Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Eps. 70


__ADS_3

Elisa tampak terdiam sesekali Farhan tersenyum menoleh ke arah wanita pujaannya yang duduk di sampingnya. Elisa menatap ke samping jendela seolah menatap kendaraan yang lalu lalang. Sebenarnya Elisa benar-benar dag dig dug di samping Farhan.


"Elisa, bagaimana kabar ayahnya Vino?" tanya Farhan memecah kesunyian.


Elisa terkejut lalu menatap ke arah Farhan yang tengah serius nyetir. Pandangan Elisa kembali ke samping dan terlihat termenung.


"Maaf Elisa, kalau pertanyaan aku membuat kamu tidak nyaman." Ucap Farhan merasa bersalah.


Elisa menatap kearahnya dan tersenyum. "Kak Farhan ngajakin aku makan malam mau bahas papanya Vino?"


"Eh, nggak Elisa. Sumpah bener nggak kok!" ucap Farhan gugup. Elisa tersenyum melihat tingkah Farhan, Elisa menatap lembut sosok pria di sampingnya. Pria yang dulu pernah berjanji akan selalu membahagiakannya, pria yang pernah berjanji akan datang setelah sukses. Sekarang pria itu benar-benar datang menepati janjinya.


"Kenapa liatin aku, aku jadi grogi nyetirnya?" ucap Farhan menggoda.


Elisa terkejut karena Farhan sadar jika dia memperhatikannya. "Ihh, nggak kak orang liat sana kok!" Ucap Elisa tersipu.


"Iya iya, iya deh...!" balas Farhan tertawa lirih, Elisa senyum-senyum wajahnya tampak memerah karena tersipu.


Sampailah mereka di restauran, Farhan memarkirkan mobilnya. Dengan cepat Farhan turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Elisa. Elisa tersenyum lalu turun dari mobil. Mereka berjalan menuju ke restauran.


Lagi-lagi Farhan memperlakukan Elisa seperti prinses, menarik kursi dan mempersilahkan Elisa duduk.


"Terimakasih kak." Ucap Elisa merasa tak enak.


Farhan memanggil pelayan, mereka pun memesan makanan. Elisa terlihat canggung duduk di depan Farhan, dia hanya menunduk dan seakan-akan sibuk dengan ponselnya.


"Elisa kok aku dicuekin, udah taruh dulu hpnya ya!" pinta Farhan lembut.


Elisa pun menyimpan benda pipih itu di tasnya. Farhan menatap lembut Elisa membuat Elisa semakin salah tingkah.


"Kakak bangga sama kamu Elisa, kamu sudah sukses sekarang." Puji Farhan, Elisa tersenyum mendengarnya.


"Kakak juga bahagia melihat kamu memiliki Vino, meski jujur pertama kakak lihat kamu sudah menikah. Aku marah dan berpikir kamu tidak bisa setia dan tidak bisa menjaga cinta kita." Ucap Farhan lirih.


Elisa menatap sayu Farhan, Elisa tersenyum menatap pria di depannya itu. "Kak maafin aku, mungkin sudah sangat mengecewakan kakak. (Elisa berhenti sejenak menarik napas panjang). Tapi, mungkin itu sudah menjadi jalan hidup Elisa dan sekarang bisa kuat."


"Iya kakak bangga sama kamu, masih ingat dengan ucapan kakak dulu. Janji kakak sama kamu?" Farhan menatap sendu.


Elisa terdiam, mulutnya seakan susah untuk menjawab pertanyaan Farhan. Dia tidak ingin banyak berharap apalagi statusnya singel parent mungkinkah Farhan masih bisa menerimanya.


Pelayan datang membawa dan menghidangkan makanan. Farhan menatap Elisa yang terlihat lebih banyak diam dan tidak menjawab pertanyaannya.


"Makan yang banyak, kakak lihat kamu semakin kurus."


"Dari dulu kan nggak bisa gemuk kak." Jawab Elisa tersenyum dan sedikit rileks.

__ADS_1


"Ya seperti itu, kakak liat kamu sudah tidak mengenal kakak." Ucap Farhan sayu.


"Makan dulu kak nanti keburu dingin." Ucap Elisa mengalihkan pembicaraan.


Farhan tersenyum mereka pun menikmati makanan. Sesekali Farhan melirik wanita pujaannya itu yang tengah serius menikmati makanannya.


"Elisa, apakah kamu sudah siap menerima seorang pria menjadi ayah dari Vino?" tanya Farhan saat selesai makan, Elisa terkejut dengan pertanyaannya dan terdiam.


"Elisa, kakak pernah berjanji akan selalu membahagiakan kamu. Aku akan datang saat sukses, sekarang aku datang Elisa. Aku ingin kamu menjadi istri dan menjadi ibu dari anak-anak kita!" ucap Farhan menatap sendu.


Dag dig dug jantung Elisa berdetak sangat kencang. Mata Elisa tampak berkaca-kaca, ini seperti mimpi. Pria yang dulu masih remaja yang berucap ingin selalu membahagiakannya saat sudah dewasa dia membuktikan ucapannya. Elisa ragu apakah pria di depannya tidak sama dengan mantan suaminya.


"Kenapa kamu diam, apa kamu meragukan aku Elisa?"


"Kak, Elisa takut gagal lagi." Ucap Elisa lirih.


"Berarti kamu trauma?"


"Emm, entahlah kak. Sebenarnya aku belum memikirkan mencari sosok ayah buat Vino. Aku hanya ingin fokus membesarkan Vino kak, apalagi kejadian dulu masih sangat membekas di hati aku kak."


"Elisa, percaya semua laki-laki tidak sama. Kamu jangan pernah berpikir aku sama dengan mantan suami kamu, percayalah Elisa. Aku mencintaimu tulus, dan sekarang aku mencintai Vino sama besarnya aku mencintai kamu!"


Elisa menatap Farhan, Elisa melihat cinta yang begitu besar di matanya. Namun, Elisa sadar dia merasa tak pantas bersanding dengan laki-laki sebaik Farhan.


"Kak, aku yang sekarang beda yang dulu kak." Ucap Elisa lembut senyum mengembang di bibir tipisnya.


"Bukan itu maksudnya kak, tapi apa kak?" tanya Elisa penasaran.


"Kesederhanaan kamu tidak berubah Elisa." Ucap Farhan tersenyum lembut.


Elisa tersenyum mendengar ucapan Farhan. "Kak, carilah wanita yang lebih pantas buat kak Farhan!"


"Maksudnya?" Farhan menatap tak mengerti.


"Kak, aku ini janda kak janda satu anak."


"Terus apa salahnya Elisa...?"


"Apa kata orang kak." Jawab Elisa lesu.


"Kenapa kita peduli dengan apa kata orang, kita yang menjalani hidup kita. Elisa kakak serius, aku mencintaimu mencintai Vino. Kamu mau menikah denganku?" tanya Farhan menatap lembut.


Dag dig dug detak jantung Elisa mendengarnya, bingung apa yang harus dia katakan. Cinta iya dia mencintai pria yang ada di depannya. Tapi, rasa tak pantas menyelimuti hatinya.


"Elisa, percayalah InsyaAllah aku akan terus menjadi suami yang bertanggung jawab. Aku tidak akan pernah menyakitimu, aku akan menjagamu menajaga Vino. Menerima Vino sebagai anak aku sendiri." Farhan berusaha meyakinkan Elisa.

__ADS_1


"Bagaimana dengan orang tua kak Farhan?


"Soal mama papa, mereka setuju." Ucap Farhan lirih.


"Baiklah kak, jika kakak serius besok temui bapak sama ibu." Ucap Elisa ragu.


"Iya besok kita menemui orang tua kamu Elisa." Ucap Farhan lega dan berseri-seri mendengar jawaban Elisa.


"Iya kak, kak kita pulang takut Vino rewel." Ucap Elisa lembut.


"Iya ayo." Farhan beranjak lalu membayar di kasir.


Sepanjang jalan mereka ngobrol dan Elisa sudah merasa tak canggung lagi. Hatinya pun bahagia ternyata cinta di masa remajanya kini akan menjadi cinta sejatinya.


Sampailah mereka di rumah Elisa, Farhan mengantarkan Elisa sampai di depan rumah.


"Kak tidak masuk dulu?" tanya Elisa saat turun dari mobil.


"Makasih, besok saja kakak jemput ya sudah larut malam. Assalamualaikum!" ucap Farhan lalu melajukan mobilnya.


"Wa'alaikumussalam." Jawab Elisa tersenyum berseri-seri wajahnya, lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Rita tampak sedang asyik nonton TV.


"Assalamualaikum,"


"Wa'alaikumussalam." Jawab Rita tersenyum seolah menggoda bosnya itu.


"Rit, Vino nggak rewel?"


"Nggak bu." Jawab Rita senyum-senyum menggoda.


"Ihh, napa senyum-senyum gitu Rit?"


"Emm kayaknya ada yang berbunga-bunga nih?" tanya Rita penasaran.


"Ihh kamu ini, emm iya Rit. Kak Farhan ngajakin aku nikah." Ucap Elisa lirih dan terlihat bingung.


"What, apa bu? bagus bu, aku bahagia dengarnya. Biar pak Faisal itu menyesal, suaminya bu Elisa super keren. Tajir melintir, pokoknya huhhh rasain!" ucap Rita bahagia bercampur kesal mengingat Faisal.


Elisa menggeleng-gelengkan kepalanya merasa lucu dengan tingkah karyawannya itu. Karyawan yang sudah dia anggap seperti adik sendiri.


"Udah nggak boleh kayak gitu, doakan yang baik-baik untuk orang lain."


"Iya bu." Ucap Rita tersenyum.


Elisa menggendong Vino yang tertidur. "Rit, ayo tidur."

__ADS_1


"Iya bu!" Rita beranjak dan menuju kamarnya, sedangkan Elisa menggendong Vino menuju ke kamarnya.


🌿Jangan lupa like, komen dan vote. Makasih.


__ADS_2