
Pagi ini seperti biasa setelah shalat subuh. Elisa sibuk didapur menyiapkan sarapan untuk suaminya. Faisal masih nyenyak dengan tidurnya. Bahkan bangun untuk shalat subuh tidak.
"Bang sarapan dulu." Ucap Elisa ketika melihat Faisal keluar dari kamar.
"Nggak usah aku buru-buru." Jawab Faisal sambil merapikan berkasnya.
Elisa dengan rasa kecewa menghampiri suaminya membawakan sepatunya. Elisa memasangkan sepatu suaminya.
"Udah aku berangkat kerja dulu." Ujar Faisal dengan nada cuek.
Elisa mencium tangan suaminya, tapi Faisal tampak acuh.
"Bu, ibu kurang sehat? Dari tadi saya perhatiin ibu diam terus." Ucap Rita disela-sela kerjaannya.
"Iya Rit, biasa kandunganku sudah semakin besar. Mual-mual terus jadi mungkin lemas saja." Jawab Elisa mencari alasan padahal dia memikirkan perubahan suaminya.
"Oh gitu bu, ibu jangan terlalu capek." Ucap Rita iba.
"Oya, Rit kamu makan dulu sana. Ibu lagi gak nafsu makan." Ucap Elisa sambil menjahit pakaian.
Rita berlalu dan menuju kemeja makan.
Dreggggg dreggggg 3x
"Ya hallo." Jawab Faisal lantang.
"Bang, jangan lupa makan tadi kan nggak sarapan. Jangan sampai abang sakit." Ucap Elisa Khawatir.
__ADS_1
"Ya!" Faisal mematikan panggilan telfon.
Elisa kembali meneruskan pekerjaannya. Dan membuang pikiran-pikiran negatif yang mengganggunya.
Faisal tampak asyik makan bersama Mita. Mita adalah mantan pacarnya yang pindah ke Riau.
"Siapa?" Tanya Mita menatap Faisal.
"Istriku." Jawab Faisal sambil menikmati makanannya.
"Iya, aku sudah dengar kamu menikah. Kenapa sih secepat itu kamu melupakanku?" Mita menatap sayu.
"2 tahun Mit, kamu pergi tanpa kabar." Faisal tampak kesal.
"Bagaimana, orang tuaku pindah ke Riau. Jadi aku juga harus ikut." Jawab Mita sedih.
Faisal tersenyum lembut, didalam hatinya selalu ada nama Mita.
"Istriku bagaimana?" Ucap Faisal menatap Mita.
"Ya biarin aja, yang penting kamu selalu ada untukku." Mita tersenyum manja.
"Bener, kamu nggak cemburu?" Faisal memegang hidung Putri.
" Mm, cemburu si. Secantik apa sih dia, sampai kamu berpaling dariku?" Mita tampak kesal.
"Yang jelas, kamu lebih cantik. Dia cuman gadis lugu membosankan!" Ucap Faisal tersenyum menggoda.
__ADS_1
"Makasih ya sayang." Mita berdiri lalu melingkarkan tangannya dileher Faisal.
Merekapun menghabiskan waktu berdua, jalan-jalan kemall. Sampai tidak mengenal waktu. Elisa seperti biasa selalu setia menunggu suaminya pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Elisa belum makan malam, dia ingin makan malam bersama suaminya.
"Makasih ya sayang, sudah nemenin aku seharian." Mita mencium Faisal manja. Lalu turun dari mobil. Faisal tersenyum lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah Mita.
Krekkkkkkk
Pintu terbuka dari luar, Elisa tau siapa yang datang dan buru-buru menyambutnya.
"Abang sudah pulang." Elisa meraih tas Faisal.
"Hm." Jawab Faisal singkat lalu masuk kedalam kamar merebahkan tubuhnya.
Elisa menatap kearah suaminya, lalu membuka sepatu yang masih terpakai oleh suaminya.
"Abang nggak makan dulu." Ucap Elisa lembut duduk disamping Faisal.
"Sudah makan direstaurant." Faisal memiringkan badannya membelakangi Elisa.
Elisa sedih menatap suaminya, semenjak kehamilannya Faisal berubah. Sudah tidak seperti Faisal yang pernah dia kenal dulu. Sekarang selalu marah-marah, meski kesalahan Elisa hanya sedikit.
Elisa merebahkan tubuhnya didekat Faisal. Pikirannya benar-benar tidak mengerti. Apakah dia pernah melakukan kesalahan, ataukah suaminya tau jika Elisa tidak sepenuhnya bisa mencintai dia. Walaupun Elisa susah payah untuk bisa menerima dan mencintai Faisal.
Elisa selalu berusaha yang terbaik saat bersama Faisal. Melupakan masa lalu, dan menerima bahwa Faisal memang jodoh yang ditakdirkan untuknya. Walau dia tidak bisa membohongi perasaannya jika dihatinya masih ada satu nama yang terukir indah. Tapi ketika Elisa sadar itu dosa, Elisa membuang jauh-jauh pikiran itu.
"Hmmmm!" Elisa menarik nafas panjang lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
~ Jangan lupa like dan komennya, jika berkenan kasih vote ya. Terimakasih🙏