
Hari ini adalah pengumuman kelulusan. Farhan tampak sedang menunggu pengumuman. Tibalah waktunya dan hanya 2 anak yang tidak lulus disekolahnya. Farhan antara bahagia dan sedih. Bahagia karena lulus dengan nilai terbaik, sedangkan sedih karena harus berpisah dengan Elisa.
"Elisa ayo kesana!" Tini menarik tangan Elisa.
"Kemana, aku bisa jalan sendiri jangan ditarik lah." Elisa tampak melepas pegangan Tini.
Tini tersenyum dan melepaskan pegangannya.
"Itu lihat pangeran kamu, lulus dengan nilai tertinggi." Tini memperlihatkan papan pengumuman.
Elisa tampak bangga pada Farhan, orang kaya tapi tak pernah malas belajar.
"Ih kenapa, senyum-senyum sendiri kamu?" Tini mencolek pipi Elisa.
Elisa tampak tersipu, wajahnya menjadi merah karena ulah sahabatnya itu.
"Ciee yang lagi jatuh cinta." Ledek Tini.
"Kayak tau aja, aku jatuh cinta." Elisa mendorong pelan tubuh Tini.
"Hmmm masih aja bohong sama sahabat sendiri." Tini pura-pura cemberut.
"Hehehe iya aku memang menyukai kak Farhan." Elisa merangkul Tini.
"Sudah ku duga." Jawab Tini tersenyum.
"Ya tapi kalian akan berpisah dalam waktu yang cukup lama." Tini menatap sedih.
Elisa hanya mengangguk dan wajahnya tampak sedih.
"Iya ga papa say pacaran itu ga baik. Sekarang sudah tau perasaan masing-masing jadi semoga suatu saat bisa disatukan ke hubungan yang halal." Ucap Elisa serius.
__ADS_1
"Aamiin." Tini mengaminkan kata-kata Elisa
Elisa melirik Tini, dia bersyukur mempunyai sahabat setulus Tini. Dia merasa punya saudara yang tulus menyayanginya.
Farhan mencari keberadaan Elisa dia mencari kekelas tapi tak menemukan Elisa. Saat berjalan mereka berpapasan.
"Ehmm jangan nabrak lagi ya!" Ujar Farhan mengagetkan mereka berdua.
"Hehehe!" Elisa tersipu.
"Ah itu akal-akal dia saja kak, dulu pura-pura nabrak gitu. Supaya kenalan sama cowok ganteng." Ujar Tini menggoda.
"Hih!" Elisa memukul pelan lengan Tini.
"Hahahahaha" Merekapun tertawa.
"Sial itu cewek kampung masih aja berani dekati Farhan." Ujar Putri dari kejauhan.
"Farhan hanya akan menjadi milikku." Bisik Putri dalam hati.
Putri lalu pergi dari hadapan mereka dengan perasaan jengkel.
"Ihh kalian ini terakhir aku disini. Gimana kalau kalian aku traktir kemall?" Ujar Farhan semangat.
Tini memandang Elisa, berharap Elisa mau menuruti.
"Boleh kak!" Elisa menyanggupi.
Farhan tersenyum dan sangat bahagia sekali. Mereka bertiga pergi kemall dengan mengendarai mobil mewah Farhan. Dalam hati Elisa, merasa kagum dengan kemewahan Farhan.
Tibalah dimall mereka jalan-jalan, Farhan menawarkan beberapa pakaian untuk dibeli. Tapi Elisa menolak.
__ADS_1
Mereka memesan makanan, Elisa tidak pernah sama sekali makan dan minum senikmat ini. Dengan lahap Elisa menyantapnya.
"Bahagia rasanya melihatmu bahagia Elisa." Farhan terdiam sambil senyum-senyum sendiri.
"Kayaknya aku hanya sebagai obat nyamuk nih!" Ujar Tini sambil tersenyum.
"Ihhhh apaan sih kamu." Elisa mencubit lengan Tini.
"Aduh" Tini memegang lengannya dan tampak meringis.
"Hahahahaha" Mereka pun tertawa kembali.
"Tin, tolong jaga bidadariku ini ya." Farhan tampak tak melepas pandangannya ke Elisa.
Deggg, jantung Elisa berdetak sangat kencang dan pura-pura cuek, asyik menyantap makanannya.
"Sip kak jangan khawatir." Dia ini separuh dari hati saya. Ucap Tini sambil merangkul Elisa.
"Terimakasih Tin, aku pasti akan kembali setelah sukses.Dan akan meminang dia!" Ujar Farhan mantap.
"Hmmm masih jauh kak. Masih lama, pikir dulu masa depan." Ujar Elisa menutupi kegelisahan.
Farhan hanya tersenyum sambil menatap Elisa.
"Jangan biarkan laki-laki lain merebutnya dariku Tin." Farhan tampak sedih.
Tinipun ikut sedih, begitu besar cinta Farhan ke Elisa. Semoga tidak akan pernah berubah dan akan membahagiakan Elisa kelak.
"Kak kita pulang yuk, ibu nanti mencariku." Pinta Elisa cemas.
Farhan yang tau ibunya Elisa galak. Farhanpun menyanggupinya. Dan berpesan pada Tini untuk menjaga Elisa dan tetap rukun sebagai sahabat.
__ADS_1
~ Jangan lupa tinggalkan jejak, like vote dan komennya. Terimakasih.🙏