
Keputusan Elisa sudah bulat dan dia sudah bercerai dengan Faisal dan hak asuh jatuh pada Elisa. Elisa sudah 5 bulan menjadi seorang singgle parent.
"Rit, Alhamdulillah ya aku sekarang sudah punya butik sendiri." Ucap Elisa senang sambil mengatur pakaian-pakaian di patung.
"Alhamdulillah bu, berkat kerja keras ibu. Sekarang sedikit demi sedikit ibu sudah mulai sukses." Ucap Rita memuji bosnya.
"Hehehehe, Alhamdulillah perjuangan mulai dari nol." Elisa sangat bahagia sekali dan sudah melupakan tentang penghianatan suaminya.
Vino terlelap diayunannya. Elisa sudah mulai banyak yang mengenal dan sudah banyak pelanggan yang percaya dengan hasil rancangannya dan pesanan gaun pengantin pun sudah mulai banyak.
"Rit, sudah berapa yang melamar pekerjaan? Kita butuh 10 orang 5 yang menjahit dan 3 yang menyetrika sisanya yang mengepak barang." Ucap Elisa sambil terus mengatur dagangannya.
"Banyak bu yang daftar ada 50, tapi sesuai permintaan ibu sudah saya terima 10 orang bu."
"Ya kamu urus aja say, lusa sudah mulai masuk kerja ya." Ucap Elisa senang.
Elisa sudah mulai sukses, hasil rancangannya banyak peminatnya. Elisa menjadi desainer yang sudah mulai diperhitungkan kualiatasnya.
"Rita, kamu jadi kuliah?" Tanya Elisa menghampiri Rita yang sedang mengatur posisi kursi tamu.
"Jadi bu."
"Ya, kamu kuliah saja masalah biaya jangan khawatir aku yang biayai." Ucap Elisa tersenyum.
Elisa sudah menganggap Rita seperti adik sendiri, karena Rita yang setia mendampingi Elisa berjuang membangun usahanya.
"Makasih ya bu, hmm bu pak Faisal pasti akan menyesal sekali karena melihat ibu seperti sekarang ini." Ucap Rita bangga.
"Hus, nggak boleh seperti itu Rit. Walau bagaimanapun dia papanya anak aku." Ucap Elisa sedih.
"Habis kesal bu, sudah dapat wanita sebaik ibu masih aja tergoda sama wanita lain." Ucap Rita kesal.
__ADS_1
"Hehehehe, itu sudah jalan aku Rit bertemu dengan yang salah."
"Hehehehe, iya benar bu. Semoga ibu secepatnya dipertemukan dengan pria yang baik, tanggung jawab dan sayang sama Vino." Ucap Rita senang.
"Entahlah Rit, kalau berfikir ke arah situ belum sih. Aku masih trauma." Ucap Elisa duduk lemas di sofa.
"Hmm, memang tidak mudah bu apalagi ini dihianati. Ya semoga ibu cepat melupakan rasa sakit itu ya bu." Rita duduk di samping Elisa.
"Iya Rit, semua sudah ada yang ngatur kita tinggal menjalaninya. Aku sudah mengalami banyak lika-liku dalam hidup ini dari aku kecil Rit, hidup susah. Sekarang Alhamdulillah, Allah sudah mulai merubah hidupku." Ucap Elisa bersyukur.
"Iya bu, ibu sekarang terkenal. Liat saja itu artis yang sebentar lagi nikah, kan bikin bajunya sama ibu. Aduh, nggak sabar ketika dia pakai di hari pestanya trus kamera menyorotnya pasti ibu terkenal karena ibu desainernya." Ucap Rita menggebu-gebu.
"Kamu ini pikirannya kok sampai ke situ." Ucap Elisa geli.
"Gimana sih bu, itu artis terkenal lo bu. Pernikahannya akan disiarkan di tv. Ya pasti gaun pengantinnya pun tidak ketinggalan dari pemberitaan.
"Hehehehehehe, ya semoga dari situ kan usaha kita semakin maju." Ucap Elisa tersenyum.
"Hus, nggak boleh gitu" Elisa menatap Rita.
"Habis kesal bu"
"Hehehehe, selalu sabar dan ikhlas Rit. Bagaimanapun buruknya orang lain memperlakukan kita. Kita harus selalu memaafkan, agar hati kita tenang." Ucap Elisa lalu merangkul Rita yang duduk di sampingnya.
"Maaf bu, aku harus banyak belajar dari ibu." Ucap Rita tersenyum.
"Sama-sama belajar Rit, dan tetap setia disampingku ya."
Rita tersenyum dan bahagia memiliki bos yang baik yang sudah menganggapnya seperti adik. Dari Elisa Rita belajar arti keikhlasan dan kesabaran.
Tiba-tiba datang Faisal ke butik Elisa. Rita tampak sebal melihat Faisal yang turun dari mobil.
__ADS_1
"Mau apa dia bu?" Ucap Rita kesal.
"Ya mungkin mau ketemu Vino Rit." Ucap Elisa tenang.
"Kenapa baru sekarang, ah mungkin mau minta balikan kali bu." Ucap Rita emosi.
"Hus kamu ini ah, negatif aja." Ucap Elisa tersenyum lalu berdiri menghampiri Faisal yang sudah berada di depan pintu.
"Silahkan ada yang bisa saya bantu bang?" Ucap Elisa lembut.
"Wah Alhamdulillah dek, sekarang kamu sukses." Ucap Faisal tersenyum matanya kesana kemari melihat isi butik.
"Alhamdulillah bang, ya cukuplah bang untuk kehidupan kami." Ucap Elisa lembut.
"Vino mana dek?
"Tidur bang, aku ambil dulu ya." Ucap Elisa lalu berlalu dari hadapan Faisal.
"Eh jangan dek, biarkan Vino tidur nanti kalau ada waktu saya ke sini lagi. Ini untuk keperluan Vino, maaf baru bisa ngasih adik vino juga sudah lahir." Ucap Faisal sambil memberikan amplop.
"Alhamdulliah sudah lahir ya, bang nggak usah repot-repot bang mungkin lebih butuh untuk keperluan bayinya."
"Nggak Elisa, sudah ada maaf kalau selama ini aku tidak perhatian sama Vino." Ucap Faisal sedih.
"Nggak apa-apa bang, Vino pasti tau ayahnya sibuk." Ucap Elisa berusaha menerima dan ikhlas akan penghianatan Faisal.
"Ya sudah aku pamit ya." Faisal lalu meninggalkan butik Elisa.
"Maaf Elisa" Faisal melihat ke arah butik dari kaca mobil.
Rita semakin kagum dengan bosnya, dia sudah bisa memaafkan orang yang sudah menyakitinya dan memilih berdamai dengan keadaan. Elisa lebih memilih bangkit dari pada harus terpuruk karena hal yang membuatnya jatuh dan menata masa depannya.
__ADS_1
**Jangan lupa like dan komen. Vote juga ya. Terimakasih.