Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 50


__ADS_3

Kali ini Ziyan kembali mengunjungi Ayah nya..


Karna mendapatkan kabar dirinya sedang kurang sehat sehingga jarang bekerja dan jika Dino sakit maka Fiona akan menggantikan nya ke perusahaan sebagai ibu direktur..


"Yah,, apa ada di rumah..?" Tanya Ziyan saat sampai di depan pintu rumah ayah nya..


kemudian Ziyan menunggu beberapa saat dan ada seseorang yang membukakan pintu dari dalam,,


"Ziyan,, kamu nak.." Ucap Dino,,


"Iyah,, Ziyan ke sini karna Ziyan mendengar kabar kalau ayah sakit dari sekertaris ayah.." Ucap Ziyan..


"ayo masuk.." Ajak Dino mempersilahkan Ziyan masuk..


Ziyan pun masuk ke dalam rumah,, saat itu rumah itu sepi dan hanya Dino dan Ziyan berdua saja..


"Ayah Fikir kamu membenci ayah,, dan tak berharap kamu akan datang.." Ucap Dino sambil duduk..


"Ya,, Ziyan pun dulu membenci ayah,, namun Ziyan sadar bahwa itu tidak lah benar,, dan perlahan Ziyan mencoba menyingkirkan kebencian itu pada ayah,, karna Ziyan tahu ayah pasti menyayangi Ziyan..." Ucap Ziyan..


"Maaf kan ayah,, karna ayah membuat kamu menderita selama ini.." Ucap Dino dengan sedih..


Ziyan pun merasa iba dan merasa bersalah kemudian mendekati ayah nya..


"Sutt,, Sudah yah,, itu sudah berlalu,, pilihan ayah tepat menikahkan aku dan Indra,, aku sekarang bahagia yah,, Indra juga memperlakukan ku dengan baik,, Mungkin ini sudah takdir ,, ayah tak perlu menyalahkan diri sendiri.." Ucap Ziyan mencoba menenangkan Ayah nya yang selalu merasa bersalah pada Ziyan..


"Namun ayah bersyukur jika kamu baik baik saja dengan pilihan ayah,, ayah senang.." Ucap Dino yang langsung berumah menjadi senang dan bahagia..


"Ayah merindukan Ibu mu,, ayo temani ayah ke rumah ibu mu.." Ajak Dino..


"Boleh,, Ziyan juga sudah lama tak mengunjungi ibu.." Ucap Ziyan


Kemudian mereka pun pergi menuju TPU setempat dengan menggunakan mobil

__ADS_1


Merekapun sampai di TPU tersebut..


"Istriku,, aku dan anak kita datang berkunjung ." Ucap Dino dengan sedih..


"Sudah yah,, jangan sedih Mama sudah tenang di sana.." Ucap Ziyan menenangkan ayah nya..


Kemudian Ziyan memberi se tumpuk bunga yang ada di dalam wadah,, dan Dino juga Ziyan sama sama menaburkan bunga pada rumah Istri dan ibu nya Ziyan,, namun sebelum itu Ziyan membersihkan rumput rumput liar yang tumbuh di sana,, setelah semua bunga habis ter tabur Dino mengambil se botol air yang khusus untuk di siram di rumah Istri nya tersebut..


"Uhuk uhuk uhuk.." Suara batuk itu begitu serak dan Dino begitu menderita karna batuk yang sepertinya sudah mulai parah .


"Ayah,, ayo Ziyan antar ayah ke Rumah Sakit untuk periksa,, Supaya ayah cepat sehat kembali.." Ajak Ziyan sambil membujuk ayah nya supaya berobat..


"Ayah,, sudah berobat ke rumah sakit dan hasil nya hanya batuk biasa saja,, ayah gak papa,, minum obat pun pasti sembuh.." Ucap Dino mencoba menolak ajakan anak nya..


"Sakit ayah sudah berapa lama..?" Tanya Ziyan sambil menggandeng ayah nya untuk segera pergi karna sudah selesai berkunjung dan Ziyan tak tega melihat ayah nya yang seperti itu..


"Entah lah,, mungkin sudah 5 bulan lebih.." Ucap Dino memberi tahu..


"Ini gak benar Yah,, kalau batuk biasa pasti cepat sembuh,, Biar Ziyan pariksa ya,, Ziyan punya kenalan yang ahli dalam segala hal,, barang kali ada penyakit lain yang belum ter ungkap.." Ucap Ziyan mencoba membujuk Ayah nya lagi..


Di dalam mobil..


Ziyan menelpon seseorang..


"Hallo,, suami ku,, apakah profesor Dian belum pulang .?" Tanya Ziyan pada suami nya..


"Ada,, nanti sore dia kembali,, kenapa .?" Tanya Indra menjawab pertanyaan istri nya..


"Aku sedang bersama ayah,, aku menjenguk nya ,, namun penyakit nya agak bermasalah dan tak kunjung sembuh,, aku ingin profesor Dian mencoba periksa dan cari tahu penyakit ayah ku.." Ucap Ziyan..


"Oh,, kamu datang saja ke kantor,," Ucap Indra..


"Baik,, aku akan segera ke sana.." ucap Ziyan sambil menutup telepon..

__ADS_1


"Uhuk,, Uhuk,, Uhuk,," Lagi lagi batuk itu terdengar lagi dan Ziyan semakin tak tega..


"Pak,, antar ke kantor mas Indra.." Pinta Ziyan..


"Baik nyonya. " Jawab sopir yang biasa mengantar nya..


Kemudian merekapun di antar sampai di kantor..


Sementara itu Fiona sedang dalam perjalanan pulang dari kantor menuju rumah,, Namun sesampai nya di rumah tak ada seorang pun di rumah hanya ada pembantu yang hadir di sana..


"Hey,, Sini.." Ucap Piona dengan melambaikan tangan..


Kemudian seorang pembantu pun menghampiri Piona Tampa berkata apapun..


"Tuan kemana..?" Tanya Piona saat melihat di rumah suami nya tak ada


"Anu Nyonya, tuan di bawa keluar oleh Nona muda.." Ucap Si pembantu tersebut..


"Hey,, hey,, maksud kamu Nona muda itu siapa,, Zeny..?" Tanya Piona ,,


"Ampun nyonya,, maksud saya Nona Ziyan.." ucap si pembantu itu ketakutan karna salah bicara..


"Ouh,, kamu ingat,, di rumah ini cuma ada satu nona muda dan itu anak saya.. Paham.." Ucap Piona sambil menarik tangan pembantu itu sampai membungkuk dan berkata ke telinga pembantu itu..


Tentu saja pembantu itu gemetaran karna di buat nya..


"Baik nyonya,, Saya paham.." Ucap Si pembantu tersebut ,, kemudian Piona pun melepaskan tangan nya tersebut..


"Dulu,, rumah ini begitu tentram dan nyonya yang dulu begitu baik,, tapi setelah ada nyonya Piona semua nya berubah apa lagi setelah nyonya meninggal.." Ucap si pembantu tersebut dalam hati..


Rupanya pembantu itu sudah lama di rumah itu semenjak ibu nya Ziyan Beru menikah dengan Dino,, Dia memperlakukan si bibi ini dengan baik bahkan Ziyan pun sering di sayangi layak nya anak sendiri apalagi setelah sang nyonya meninggal..


"Dasar anak ini,, semakin berani saja dia,, awas kau.." Ucap Piona yang geram pada Ziyan..

__ADS_1


...****************...


@A,N


__ADS_2