
Kini Diana bersama Dian sedang berdua di luar dan saling mengobrol...
"Jika kamu,, apakah kamu sudah punya istri..?" Tanya Diana agak kepo...
Namun bukan nya menjawab akan tetapi Dian malah tertawa mendengar pertanyaan Diana..
"Mengapa kamu malah tertawa...?" tanya Diana yang heran ..
"Gak apa,, aku hanya merasa baru kali ini ada orang yang menanyakan itu padaku setelah sekian tahun..." Ucap Dian...
"Maksud kamu gimana..? Aku tak mengerti..." Ucap Diana yang masih tak paham...
"Aku menikah ajah belum,, kapan aku punya istri.." Ucap Dian dengan senyum kembali..
Diana hanya mengerutkan dahinya tak percaya dengan perkataan Dian tersebut...
"Kamu tak percaya..?" Tanya Dian..
Diana menggelengkan kepalanya karna memang Diana tak percaya...
Dian kemudian menghela nafas panjang...
"Bukan aku tak mau menikah,, namun aku belum menemukan wanita yang benar benar cocok dengan ku,, mungkin jodoh ku belum di temukan..." Ucap Dian sebari menatap langit..
Karna hal itu pula Diana merasa Iba ..
"Sabar,, aku yakin kok jodoh mu sudah menunggu mu..." Ucap Diana mencoba menghibur Dian..
"Ya aku berharap begitu..." Ucap Dian..
"Tapi aku masih tak percaya loh,, kamu kan tampan,, kamu juga seorang profesor tentu saja wanita banyak menyukai mu..." Ucap Diana.
Dian hanya tersenyum mendengar perkataan Diana tersebut...
"Bukan nya hal yang sulit,, memang wanita yang menyukai ku banyak,, akan tetapi tak ada yang membuat aku benar benar tertarik pada nya..." Ucap Dian...
"Jadi kamu memandang fisik,, karna tertarik saja..?" Tanya Diana kembali
Dian menggelengkan kepala..
"Tidak seperti itu,, aku juga pemilih melihat dulu apakah dia benar benar baik,, jika tidak baik maka aku tak lagi tertarik pada nya.." Ucap Dian
Diana pun memahami perkataan nya...
"Lalu apakah sekarang kamu sudah memiliki wanita yang menurut kamu cocok...?" Tanya Diana.
"Eumm,,, sepertinya ada..." Ucap Dian sambil melihat ke arah Diana..
"Kenapa kamu melihat ku .?" Tanya Diana yang merasa malu...
Dian pun tersenyum melihat Diana yang malu tersebut..
"Gak papa,, Apa kamu mau es krim..?" Tanya Dian pada Diana saat melihat tukang es krim yang kebetulan lewat.
__ADS_1
"Boleh,, sepertinya kau juga udah sangat lama tak memakan nya .." Ucap Diana...
"Baiklah,, kamu tunggu di sini aku akan membelinya.." Ucap Dian..
Diana hanya mengangguk meng iyakan..
...----------------...
Sementara itu Ziyan dan Indra sampai di rumah...
"Sungguh melelahkan hari ini..." Ucap Ziyan merebahkan dirinya di atas kasur ...
"Mengapa kamu menolong dia..?" Tanya Indra yang kemudian duduk di samping Ziyan..
Ziyan pun segera bangun dan hendak ingin menjawab pertanyaan suami nya itu...
"Sebenar nya itu semua permintaan Hendra saat aku menjenguk Zeny dia meminta ku tuk melihat ke adaan Milna,, sepertinya dia menghawatirkan Milna,, karna aku juga ingat dia mempunyai seorang bayi jadi aku merasa iba,, lalu aku mencari nya,, dan benar saja,, dia sedang berjualan minuman di pinggir jalan seorang diri sambil menggendong anak nya sampai kepanasan,, aku jadi semakin kasihan pada anak nya itu,, lalu aku manawarkan pekerjaan ringan pada nya suapaya dia ikut bersama ku.. Setelah bersama aku bujuk baru dia mau.. Kasian dia sendirian di dunia ini tak memiliki siapa siapa..." Jelas Ziyan dengan panjang lebar...
"Dasar ya kamu ini,, selalu saja seperti itu..." yg cap Indra..
"Kita sebagai manusia jika mampu harus kan menolong orang lain,, itu sudah jadi lumrah dalam kehidupan ini..." Ucap Ziyan...
"Iyah,, aku mengerti..." Ucap Ziyan..
Kemudian Indra mengendus ngendus bagian nahu Ziyan ..
"Ihh,, kamu ngapain... Aku belum mandi tahu... Bau..." Ucap Ziyan saat Indra seperti itu...
"Nanti ajah mandi nya..." Ucap Indra.
"Nanti saja aku masih ingin bersandar di paha mu ." Ucap Indra yang saat ini berpindah tiduran di paha Ziyan...
"Kamu ini kenapa,, gak biasa nya...?" Tanya Ziyan sambil menatap Indra yang dekat dari wajah nya saat ini...
"Gak papa,, aku hanya ingin seperti ini.." Ucap Indra..
"Pasti kamu lelah kan .." Ucap Ziyan sambil mengelus rambut Indra...
Sementara Indra hanya terdiam dan memejamkan mata karna merasa sangat nyaman saat Ziyan mengelus halus rambut nya dengan pelan...
"Tadi aku heran sama kinao .." Ucap Ziyan yang tiba tiba ingin bercerita...
"Kenapa...?" Tanya Indra..
"Tadi aku suruh bantu jaga anak Milna tapi dia bilang dia hanya mau menjaga adik nya sendiri..." Ucap Ziyan..
Mendengar hal itu Indra langsung bangkit...
"Kita buat yu...?" Ajak Indra..
"Tunggu tunggu,,, buat apa...?" Tanya Ziyan pura pura tak mengerti...
"Buat adik baru untuk Kiano..." Ucap Indra...
__ADS_1
Ziyan hanya terdiam mendengar hal tersebut...
Tiba tiba Indra menggendong Ziyan dan membawanya ke kamar mandi untuk mandi bersama,, namun tidak hanya mandi melain Kam melakukan hal lain tuk melepas hasrat nya pada Ziyan,, semnatar Ziyan sudah tak menolak lagi dan mulai terbiasa melakukan nya jika Indra menginginkan nya maka Ziyan akan dengan suka rela memberinya.. Itu terjadi sudah cukup lama semenjak Ziyan sudah bertekad menerima Indra ...
...----------------...
Sementara Milna saat ini masih menjaga kedua bocah itu sambil menjaga bayi nya juga,, Waktu yang sudah menjelang sore membuat Milna mencoba menghentikan mereka bermain karna sudah Sore,,,
"Sudah puas bermain nya .? Hati sudah mulai sore..." Ucap Milna pada ke dua bocah itu dengan agak cuek..
Kiano melihat ke arah Milna..
"Nanti nunggu ada yang jemput..." Ucap Kiano yang masih asyik bermain...
"Ouh,, baiklah..." Jawab Milna singkat dan tak lagi bertanya...
Sementara itu Diana sudah menuju pulang bersama Dian,, mereka sudah cukup lama di luar sambil bercerita satu sama lain,, tak cukup waktu lama mereka mulai dekat satu sama lain sebagai seorang teman,, karna Dian juga belum memutuskan apapun meski Dian tertarik pada Diana saat pertama bertemu.. Namun mereka hanya menjadi teman sampai saat nya Dian benar benar mantap pada Diana...
"Shanshan.. Sudah Sore ayo pulang...?" Ajak Diana saat menghampiri mereka...
"Kaino,, aku pulang duluan ya... Dah..." Ucap Shanshan yang kemudian meninggalkan Kiano pergi..
"Baiklah,, besok mari main lagi .." Pinta Kiano..
Shanshan hanya mengangguk kan kepalanya setuju..
"Dah Tante .." Sapa ShanShan pada Milna saat melewati Milna...
"Milna hanya tersenyum ramah menanggapi nya,, karna Milna tak mau membuat anak anak takut karna sifat nya yang saat ini...
"Aku baru tahu ternyata Milna ini memiliki sisi yang baik jika bersama anak anak..." Ucap Diana yang memperhatikan tersebut
"Terima kasih Mil sudah menjaga anak ku..." Ucap Diana..
"Ya sama sama.." Jawab Milna dengan agak ramah...
"Hallo .. " sapa Dian pada Shanshan...
"Ma ,,," Ucap ShanShan pada Diana..
"Dia om Dian,, dia baik,, jadi ShanShan jangan takut ya..." Ucap Diana memberi tahu..
"Hallo Om..." sama Shanshan...
"Apa mau om antar pulang...?" tanya Dian pada Shanshan..
"Ma..." Tanya lagi ShanShan...
"Tak perlu ,, kami pulang sendiri,, lain kali saja,, dan terima kasih untuk hari ini... Dah...," Ucap Diana yang kemudian pergi...
Dian hanya tersenyum menanggapinya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
@A,N