Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Eps.50


__ADS_3

Hari ini Elisa meminta tolong kepada Rita karyawannya untuk belanja bahan jahitannya. Karena kandungan Elisa semakin besar, jadi dia tidak bisa melakukannya lagi.


"Rita, kamu pergi kemall ketoko langganan kita. Beli bahan-bahan, ini semua ada dikertas." Ucap Elisa memberikan catatan dan lembaran uang.


"Iya bu." Ritapun pergi kemall dengan menaiki motor maticnya.


Sesampai dimall Rita berbelanja sesuai yang ada dicatatan.


"Alhamdulillah sudah dapat semua." Ucap Rita senang.


Rita pun merasa lapar, dia meninggalkan belanjaannya ditoko. Dan pergi mencari makan.


"Hmm, makan apa ya?" Rita tampak bingung dimall banyak pilihan makanan yang enak-enak tapi dia mencari yang sesuai lidahnya.


"Hmm, ayam lalapan." Ucap Rita senang lalu memasuki restauran yang ada dimall.


Rita celingak-celinguk merasa kikuk masuk kedalam restauran sendiri biasanya selalu sama Elisa. Sekarang Elisa tidak bisa menemani dia belanja, karena usia kandungannya sudah 8 bulan.


"Hmm, duduk sini ajalah nggak terlalu kelihatan orang." Rita duduk dikursi paling pojok.


Pelayan menawarkan menu, Rita bingung memilih minumannya. Akhirnya jus alvokat dan ayam lalapan pilihannya.


Saat menunggu makanan, Rita asyik bermain ponselnya. Tiba-tiba terdengar suara cekikikan yang tidak asing lagi ditelinganya.


"Hehehehe, kamu bisa aja sayang." Ucap seorang wanita manja.

__ADS_1


"Iya sayang, beneran nggak adalah yang ngalahin kecantikanmu." Ucap seorang laki-laki yang tidak peduli dimana dia berucap.


"Seperti aku mengenalnya?" Bisik Rita lalu mencari sumber suara.


"Astagfirullah, Pak Faisal?" Rita diam terkejut dan berusaha menyembunyikan pandangannya dari suami bosnya itu.


"Sayang, kapan dong kamu cerein istri kamu itu?" Ucap seorang wanita yang bergelayut manja pada Faisal.


Deggggg


Jantung Rita berdetak sangat kencang.


"Apa, dia manggil sayang? Apa aku tidak salah dengar, ingin rasanya aku lemparkan gelas pada laki-laki tukang selingkuh itu." Rita tampak menggerutu tapi tidak bisa berbuat apa-apa.


Rita teringat Elisa yang begitu baik tidak pantas dihianati. Wanita lugu yang anggun, penyabar tutur katanya sopan. Ternyata dihianati oleh suaminya sendiri. Tak terasa bulir air mata Rita menetes dipipinya, Rita membayangakan Elisa yang tengah hamil besar.


Wajah Rita dia tutup sebagian dengan jilbabnya agar Faisal tidak mengetahuinya. Sepanjang jalan Rita mengumpat suami bosnya itu.


"Dasar laki-laki bisa-bisanya istri hamil malah mesra-mesraan sama wanita lain." Rita menggerutu sambil menaiki motornya.


"Bu Elisa, nasibnya harus mendapatkan suami sejahat dia." Rita tampak sedih.


"Andai kamu tau bu, kelakuan buruk suamimu. Bagaimana perasaanmu?" Rita tampak tidak fokus mengendarai motornya. Hatinya sangat sakit.


"Rita, kamu sudah pulang?" Ucap Elisa ketika melihat Rita keberatan membawa belanjaan.

__ADS_1


"Eh, jangan bu. Jangan angkat yang berat-berat kasian bayinya." Ucap Rita masih dengan raut sedih.


"Kamu capek Rit?" Tanya Elisa heran ketika melihat wajah murung Rita.


Rita hanya diam bingung ingin mengatakan apa. Ingin sekali mengatakan keburukan suaminya. Tapi ketika melihat perut Elisa yang besar Rita takut berdampak buruk pada bayinya.


"Ah, mungkin kamu lapar. Ayo kita makan sama-sama, kebiasan kamu kalau pergi belanja sendiri nggak mau singgah makan." Elisa tersenyum lalu menuju kedapur menyiapkan makanan untuk mereka berdua.


Merekapun makan berdua, Rita hanya diam terus memikirkan apa yang dia lihat. Sesekali Rita menatap Elisa yang sedang dengan lahapnya makan.


Tiba-tiba terlihat Faisal pulang dari kerja.


"Eh, abang sudah pulang." Elisa berhenti makan lalu menghampiri suaminya.


Faisal tidak perduli dengan Elisa, dia menyenderkan kepalanya dikursi dan diam tanpa kata.


Elisa membawakan segelas teh hangat, lalu duduk disamping suaminya.


"Abang capek, biar aku pijitin." Ujar Elisa ketika melihat muka masam suaminya.


"Sudah nggak usah." Faisal beranjak dari kursi.


Elisa menatap sedih kearah suaminya yang masuk kekamar. Rita melihat bosnya diapun merasakan kesedihannya.


"Andai kamu tau bu." Rita diam menatap Elisa yang tampak murung.

__ADS_1


~ Jangan lupa like dan komennya. Jika berkenan kasih vote ya. Terimakasih🙏


__ADS_2