Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Bab.25


__ADS_3

Farhan tampak celingak celinguk mencari keberadaan sosok pujaan hatinya. Dibawah pohon yang biasa tempat vaforit Elisa juga tidak ada. Farhan bingung dimana keberadaan Elisa.


"Eh Tini kamu sendiri?" Mata Farhan kesana kemari.


"Ehm cari sapa ya?" Tini menggoda Farhan.


"Ya kamu taulah cari siapa lagi kalau bukan sahabatmu yang paling cantik itu." Ucap Farhan tersipu.


"Hadeh kak Farhan, baru saja satu hari ga ketemu. Seperti sudah bertahun-tahun saja. Xixixixi." Tini terus menggoda Farhan.


"Tau sendiri kalau orang jatuh cinta Tin, kayak kamu gak pernah merasakan saja." Farhan tampak memainkan matanya.


"iya iya paham deh hehehe!" Tini tersenyum lebar.


"Jadi dimana bidadariku Tin?" Farhan tampak tak sabar.


"Diperpus kak, katanya lagi mau baca cerita. Aku mau kesana tadi cuman lagi malas." Tini mencari alasan, padahal sebenarnya dia berniat menyusul Elisa.


"Oke trims ya. Aku segera kesana!" Farhan tersenyum lalu meninggalkan Tini.


Tini menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum.


Farhan melihat Elisa yang tengah asyik membaca buku. Dari belakang Farhan menatap Elisa.


"Eehem!" Farhan pura-pura batuk tepat dibelakang Elisa.


Elisa menoleh lalu tersenyum.


Farhan duduk didepan Elisa, sambil memandangi Elisa yang sedang serius membaca. Farhan tampak senyum-senyum sendiri.


Elisa sadar jika Farhan memeperhatikannya, Elisa tampak salah tingkah. Degggg, jantung Elisa berdetak sangat kencang.


"Kenapa ini, apakah ini yang dinamakan cinta? "Bisik Elisa dalam hati.


"Elisa, serius amat?" Ujar Farhan mengagetkan.


"Ehm iya kak." Jawab Elisa tunduk.


"Simpan dulu bukunya, masih ada hari esok. Farhan menarik buku bacaan Elisa. Elisa menatap Farhan penuh keheranan.

__ADS_1


Farhan menatap Elisa dengan senyum sangat manis, Elisa memalingkan mukanya.


"Duh kenapa sih ini cowok, bikin jantungku berdetak kencang." Elisa rasanya keringat dingin.


Farhan tersenyum menatap pujaan hatinya salah tingkah.


"Elisa, besok kelulusan kamu gak sedih?" Ujar Farhan lembut.


"Sedih,kenapa harus sedih kak?" Elisa menatap sayu.


"Hmmm mulut kamu boleh berkata seperti itu, tapi aku tau hatimu Elisa." Farhan terdiam memandangi Elisa.


"Jangan tatap Elisa terus kak, Elisa jadi serba salah." Elisa berusaha jujur.


"Elisa kenapa, setelah besok pengumuman aku tidak bisa menatap wajah cantikmu." Farhan tersenyum.


Hust ga boleh gitu." Elisa menempelkan telunjuknya ke mulut Farhan.


Farhan meraih tangan Elisa, tapi Elisa segera menarik tangannya.


"Maaf Elisa" Ujar Farhan lirih.


"Elisa, bolehkah aku bertanya?" Farhan menatap lembut Elisa.


Elisa hanya mengangguk, ada ketegangan diwajah Elisa.


"Apakah kamu menyukaiku?" Tatapan Farhan sangat lembut penuh harap.


Degggg...serrrr...jantung Elisa terasa maucopot. Baru kali ini ada cowok yang dengan lembut bertanya tentang perasaannya.


"Elisa, kenapa diam?" Ujar Farhan tak sabar.


Elisa mengangguk, dan tak berani menatap Farhan.


"Elisa aku sangat mencintaimu, ini yang membuat aku berat meninggalkanmu." Farhan tampak sedih.


"Kak, jangan ngomong gitu. Masa depan kita masih panjang, raihlah cita-cita kakak." Elisa menatap Farhan.


"Baiklah Elisa, tapi kamu janji jaga hati kamu." Farhan menatap Elisa.

__ADS_1


"Iya kak jika kita ditakdirkan bersama, pasti akan bersama." Elisa tersenyum.


"Jangan berikan hatimu untuk yang lain." Farhan tampak sedih.


"Hehehehe jangan sedih gitu. Kita masih kecil, masih panjang masa depan kak. InsyaAllah kalau jodoh ga akan kemana." Elisa tersenyum dan mulai tenang.


"Ini untuk kamu!" Farhan menyerahkan bingkisan.


Elisa menerima lalu membuka didepan Farhan. Sebuah boneka patung kecil berbentuk hewan kelinci. Kecil tapi harganya lumayan mahal.


"Kak terimakasih." Elisa tersenyum bahagia.


"Itu simpan baik-baik, jika kamu rindu bisa kamu pandangi." Itu sebagai ganti diriku. Farhan tersenyum bahagia.


Elisa mengangguk dan tampak sangat sedih.


"Hey kenapa sekarang kamu yang sedih?"Farhan mencolek lengan Elisa.


"Aku gak bisa kasih kenang-kenangan buat kakak." Elisa tertunduk lesu.


Farhan tersenyum menatap Elisa, lalu membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas.


"Elisa tulis bahwa kamu mencintaiku." Farhan memberikan baju sekolah warna putih.


Elisa menatap Farhan dan ragu-ragu untuk menulis. Farhan memberi kode agar Elisa mau menulis.


"Sudah kak!" Elisa memberikan baju kepada Farhan.


"Elisa sayang kak Farhan!" Farhan membaca tulisan Elisa.


Elisa tertunduk malu. Farhan menatap gemas ketika pujaan hatinya tersipu malu.


"Jaga hatimu, jangan pacaran. Kita akan saling menunggu sampai waktu disatukan." Farhan mengingatkan Elisa.


"Iya kak kakak juga jaga pergaulan jaga diri dikota orang." Elisa tersenyum.


"Terimakasih Elisa." Farhan tampak sangat bahagia.


Elisa lalu pergi meninggalkan Farhan yang sedang merasa bahagia karena tau perasaan Elisa padanya. Tapi juga sedih karena harus berpisah dalam waktu yang cukup lama.

__ADS_1


~Jangan lupa like, dan komennya ya. Jika berkenan kasih vote. Terimakasih🙏


__ADS_2