
Ke Esokan hari nya...
Piona dan Dino berniat menjenguk Zeny ke penjara...
Setelah semalam Piona merasa kesal pada Dino..
Malam itu setelah pulang dari rumah Ziyan..
Dino terlambat pulang Sehingga membuat pertengkaran setelah Dino menjawab pertanyaan piona setelah mengunjungi Ziyan dulu..
"Dari mana kamu,,,?" Tanya Piona dengan agak kesal...
"Tentu saja aku dari kantor.." Ucap Dino..
"Dari kantor,, Jam berapa sekarang ..? Kamu baru pulang,, ?" Tanya Piona
Dino pun melihat jam tangan nya. Yang menunjukan pukul 9 malam...
" Yah,, Aku mengunjungi Ziyan tadi sebentar..." Ucap Dino..
"Ouh,,, Rupanya begitu,, Apakah kamu tak membencinya ,, karna dia anak kita di penjara.." Ucap Piona dengan marah marah..
"Itu semua bukan karna Ziyan,, karna salah dia sendiri,, mengapa malah menyalahkan orang lain..." Ucap Dino yang berusaha bijak pada Piona ..
"Kamu memang tak menyayangi anak kita,, " Ucap Piona yang tiba tiba sedih karna Dino membela Ziyan..
"Sudah,, jangan begitu,, Ziyan juga anak ku,, dan Zeny juga anak ku,, jika mereka berbuat salah maka jangan salahkan orang lain ,, Biar mereka menanggung akibat nya sendiri atas salah mereka.." Ucap Dino yang menghampiri Piona dengan lembut supaya bisa menenangkan nya dan tak marah marah lagi pada nya,, Karna sebenarnya Dino benar benar tak tahan yang setiap hari di marahi dan di ejek karna masalah sepele,,
"Sudah,, Besok kita jenguk zeny,, Aku cape,, " Ucap Dino sebari langsung pergi meninggalkan Piona sendirian yang terduduk di kursi..
"Awas kamu mas,, aku akan membayar kamu dan anak mu yang kau sayang dengan setimpal..." Ucap Piona dengan rasa geram saat Dino sudah pergi ke kamar..
"Aku harus apa ya...?" Tanya Piona memikirkan sesuatu yang bisa membuat mereka hancur...
"Sepertinya aku harus menghubungi Dia dan meminta sesuatu yang lebih baik dari itu..." Ucap Piona yang sudah nekat melakukan hal gila..
Dan ke Esokan hari nya merekapun menjenguk Zeny di penjara..
"Saudari Zeny ada orang yang menjenguk anda.." Ucap Polisi yang menjaga di penjara tersebut..
__ADS_1
Zeny pun keluar dengan patuh setelah gembok di buka Tampa berkata apapun...
Namun satu hal yang membuat Piona sangat terkejut,, Seorang Zeny yang selalu ceria dan badan nya agak gendut ,, kini terlihat lebih kurus,, rambut yang lebih tidak rapi seperti orang yang prustasi dan mata nya terlihat sangat lembab karna sering menangis...
"Mama..." Ucap Zeny...
"Sayang,, ada apa,, kenapa kamu begini..?" tanya piona saat melihat ke adaan anak nya yang sangat menderita..
"Ma,, aku gak papa,, namun aku punya hal untuk di bicarakan sama mama..." Ucap Zeny..
"Apa sayang..?" Tanya Piona..
"Hendra sudah memiliki anak dari wanita lain,, dan dia sedang mengandung mungkin sebentar lagi akan melahirkan,, dan semua itu terjadi sebelum bersamaku,,," Ucap Zeny menceritakan Hendra dengan seluk beluk nya kenyataan yang baru terungkap tersebut..
"Apa...?" Piona langsung terkejut sangat sangat terkejut setelah mendengar pernyataan anak nya itu..
"Akan Aku pukul dia sampai babak belur .." Ucap Piona yang sangat kesal karna menyakiti anak nya...
"Sudah lah ma,, semua sudah terjadi,, semua sudah hancur .." Ucap Zeny yang menenangkan ibu nya supaya tidak marah marah ,, karna akan di tegur ,, karna berisik di sana...
"Biar mama bertemu dengan nya,, mama ingin tahu dari mulut nya langsung .." Ucap Piona...
"Nah,, kamu makan lah,, papa dan mamah membawakan bekal untuk mu..." Ucap Zeny..
"Makasih pah..." Ucap Zeny saat menerima makanan di wadah
"Mah,, pah,, maafin Zeny ya..." Ucap Zeny yang rupanya ada sedikit penyesalan di hati nya...
"Sudah lah,, semua sudah terjadi,, biarkan lah semua menjadi sebuah pelajaran dan menjadikan mu lebih baik..." Ucap Dino saat Zeny meminta maaf karna da rasa menyesal...
Kemudian Zeny pun memakan langsung makanan itu,, Makanan itu sangat lezat karna makanan di penjara hanya makanan se ada nya sehingga membuat Zeny begitu lahap memakan makanan yang di bawa nya...
"Maaf,, waktu sudah habis..." Ucap Polisi yang menjaga nya saat setelah selesai makanan habis..
"Ma pa,, makasih makanan nya,, jaga diri kalian baik baik..." Ucap Zeny ...
"Mama janji akan mencari cara suapaya kamu bisa bebas..." Ucap Piona..
"Iyah.. Makasih ma..." Ucap Zeny yang kemudian meninggalkan mereka tuk kembali lagi ke dalam penjara...
__ADS_1
"Pak boleh saya bertemu sebentar dengan Hendra...?" Tanya Piona pada polisi tersebut..
"Baik,, silahkan anda tunggu sebentar .." Ucap Polisi tersebut...
Sementara itu hendra melihat Zeny masuk kembali namun Zeny sama sekali tak melirik Hendra sedikit pun.. Karna itu Hendra pun merasa sangat menyesal sekali...
"Saudara Hendra silahkan ikut saya..." Ucap Pak polisi
Hendra pun hanya mengikuti polisi tersebut..
"Tante,, Om..." sapa Hendra sambil duduk..
"Katakan sejujur nya,, kenapa kamu menyakiti anak ku...?" Tanya Piona sambil menarik kerah baju Hendra sampai agak ke bawah..
"Sudah,, jangan begitu,, kasihan Hendra..." Ucap Dino mencoba melepaskan tangan nya nya itu...
"Oke,, Sekarang Tante tanya sekali lagi,, Mengapa kamu menyakiti anak Tante ..?" Tanya Piona dengan agak tenang yang ingin mendengar jawaban langsung dari se orang Hendra...
"Saya minta maaf Tante,, semua itu salah saya,,, Saya benar benar menyesal..." Ucap Hendra yang mengakui nya...
"Jadi kamu benar benar menyakiti anak Tante...?" Tanya Piona kembali..
"Bedebah kamu ,, laki laki brengsek..." Ucap Piona sekali lagi menarik narik kerah baju Hendra sampai ke depan saking besar nya tenaga piona saat menarik kerah baju tahanan tersebut..
"Saya benar benar minta maaf..." Ucap Hendra dengan sangat menyesal...
" Sudah,, sudah,, ayo kita pulang..." Ucap Dino menghentikan Piano dari prilaku nya itu...
"Tolong bawa kembali pak..." Ucap Dino sambil menahan piona yang sangat emosi
Pak polisi pun membawa kembali Hendra,, Dengan penuh penyesalan Hendra hanya bisa pasrah karna semua telah terjadi...
"Sudah lah,, ayo kita pulang..." Ajak Dino...
Piona pun dengan ke adaan yang masih emosi dan kesal langsung pulang bersama Dino...
Sementara itu Hendra hanya bersandar di tembok penjara dan hanya bisa menghela napas panjang sambil meratapi semua rencana yang di susun rapi menjadi berantakan seperti ini...
...****************...
__ADS_1
@A,N