
Di bawah terik matahari seorang wanita muda dengan menggendong anak nya sedang berjualan minuman dingin di bawah sinar matahari,, bayi ya g di gendong nya hanya di tutupi oleh kain dari yang di pakai di gendong nya,, Kini Milna sudah tak memiliki apapun,, demi se botol susu dan sesuap makan untuk dirinya sehari hari sehingga berjualan minuman yang harganya tidak seberapa di pinggir jalan,,, Terkadang bayi nya menangis karna mungkin kepanasan atau semacam nya,, karna lapar juga ingin menyusu.. Memang saat ini setelah Hendra di penjara Milna sulit untuk bertahan hidup..
Dia hanya seorang anak yatim piatu yang kabur dari panti saat berusia 15 tahun,, karna merasa tak nyaman berada di sana,, Milna berniat mencari ke dua orang tuanya yang tega membuang nya dulu,, Namun semua itu tak ada hasil sehingga Milna hidup di jalanan hanya mengamen dan berjualan keliling di pinggir pinggir jalan hanya untuk sesuap nasi.. Memang sangat menyedihkan masa lalu nya,,
Hingga saat berumur 19 tahun Milna tak sengaja bertemu Hendra,, Hendra ya g saat itu agak tertarik dengan ke cantikan Milna membuat nya memiliki ide membawa nya sebagai wanita nya,, dia di perlakukan baik oleh Hendra,, di kasih tempat tinggal,, di kasih makan,, di kasih uang jajan,, Semua itu Hendra lakukan pada Milna,, sejak saat itu Milna merasa Hendra adalah malaikat yang di takdirkan bertemu dengan nya,, Sehingga selang beberapa tahun kemudian Hendra semakin berani pada Milna pulang setiap malam ke kediaman nya karna mabuk lah,, karna kalah judi lah,, dan lain lain,, namun Milna tak memperdulikan apapun . Sehingga Hendra melakukan hal buruk pun Milna bersuka rela tak menolak nya,, Meski Hendra hanya sebatas tertelarik saja dan tak ada cinta namun Milna di jadikan sebagai pelarian dikala semua menjadi buruk di mata nya,, Milna menjadi tempat terakhir Hendra menenangkan diri nya,,
Bahkan Milna tak ikut campur meski Hendra memiliki wanita lain bernama nya,, namun Milna tetap menjadi kekasih simpanan Hendra sampai saat ini...
...----------------...
Sementara itu Ziyan mengarah ke jalan yang di beri oleh Hendra dan alamat rumah nya juga...
Setelah berapa menit Ziyan pun menemukan alamat tersebut,, namun suasana di sana hening tak ada siapa pun,, bahkan rumah itupun hanya berdiri sendiri di sana dan hanya di kelilingi tembok pembatas di sana..
"Bagai mana dia tinggal sendirian di sini,, gak takut apa...?" Ucap Ziyan saat melihat suasan yang sangat sepi...
Ziyan pun perlahan menghampiri pintu depan nya dan mengetuk nya berharap Milna ada di sana..
Namun tak ada jawaban dari dalam meski di ketuk dan di panggil nama Milna beberapa kali..
kemudian Ziyan pun mencoba membuka pintu,, namun telah terkunci..
"Sepertinya gak ada orang,, apa dia sedang ke luar ya...?" Tanya nya bingung ,,
Ziyan ingin bertanya namun tak ada siapa pun di sana...
Hingga ada seseorang yang lewat Dann menghampiri Ziyan karna melihat mobil yang terparkir di sana..
"Maaf Neng,, cari siapa...?" Tanya seorang wanita paruh Bayah tersebut..
Sontak saja Ziyan sedikit kaget karna tak memperhatikan ke arah belakang hanya pokus melihat lihat rumah yang gelap tersebut...
"Eh,,, saya mencari Milna . Apa ibu tahu ..?" Tanya Milna setelah itu...
__ADS_1
"Ouh,,, dia sudah tidak tinggal di sini lagi satu Minggu yang lalu..." Ucap Wanita peruh baya itu...
"Ouh,, mengapa Bu...?" Tanya Ziyan..
"Karna sudah tak sanggup membayar rumah ini ,,," jawab wanita tersebut..
Ziyan pun hanya terdiam dan mengangguk mengerti..
"Lalu apakah ibu tahu kemana perginya Milna...?" Tanya Ziyan
Wanita itu tak menjawab pertanyaan Ziyan wanita paruh baya itu hanya menggelengkan kepalanya bersyarat bahwa dirinya tak mengetahui keberadaan Milna tersebut..
"Apakah ibu pemilik rumah ini...?" Tanya lagi Ziyan saat paham ibu itu tak mengetahui Milana pergi kemana..
Wanita itu hanya mengangguk iya..
"Ouh,,, Kalau gitu saya pamit dulu mau mencari teman saya .." Ucap Ziyan yang langsung pergi saat melihat wanita itu agak menyeramkan baginya saat setelah tak menjawab pertanyaan hanya diam dan menjawab dengan isyarat..
Ziyan pun kembali masuk ke dalam mobil Dann meninggalkan ibu itu di rumah tersebut...
"Ih,, serem amat sih,, kenapa Milna bisa tinggal di tempat seperti itu ya,, sendiri lagi... Ih..." Ih cap Ziyan yang mulai merinding membayangkan jika malam tiba...
Ziyan pun perlahan meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke jalan utama setelah masuk ke jalan kecil dari belokan jalan utama..
"Aku cari kemana ya...?" Tanya Ziyan yang bingung harus kemana mencari nya..
Kemudian Ziyan mengarahkan mobil nya lurus ke depan dan berharap menemukan Milna di jalan tersebut...
Ziyan menangok kanan kiri sambil melaju dengan lambat memperhatikan setiap orang yang lewat atau pun pedagang ya g di lewatinya barang kali Ziyan menemukan Milna di sana...
"Aiisss,, Sudah sejauh ini tapi aku tak dapat menemukan Milna..Mil sebenarnya kamu pergi kemana sih... Akh khawatir sama kamu dan bayi kamu..." Ucap Ziyan ya g tiba tiba perduli dan merasa iba pada Milna..
Kemudian Ziyan melanjutkan nya berjalan perlahan ke depan sambil tengok kanan kiri..
__ADS_1
Hingga beberapa menit kemudian Ziyan melihat seseorang ya g sepertinya mirip dengan Milan di sisi jalan,, meski hanya sekali bertemu namun Ziyan tahu betul wajah nya itu..
Ziyan pun memarkirkan nya di pinggir jalan supaya tak menghalangi pengguna mobil dan kendaraan lain nya,, dan turun tuk memastikan apakah itu Milna atau bukan...
Milan berjalan pelan karna banyak bebatuan di sana takut tergelincir dan jatuh...
"Milna... kamu Milna kan..?" Ucap Ziyan saat setelah sampai dan menghampiri Milna ya g sedang merapikan cup cup minuman nya...
"Tunggu,,, kamu Ziyan kan...?" Tanya balik Milna saat mengetahui orang tersebut mirip dengan Ziyan...
"Iyah... Mengapa kamu di sini...?" Tanya Ziyan pada Milna yang sibuk,, satu tangan membereskan minuman nya dan satu tangan lagi menggendong bayi yang di tutupin kain di atas nya supaya bayi itu gak kepanasan...
"Yah,, mau gimana lagi,, demi sebotol susu dan sesuap nasi aku harus mencari uang untuk bertahan hidup..." Ucap Milna spontan...
Ziyan menghela nafas panjang saat mendengar pernyataan Milna ya g seperti itu...
"Ada apa kamu ke sini...?" Tanya Milna balik...
"Kamu ikut aku yu..." Ajak Ziyan...
"Ikut kemana,, aku harus menghabiskan julana hari ini suapay bisa makan dan Dudu untuk anak ku.." Ucap Milna yang tak setuju dengan ajakan Ziyan..
"Oke,, begini saja,, aku borong minuman ini,, dan kamu bagikan saja secara gratis pada siapapun yang lewat..." Ucap Ziyan mencari cara cepat...
Milna sedikit terkejut dengan tawaran Ziyan...
"Boleh,,, " Ucap Milna dengan senang hati krma ada yang memborong minuman nya...
Milna pun membagikan satu persatu minuman itu secara gratis pada orang yang lewat di sana mau pengguna kendaraan sepeda atau pun penjalan kaki Milna mengasih nya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
@A,N
__ADS_1