
Faisal
Foto Google
Hari ini hari pernikahan Elisa dan Faisal Perayaannya sangat mewah. Dirayakan dirumah Elisa. Dengan mendirikan tenda yang sangat besar dan mewah.
Elsa masih dirias, dicermin dia menatap wajahnya yang berubah ketika dirias. Elisa menahan sedih menahan air matanya untuk tidak keluar. Bagaimanapun Faisal pria yang sangat baik, dia pasti bisa mencintainya. Elisa menghibur dirinya sendiri.
Rombongan pengantin datang, pernikahanpun dimulai. Elisa tak kuasa meneteskan air mata ketika ijab selesai.
"Elisa, kamu sudah sah menjadi istri Faisal nak?" Ucap Nia mendekati Elisa.
Elisa
Foto Google
Elisa mengangguk menahan perih. Nia mendampingi anaknya sampai Faisal menjemput Elisa dikamar.
Pernikahanpun selesai. Elisa mengganti pakaiannya dikamar. Faisal masih asyik ngobrol diluar dengan keluarga.
"bu semoga ibu tenang disana, Elisa tidak sempat melihat ibu. Tapi, ibu sudah pergi meninggalkan Elisa." Elisa menatap Foto Marni yang dikasih Iwan. Elisa memeluk foto itu dan menangis sesenggukan.
"Bapak dimana, Elisa pengen ketemu?" Elisa hatinya sangat perih.
Tiba-tiba ada perasaan bersalah, dia mengingat janji yang pernah dia katakan pada Farhan. Bagaimana jika Farhan masih setia padanya. Air mata Elisa mengalir deras, tidak bisa membayangkan bagaimana hati Farhan.
"Ah, tidak mungkin pasti kak Farhan sudah menemukan wanita lain." Elisa menepis keraguannya.
__ADS_1
Farhan
Foto Google
Prakkkkkkkkk
Foto Elisa yang dibingkai terjatuh, kacanya pecah. Farhan yang sedang baring disofa terkejut.
"Elisa, foto Elisa kenapa bisa jatuh." Farhan memungut pecahan kaca dan memisahkan dengan fotonya. Takut jika foto Elisa rusak.
"Ada apa dengan dia, semoga kamu baik-baik saja Elisa." Farhan menatap foto Elisa.
Kerinduannya sangat besar, tapi dia harus menunggu 1 tahun lagi untuk bisa bertemu dengan pujaan hatinya. Farhanpun berfikir apakah gadis secantik dia masih sendiri. Farhan lemas duduk ditepi ranjang.
"Dek, kok mata kamu sembab?" Faisal mendekati istrinya.
"Enggak apa-apa bang, Elisa ingat ibu Marni." Ucap Elisa menghapus air matanya.
"Maafin aku kak Faisal, sampai detik ini hati Elisa masih ada nama laki-laki lain." Elisa terdiam dalam pelukan suaminya.
"Ayo keluar dulu, bapak sama ibu nunggu untuk makan malam." Faisal menggandeng istrinya.
Merekapun keluar dan menuju meja makan.
"Bahagia bapak nak, anak bapak sekarang sudah ada yang menjaga." Ucap Iwan tersenyum menatap Elisa.
"Eh, kenapa kamu habis nangis Elisa." Tanya Nia sudah mulai lembut.
"Elisa ingat ibu Marni bu." Jawab Faisal.
"Sudahlah nak, ibumu sudah tenang." Ucap Iwan sedih.
Selesai makan mereka kembali kekamar. Mereka mengganti pakaiannya dengan baju tidur.
__ADS_1
"Elisa, kamu tidur pakai jilbab?" Ucap Faisal tertawa.
"Hehehehe!" Elisa tertawa menanggapi suaminya.
"Kita sudah halal, lepas saja jilbab kamu." Ucap Faisal merebahkan tubuhnya diranjang.
Elisa pelan-pelan membuka penutup kepalanya. Alangkah terkejutnya Faisal menatap kecantikan istrinya. Rambut hitam bergelombang, panjang sebahu. Menambah kecantikan alami Elisa, tanpa polesan makeup.
Elisa dengan ragu merebahkan tubuhnya di samping suaminya. Faisal memiringkan tubuhnya menghadap keistrinya.
"Sayang, makasih ya sudah mau menjadi istriku?" Tatapan lembut Faisal membuat Elisa salah tingkah.
Elisa tersenyum, tangan Faisal membelai rambut Elisa. Jantung Elisa berdetak sangat kencang. Faisal tersenyum melihat istrinya tegang dan wajah putihnya berubah memerah.
Faisal merubah posisinya, menghadap keatas. Faisal menceritakan awal kenal dengan istrinya, Elisa mendengarkan dan hanya diam saja. Faisal sesekali tertawa dan marah karena mengingat tingkah bapaknya. Dan bapaknya hari ini juga tidak menghadiri pernikahan mereka.
"Sayang, mau bulan madu dimana?" Ucap Faisal menoleh keistrinya.
"Kemana saja bang." Jawab Elisa lirih.
"Keluar negri mau, ah kepuncak aja ya?" Ucap Faisal semangat.
Elisa melirik kesuaminya dan tersenyum datar.
"Kepuncak aja lah dek, kan dingin. Biar kamu selalu deket sama aku terus. Nempel terus gitu, hehehehe." Ucap Faisal semangat.
Degggggg
Elisa heran Faisal kok bisa tenang ngomong seperti itu. Padahal biasanya dia kenal Faisal cowok yang pendiam.
"Sayang tidurlah, abang liat kamu kelelahan karena resepsi tadi. Abang juga ngantuk." Faisal memeluk Elisa. Elisa merasa kikuk, tapi takut melepas tangan yang melingkar diperutnya. Susah payah Elisa baru bisa memejamkan mata. Dan melepas semua beban dalam hidupnya.
~ Jangan lupa ya selalu tinggalkan jejak, like, dan komennya. Jika berkenan vote ya. Supaya penulis semangat berkarya. Terimakasih 🙏
__ADS_1