
Kini mereka sampai di suatu tempat,,
Terhampar sebuah taman yang sangat luar di kelilingi bunga bunga bermacam macam,, dan di ujung tanah luas itu ada sebuah danau sang sangat besar dan luas di setiap ujung tanah ada pohon pohon rindang tang berjejer di sana dan terdapat sebuah kursi pula di bawah teduh nya pohon untuk melihat pemandangan Bangi pengunjung,,,
"Wah,,, indah sekali,, sejuk sangat angin yang menghembus ini..." Ucap Ziyan saat turun dan melihat ke sekeliling...
"Ayo kita membuat tempat untuk duduk di tempat yang teduh..." Ucap Indra mengajak semua nya...
Merekapun hendak mengikuti Indra yang membawa tikar besar tuk duduk di tempat yang teduh..
Setelah beberapa saat berjalan...
"Nah,, disini kayak nya cocok..." Ucap Indra..
kemudian mereka menurunkan barang barang keperluan yang di bawa masing masing,,, mereka menggemparkan tikaar dengan dua tikar yang satu Ziyan dan yang satu lagi Diana sedangkan Milna mengikuti Ziyan...
"Nah,, kamu tidurkan bayi kamu di sini...?" Pinta Ziyan saat Ziyann membawa sebuah ayunan kecil untuk bayi yang terbuat dari kerajinan bambu...
"Terimakasih..." Ucap Milna singkat...
"Kamu tolong bantu awasi mereka ya.. Biar bayi kamu aku jaga..." Ucap Ziyan...
"Baik,, terimakasih...," Ucap Milna sesimpel dan sesingkat itu...
"Kiano main nya jangan jauh jauh..." Pinta Ziyan...
"Baik mah..." Jawab Kiano patuh..
Kiano dan ShanShan main di tempat yang tak jauh dari mereka di temani Milna...
"Apakah perlu kita punya baYi..?" Tanya Indra dengan tiba tiba saat melihat Ziyann begitu serius melihat bayi Milna dan terlihat sangat senang...
Ziyan langsung berbalik melirik ke arah Indra karna pertanyaan yang tiba tiba tersebut,, Ziyan mengerutkan dahinya...
"Kita cocok Lo memiliki adik untuk Kiano.." Goda Indra...
"Sudah,, jangan bahas lagi..." Ucap Ziyan yang merasa malu karena nya.. Pipi nya memerah namun Ziyan memalingkan wajah nya dari Indra...
Indra hanya tersenyum kekeh melihat Ziyan yang seperti itu
...----------------...
Sementara itu Dino sedang sibuk mencari keberadaan serifikat rumah nya yang hilang entah kemana,, Dino mencari dari berbagai sumber dan mencari tahu ke sesiapa orang yang menurut nya tahu,, akan tetapi takk dapat hasil karna tak ada di daerah sana.. Mungkin di daerah lain sehingga sulit di temukan...
__ADS_1
Kerena itu membuat Dino geram terhadap Piona sampai segitu nya dia menggadaikan rumah mereka sampai jauh dan tak pernah bilang pada nya bahwa rumah itu di gadaikan dan entah sudah berapa lama itu berlangsung...
Sampai sampai Dino mencari di berbagai penggadaian di sana namun tak kunjung di temukan,, entak kemana Piona menggadaikan nya,, bahkan ke bank pun tak di temukan juga dan entah di bank mana dia menggadaikan rumah nya...
Dino mulai pusing karena itu karna tak kunjung mendapatkan hasil apapun...
Sementara itu piona kini tak di rumah melainkan sedang bersama Luky ,, Piona semakin menggila dengan obsesi nya yang ingin menghancurkan Ziyan...
Sampai sampai melakukan berbagai macam cara...
Apa lagi Zeny yang kini di penjarakan nya memperkuat kebencian nya terhadap Ziyan. Enyah apa yang akan dia lakukan ....
...----------------...
Sementara itu waktu yang semakin berjalan membuat mereka kelaparan...
"Mari kita makan anak anak...," Ucap Ziyan menghentikan mereka bermain dan ke tempat masing masing...
"Aku mau ke sana,, aku titip dulu bayi ku..." Ucap Milna yang ingin menghindari mereka dan pergi ke ujung taman di sana ...
Kini merekapun menyatu karna tak seru berpisah pisah,,,
Sedangkan di sisi lain kini Milna sendirian duduk di ujung taman melihat danau yang luas...
"Apakah aku akan hidup sendidan selamanya ..?" Tanya Milna melihat ke atas langit yang tak terlalu terik karna tertutup oleh awan...
"Mengapa saat ada kesempatan ,, tetapi malah berujung kembali semula..." Ucap Milna kembali...
"Mengapa aku tak di beri kesempatan untuk memiliki keluarga ataupun sodara...,?" Tanya Milna kembali meratapi hidup nya yang sendirian dari bayi sampai sekarang karna dengan tega orang tua Milna membuang nya dan sampai sekarang tak tahu mereka dimana siapa dan apakah masih ada atau tiada...
Milna menyadari nya setelah beranjak dewasa mungkin diri nya di lahiran hasil anak di luar nikah dan takut menjadi aib sehingga taga di buang,, bahkan sekarang dirinya pun sama memiliki anak Tampa pernikahan dari Hendra,, namun Milna memilih menjaga nya karna Milna merasakan bagai mana sakit nya hidup sendirian dan hidup yang tak di inginkan...
Meski akan jadi aib,, harus berbuat apa anak itu tak bersalah dan bagai manapun dia darah daging dari nya mana mungkin dengan tega di biarkan sendirian di dunia yang kejam ini setelah Milna merasakan betapa sulit nya hidup sendiri dan menderita setiap saat...
Milna menghela nafas panjang untuk mencoba membiarkan masa lalu nya tertinggal meski selalu teringat dengan hidup nya yang saat ini,, Namun semenjak hadir nya Ziyan,, semua perlahan sedikit terobati karna kebaikan nya meski Milna masih belum mengakui kebaikan ziyan
"Kenapa dia...?" Tanya Diana...
"Entah lah.. Mungkin memiliki masalah..." Ucap Ziyan yang tak ingin ikut campur namun merasa iba pada nya...
Merekapun makan sampai setengah nya...
"Aku akan menyamperin nya,, kalian makan lah..." Ucap Ziyan sebari membawa makanan untuk Milna..
__ADS_1
Terlihat dari belakang Milna yang duduk sendirian hanya memandangi danau yang sangat luas tersebut...
"Apakah kamu tak lapar...?" Tanya Ziyan yang tiba tiba datang Tampa di sadari Milna karna tak fokus..
Milna melirik ke arah nya...
"Aku masih kenyang,, terimakasih..." Ucap Milna yang menolak tawaran Ziyan...
"Sudah,, kamu makan,, hari sudah siang,,," Ucap Ziyan pada Milna memaksa nya...
"Sudah jangan sungkan,, aku simpan di sini... Makan lah,,, kalau kamu sakit nanti kamu tak bisa bekerja...," Ucap Ziyan mencoba mencari alasan supaya Milna memakan nya ..
"Baik lah,, terimakasih,," Ucap Milna ..
"Apa kau boleh duduk di sini bersama mu ..?" Tanya Ziyan pada Milna melihat bangku kursi panjang yang masih luar cukup untuk 3 orang lebih...
"Tentu saja,, ini tempat umum jadi tak ada gak untuk ku melarang siapapun.." Ucap Milna..
Ziyan pun tersenyum mendengar apa ya g di katakan Milna.. Lalu duduk di sebelah nya ..
"Indah ya pandangan nya...?" Tanya Ziyan memulai percakapan nya...
"Ya,,, memang sangat indah..." Ucap Milna sambil mulai memakan makanan yang di bawa Ziyan..
"apa aku boleh bertanya...?" Tanya Milna..
"Tentu saja.. Mengapa tidak..?" Tanya kembali Ziyan..
"Apa alasan kamu baik padaku...?" Tanya Milna..
Ziyan menghela nafas panjang saat Milna menanyakan hal itu...
"Awal nya itu dorongan dari Hendra yang meminta ku untuk memastikan kamu hidup dengan baik,, karna Hendra mengkhawatirkan mu,, meski aku menolak nya namun dia memohon padaku,, Namun perlahan aku menyetujui nya karna aku tahu kamu sendirian bersama bayi mu,, aku merasa iba karna itu,,, " Ucap Ziyan menjelaskan...
"Apapun alasan kamu,, aku tak ingin menerima kebaikan mu hanya karna kasihan padaku,, tapi aku berterima kasih karna kebaikan mu yang memberi hidup ku lebih baik,, dengan kammi memberi Akku pekerjaan ,, tempat tinggal yang lebih baik,,, aku sangat bersyukur... Aku juga buka orang yang tak tahu berterima kasih,, suatu saat aku akan mengembalikan semua kebaikan mu itu..." Ucap Milna mulain mengakui kebaikan ziyan...
"Sudah,,, anggap ajah aku ini teman,, atau saudara kamu juga aku gak keberatan..." Ucap Ziyan...
"Ya,, mungkin itu lebih baik..." Ucap Milna...
Merekapun mengobrol di sana dengan lumayan lama....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
@A,N