
Sementara itu siang hari nya ...
.Kiano sudah bubar sekolah...
"Mengapa banyak sekali pengawal di gerbang sekolah kita.." Ucap ShanShan yang heran saat berjalan keluar bersama Kiano..
"Itu semua pengawal yang menjagaku.." Ucap Kiano dengan sombong nya..
"Sungguh kah,,,?" Tanya kembali ShanShan..
Kiano hanya memberi sikap bahwa semua nya benar dengan sombong pada teman nya..
"Wow,, keren,, aku juga ingin seperti mu,, " Ucap Shanshan kagum..
"Eh tapi,, mengapa para pengawal mu semua ke sini banyak lagi..?" Tanya Shanshan heran dengan para pengawal yang berdiri di gerbang yang jumlah nya memang banyak..
"Itu karna, keluarga ku di serang seseorang,, makanya ayah ku mengawal ku supaya aku tidak di culik saat pulang sekolah.." Ucap Kiano membenarkan apa yang di ucapkan nya..
"Sungguh kah,, aku tak mau lah kaya kau lebih baik begini begini saja,, aman tak ada yang mengganggu..." Ucap ShanShan sambil mengejek..
"Dasar kau,, Aku duluan ya .. Dahhh..." Ucap Kiano yang sudah menghampiri gerbang dan berpisah di sana sebari Kiano masuk ke dalam mobil dengan melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan..
"Dahh..." jawab kembali ShanShan sambil membalas lambaian tangan yang saat itu juga ShanShan sudah di jemput oleh ibu nya saat bekerja yang meluangkan waktu nya untuk menjemput nya..
Di dalam mobil..
"Ma,, aku kasihan sama Kiano.." Ucap Shan Shan memulai pembicaraan yang merasa iba dengan kawan nya itu .
"Kenapa dengan Kiano..?" Tanya Ibu nya ShanShan Alias Diana..
__ADS_1
"Mama lihat pengawal banyak di depan gerbang depan sekolah..?" Tanya ShanShan....
"Iyah,, memang nya kenapa..?" Tanya Diana yang tak memahami pertanyaan anak nya itu..
"Pengawal itu mereka menjaga kiano,, kata nya ada yang menyerang keluarga nya jadi kiano takut di culik makanya banyak penjaga nya ." Ucap ShanShan menjelaskan apa yang di ceritakan Kiano pada nya
"Sungguh kah..? Kalau begitu kasihan sekali.." Ucap Diana saat setelah mendengar penjelasan dari anak nya itu tentang teman nya tersebut
"Shanshan gak mau ah hidup seperti Kiano.." Ucap ShanShan..
"Mengapa begitu..?" Tanya Diana..
"Soal nya hidup nya tidak tenang,,, mending seperti ini kita aman tak ada yang mengganggu iya kan Bu.." Ucap Shanshan..
"Iss,, jangan bicara begitu,, suatu saat nanti mama yakin ShanShan pasti akan jadi anak yang sukses.." Ucap Diana pada anak nya itu..
Diana pun terharu dengan apa yang di ucapkan anak nya itu sampai sampai air mata nya sudah berlinang karna tersentuh dengan kata kata anak nya itu..
Sementara itu Indra sedang berada di kantor..
"Bagai mana apakah ada gangguann lagi hari ini..?" Tanya Indra saat menelepon pengawal yang mengawal Kiano ke sekolah..
"Semua aman tuan,," Jawab nya..
"Baik,, kerja bagus.." Ucap Indra sambil menutup telepon..
"Fino,,, apa kamu tahu siapa yang mengirim mereka pada keluarga ku..?" Tanya Indra pada Fino asisten nya yang beberapa hari di suruh untuk menyelidiki siapa sebenarnya yang ingin mencelakai keluarga nya..
"Saat ini saya sudah menemukan petunjuk,, semua ini di lakukan oleh adik dari istri bapak dan kekasih nya,, Karna menurut kabar beberapa hari yang lalu nyonya memutuskan hubungan dengan nya dan mempermalukan nya di depan banyak orang,, Namun ada yang lebih buruk ragi,, ternyata setelah saya cari tahu rupanya sebelum nyonya memutuskan hubungan dengan nya dia sudah bertindak lebih awal,, apakah tuan ingat saat perman yang menghadang tuan dan nyonya waktu itu,,"
__ADS_1
Indra hanya mengangguk saat ingat ke jadian itu..
"Nah itu sebab nyonya kurang mengasih uang sehingga dia babak belur oleh penagih utang karna kena pukul sebab telat membayar nya.." Jelas Fino menjelaskan petunjuk petunjuk yang sudah di kumpulkan nya beberapa hari lalu..
"Ouh,, rupanya begitu." Ucap Indra sudah paham dengan apa yang terjadi..
"Baiklah kamu tunggu saja perintah ku nanti setelah aku berdiskusi dengan nyonya harus bagai mana dengan dia.." Ucap Indra..
"Baik tuan.." Jawab Fino sebari pergi keluar..
"aku bersyukur jika kamu sudah memutuskan hubungan dengan nya aku sangat senang..." Ucap Indra sambil dalam hati sambil duduk di kursi meja nya karna merasa senang Ziyan benar benar berubah...
"Mama Kiano pulang..." Teriak Kiano saat setalah masuk ke dalam rumah..
"Tak terjadi apa apa di jalan..?" Tanya Ziyan yang langsung menghampiri Kiano yang baru pulang sekolah..
"Tidak,, Kiano baik baik saja.. lagian mama jangan takut kan banyak orang yang jaga Kiano pasti mereka akan kalah sama orang orang kita iyakan ma..?* Tanya Kiano yang masih menggendong tas nya dengan tingkah lucu nya..
Ziyan pun tersenyum tipis mendengar apa yang di ucapkan Kiano..
"Ya sudah,, kalau gitu Kiano ganti baju dulu,, setelah itu makan Mama yang masak ya.." Ucap Ziyan..
"Hore.. Oke ma.." Ucap Kiano yang langsung pergi ke kamar nya tuk mengganti baju..
Ziyan pun hanya tersenyum melihat tingkah Kiano sekali lagi..
...****************...
@A,N
__ADS_1