Kesabaran Elisa

Kesabaran Elisa
Eps.64


__ADS_3

Sudah empat hari Vino di rawat di rumah sakit, dan Vino sudah membaik. Siang malam Elisa selalu menjaga Vino di temani Rita jika malam hari. Jika siang hari Elisa menjaga Vino dengan Nana baby sister Vino, kerena Rita harus ke butik.


"Selamat siang, saya akan memeriksa Vino kembali." Ucap Farhan bersama perawatnya.


Farhan pun memeriksa keadaan Vino, Farhan tersenyum karena Vino benar-benar sudah membaik dan tidak demam lagi.


"Alhamdulillah bu Elisa, Vino sudah bisa di ajak pulang hari ini." Ucap Farhan lembut berusaha profesional dan melupakan masalahnya dengan Elisa.


"Terimakasih Dok." Ucap Elisa bahagia lalu menggendong Vino.


"Vino sayang jangan sakit lagi ya. Kasian mama sampai khawatir kan." Farhan memegang pipi Vino.


"Hehehehe, iya makasih ya Dok. Vino udah boleh pulang." Ucap Elisa matanya berkaca-kaca.


"Elisa masalah administrasi saya sudah menyelesaikannya. Semua biaya Vino di rawat di sini sudah saya tanggung." Ucap Farhan tersenyum lalu berlalu dari hadapan Elisa.


Elisa diam dan belum sempat mengucapkan terimakasih. Elisa berfikir kenapa Farhan masih tetap baik padanya padahal dia sudah menggoreskan luka hatinya.


"Bu kita pulang sekarang?" Ucap Nana yang sudah selesai merapikan barang milik Elisa.


"Emm iya ayo." Jawab Elisa gugup.


Vino sudah mulai terlihat ceria lagi digendongan ibunya. Vino sudah kembali sehat, Elisa sangat bahagia melihat anaknya sehat kembali. Elisa meninggalkan ruang rawat menuju ke mobil sudah ada sopir yang menjemput mereka.


"Sudah sembuh nak Vino bu?" Ucap sopir sopan.


"Alhamdulillah sudah pak." Jawab Elisa tersenyum bahagia.


Sepanjang jalan Elisa memikirkan kebaikan Farhan yang tak pernah berubah. Ketulusan Farhan yang tak meminta balasan bahkan disakiti pun Farhan tetap berbuat baik.


"Semoga istrimu kelak mencintaimu tulus kak." Bisik Elisa dalam hati lalu mencium pipi Vino.


"Bu, Dr. Farhan baik banget ya?" Ucap Nana kagum dengan sosok Farhan.


"Iya Na, dia itu udah kenal ama aku lama dari kita masih sekolah SMA. Dr. Farhan kakak kelas aku dia emang baik banget." Ucap Elisa wajahnya berseri-seri.

__ADS_1


"Wah kayaknya pernah ada hati ya bu atau emang pernah menjalin hubungan ya bu?" Nana tampak penasaran.


"Hehehehe kamu ini Na, nggak kita cuman teman kok." Ucap Elisa berbohong.


"Hemm padahal ibu sama Dr. Farhan cocok banget pasangan serasi deh."


"Dr. Farhan itu bentar lagi mau nikah ada kok undangannya." Ucap Elisa tersenyum.


"Hmmm kecewa deh aku." Ucap Nana lesu.


"Kecewa kenapa?" Elisa menatap Nana tak mengerti.


"Ya kecewa berharap ibu itu cinta lama Dr. ganteng itu jadi CLBK deh, trus jadi papanya Vino. Ya Vino ya punya papa Dr. guanteng." Ucap Nana tertawa sambil menciumi pipi Vino.


"Hehehehe, kamu ini akh. Nggak mikir dulu kita bahagia hidup berdua aja." Ucap Elisa matanya berkaca-kaca Elisa mengingat bagaimana Faisal menghianatinya.


"Ya benar bu, fokus sama anak dulu. Jodoh sudah ada yang ngatur bu." Ucap Sopir lembut.


"Iya pak benar."


"Apa kamu bahagia Elisa?" Farhan termenung sambil tangannya memegang dagunya.


"Apa kamu hanya sedang menutupi masalah rumah tanggamu. Jika benar sungguh kamu memang wanita hebat, wanita kuat." Bisik Farhan mengagumi sosok Elisa yang tidak pernah berubah.


Farhan sudah melupakan kebenciannya pada Elisa. Farhan berusaha menerima jika Elisa hanya bagian dari masa lalunya. Farhan kini bersyukur Elisa sudah menjadi Elisa yang sukses dan mempunyai seorang anak yang lucu menambah kebahagiaan Elisa.


"Vino, kenapa aku tiba-tiba ingat dia ya perasaan apa ini?" Farhan tiba-tiba mengingat Vino dan bagaimana dia khawatir saat Vino demam.


"Semoga kamu selalu sehat nak." Bisik Farhan lalu tersenyum mengingat wajah Vino yang menggemaskan.


Hari sudah sore Farhan bersiap untuk pulang. Entah mengapa hari ini Farhan sedikit tenang dan semangat. Beberapa hari bertemu dengan Elisa di rumah sakit, Farhan mulai sadar jika kebenciannya pada Elisa tidak beralasan. Kesalahan tidak sepenuhnya pada Elisa, Farhan sadar dia lama tidak memberi kabar pada Elisa. Mungkin Elisa menganggap dia melupakannya dan berpaling pada laki-laki lain yang menghalalkannya.


"Semoga kamu bahagia Elisa." Bisik Farhan sambil ke luar dari ruangannya.


Farhan berjalan melewati lorong rumah sakit, pikirannya mulai tenang dan mulai semangat lagi. Farhan akan berusaha membuka lembaran baru meski cintanya pada Elisa teramat besar. Tapi, Farhan akan berusaha melupakan Elisa.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan pulang, di mobil Farhan selalu mengingat wajah Vino. Entah rasanya ada ikatan antara batin mereka, apalagi saat Vino rewel dan di gendong oleh Farhan. Vino tiba-tiba diam di pelukannya. Farhan ingin sekali bertemu dengan Vino kembali.


Farhan tiba di rumahnya wajahnya tampak berseri-seri. Mama papanya sedang asyik nonton TV.


"Sudah pulang nak?" Ucap mamanya ketika melihat Farhan masuk ke dalam.


"Iya ma." Ucap Farhan tersenyum tidak seperti biasanya.


"Bagaimana kerjaan kamu?" Ucap papanya menatap lembut.


"Baik pa." Ucap Farhan lalu bergegas ke kamarnya dan mandi selesai mandi Farhan ke taman belakang sekedar duduk-duduk melepas lelah.


Farhan duduk sendiri tampak senyum-senyum sendiri. Farhan selalu terbayang Vino, ingin rasanya Farhan menemui Vino dan bermain bersamanya.


"Hayo kakak diam aja mikir apa?" Tiba Mita datang mengagetkan kakaknya.


"Nggak kepo kamu ini." Ucap Farhan berseri-seri.


"Hmm, sepertinya udah mulai senang ya bahagia banget. Udah mulai cinta ma calon kakak ipar, sudah melupakan masa lalu?" Ucap Mita nyerocos.


"Cinta, cinta sama siapa. Kalau bisa aku tu nggak pengen kenal sama namanya Putri." Ucap Farhan keceplosan dan tampak kesal mendengar nama Putri.


"Terus kakak keliatan bahagia banget ada apa, cerita dong kak?"


"Hhhm baiklah, gini aku ingat terus sama anak Elisa dia lucu Mit." Ucap Farhan tersenyum.


"Anak Elisa mantan kakak?" Mita tak mengerti


"Iya dia beberapa hari ini di rawat di RS." Jawab Farhan menatap adiknya.


"Kak udahlah lupain dia, dia udah bahagia kan. Sekarang saatnya kakak bahagia juga kalau kakak tidak cinta sama Putri, udah batalin aja. Mau buktikan apa sama kak Elisa percuma kakak. Kak Elisa udah bahagia sama keluarganya kan."


"Iya aku tau Mit, kakak udah sadar biarlah Elisa bahagia. Masalah batalin pernikahan kurang dua minggu lagi. Kakak bingung, kasian mama papa kan." Ucap Farhan lesu.


"Hmm, itu terserah kakak. Kakak yang bisa memutuskan bagaimana kakak harus menentukan nasib kakak. Mita percaya kakak pasti bisa menyelesaikannya. Kakak semangat ya, dan lupain kak Elisa." Mita memegang pundak Farhan lalu berlalu dari hadapan Farhan. Farhan kembali bingung memikirkan apakah melanjutkan pernikahannya atau membatalkannya.

__ADS_1


**Jangan lupa like komen, dan Vote. Terimakasih.


__ADS_2