit, kami pergi dulu ya." Ucap Farhan terlihat sudah akrab dengan Rita.


"Sipp Dok, jagain bu Elisa Dok!" ucap Rita menggoda.


"Siap...!" Farhan mengacungkan jempolnya dan tersenyum, Elisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum geli dengan tingkah mereka.


"Assalamualaikum!"


"Wa'alaikumussalam." Jawab Rita sambil mengantar sampai ke depan pintu.

__ADS_1


"Ya Allah semoga mereka berdua bersatu, sudah saatnya bu Elisa mendapatkan kebahagiaan. Pak Farhan pria yang tepat untuk bu Elisa dan Vino." Ucap Rita lalu menutup pintu dan menidurkan Vino di tempat tidur di ruang tengah, Rita menjaga Vino sambil nonton TV sedangkan bibi masih sibuk di dapur.


🌿Jangan lupa like, komen dan vote. Terimakasih🙏


__ADS_2