
2 Tahun kemudian
Tak terasa 1 tahun lagi Farhan akan menyelesaikan kuliah kedokterannya. 1 tahun waktu yang masih cukup lama harus dia jalani. Selama ini dia tidak pernah pulang kekota kelahirannya. Karena larangan dari orang tua, sebelum berhasil menjadi seorang dokter Farhan tidak boleh pulang, itu yang dikatakan papanya. Orang tuanyalah yang akan mendatangi Farhan jika sudah rindu.
Kerinduan Farhan teramat besar buat Elisa, apalagi selama ini dia sudah tidak pernah kontak Elisa. Bagaimana kabar, masih sendirikah dia. Semua pertanyaan selalu menghantui pikiran Farhan.
"Elisa, 1 tahun lagi aku akan datang, dan kamu pasti bangga dengan keberhasilanku." Farhan menatap foto Elisa yang sengaja dia letakkan dimeja kamar.
"Cinta dan perasaanku masih sama, aku selalu menjaga hatiku. Tidak ada seorang wanitapun yang bisa menggantikamu." Farhan mengambil Foto Elisa lalu memandanginya.
Dreggggg...dreggggggggg
Pesan wa:
"Farhan, jemput aku besok kekampus ya." Bunyi pesan dari putri.
Dengan malas Farhan membaca tanpa membalasnya.
Putri masih sama, dia masih berusaha untuk mendapatkan hati Farhan. Apalagi mendapat dukungan dari orang tua Farhan.
Tuuuuuttttt...tutttttttttt
Dreggggg...dreggggggg
__ADS_1
Panggilan telfon 5x
"Huhhh, kenapa ini cewek selalu saja ganggu hidupku." Farhan merijek panggilan telfon putri.
"Hmmm, kenapa sih Farhan, apa kurangnya aku. Masih saja kamu menolak cintaku?" Gerutu Putri lalu melempar hpnya diranjang.
Farhan merebahkan tubuhnya diranjang, bayangan akan sosok Elisa setiap malam selalu menghantuinya. Kerinduan yang sudah tak bisa dibendung lagi, tapi harus bagaimana lagi dia tidak bisa pulang karena perintah orang tuanya.
Farhan tetap setia akan perasaannya, entah sudah berapa banyak hati wanita yang patah karena penolakannya termasuk Putri.
Elisa malam ini sangat bersyukur sekali, dia mensyukuri kehidupannya yang semakin hari semakin maju. Setiap bulan bisa mengirim uang kedua orang tuanya. Dia juga semakin mahir menjahit, karena cita-citanya jika memiliki cukup uang akan membuka usaha menjahit sendiri.
"Terimakasih ya Allah, atas nikmat yang kau berikan kepada hambamu ini. Kepahitan yang dulu aku alami sekarang berubah lebih baik" Elisa menerawang keatas langit-langit kamar.
"Elisa, kamu harus sadar diri. Siapa Farhan dan siapa kamu. Kamu tidak sepadan dengan dia Elisa!" Bisik Elisa dalam hati, wajahnya berubah jadi sedih.
Elisa meraih benda kecil pemberian Farhan, Elisa tersenyum mengingat kenangan masa SMA awal kenal Farhan. Dan awal dia jatuh cinta. Saat itu Elisa mengatakan jangan pacaran. Jika jodoh pasti akan bertemu.
Tuttttttttttt...tutttttttttttt
Dreggggggggg.....
Jam tepat pukul 24.00
__ADS_1
"Assalamualaikum kak Faisal" Jawab Elisa sopan.
"Waalaikum salam, kamu belum tidur Elisa?" Jawab Faisal tak kalah lembut.
"Belum kak"
"Selamat ulang tahun Elisa, tambah cantik, baik. Dan semakin bahagia. Aamiin." Ucap Faisal bahagia.
"Terimakasih kak, Elisa sendiri aja lupa kak kalau sekarang ultah Elisa. Xixixixixi." Elisapun tertawa.
"Ahhh kamu, kerja aja. Sampai lupa sama diri kamu sendiri." Ujar Faisal menggoda.
"Besok malam, kita rayain dicafe ya Elisa. Kakak traktir kamu." Faisal tampak memohon.
"Baiklah kak" Jawab Elisa merasa tidak enak jika menolak.
Elisa sangat bersyukur dipertemukan dengan Faisal yang sangat baik yang sudah merubah hidupnya. Elisa menganggap Faisal sudah seperti kakak sendiri. Selama ini dia yang selalu menjaganya. Ada saat dibutuhkan..Elisa dan Faisal beda usia 5 tahun.
Elisa merebahkan tubuhnya, menatap langit-langit kamar dia berharap suatu saat Farhan akan datang dan menepati janjinya. Dan mempersuntingnya. Dia berharap laki-laki yang dicintainya tidak akan pernah berubah walaupun sudah menjadi dokter. Karena Elisa sadar siapalah dirinya.
"Kak Farhan, apakah kamu masih selalu memikirkanku?" Bisik Elisa dalam hati.
Tak terasa Elisapun tertidur. Dan seperti biasa bangun shalat malam. Dan selalu berdoa untuk kebaikan dalam hidupnya.
__ADS_1
~ Jangan lupa like, vote dan komennya ya. Terimakasih🙏