Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 62


__ADS_3

Insting Indra terbukti benar bahwa orang tersebut akan kembali lagi tuk mengecek ke adaan rumah tersebut..


"Ziyan,, aku mau tanya sama kamu,, apa kamu tahu sebenarnya siapa yang melakukan semua ini sama kamu...?" Tanya Indra saat setelah melihat Vidio cctv di luar ruangan rawat,, dan kemudian masuk tuk menanyakan apakah orang tersebut sama dengan cctv apakah bukan..


"Aku tahu siapa dia,, dia menyamar dan setelah di kira aku akan mati dia membuka penyamaran nya.." Ucap Ziyan..


"Apakah dia Hendra..,?" Tanya Indra..


"Bagai mana kamu tahu..?" Tanya Ziyan dengan terkejut saat Indra tahu sebelum diri nya akan memberi tahu..


"Tentu saja aku tahu,, karna aku sudah menyelidikinya.." Ucap Indra..


"Sebenarnya aku pun tak percaya dia akan berbuat sejauh ini bahkan sampai nekat ingin membunuh ku.." Ucap Ziyan dengan agak sedih..


"Kamu tenang saja, serahkan saja semua nya padaku.. Oke.." Ucap Indra menghibur Ziyan yang merasa sedih..


"Oke.." Ucap Ziyan sambil tersenyum lepas dengan senang hati..


"Degg .." Sekali lagi Indra tertegun,, jantung nya berdebar saat melihat Ziyan tersenyum lepas seperti itu,, meski mereka begitu lama bersama akan tetapi Indra selalu merasa mereka seperti baru pacaran atau baru menikah,,


"Ya sudah,, kamu Istirahat saja di sini ya,, " Pinta Indra..


"Kamu hati hati ya.." Pinta kembali Ziyan mengingatkan Indra..


"Ya,," menjawab dengan senyuman sebari pergi meninggalkan Ziyan,,


Sedangkan Kiano di suruh pulang terlebih dahulu supaya tidak mengganggu istirahat Ziyan karna baru bangun takut nya akan membuat nya merasa terganggu jika Kiano tetap berada di sana..


Di kantor polisi..


"Permisi pak.." Sapa Indra saat setelah memasuki ruangan polisi..

__ADS_1


"Ya,, Silahkan atas laporan nya.." Ucap Pakk polisi tersebut langsung ke inti nya..


"Saya ingin bapak menyelidiki kebakaran rumah di hutan tersebut,, Ini ada barang bukti ,, silahkan bapak lihat saja,, dan juga setelah rumah itu hangus terbakar saya menyuruh anak buah saya untuk kembali mengecek ke adaan dan saya sudah memasang cctv dan orang tersebut kembali ke sana,, Silahkan bapak lihat ." Ucap indra memberikan semua bukti dan rekaman cctv tersebut..


"Dan menurut ke saksian Istri saya dialah orang nya,, Dann memang menyamar.." Ucap kembali Indra tuk meyakinkan kembali dengan bukti yang kuat..


"Baik,, saya akan menelusuri kasus ini,, dan nanti saya akan datang ke rumah sakit tuk bertanya langsung apa yang terjadi.." Ucap Pak polisi tersebut..


"Baik pak,, terimakasih atas perhatian nya ,, kalau begitu saya pamit ." Ucap Indra..


"Ya ,, mari saya antar sampai depan.." Ucap pak polisi yang begitu menghormati Indra..


Rupanya antara kantor polisi dan perusahaan Indra ada ikatan sedikit,, Saat masih awal di bangun Indra membantu pembangunan kantor polisi tersebut dengan bahan baku seperti pasir,, batu bata,, semen,, dan yang lain nya,, serata semua peralatan di dalam ruangan pun Indra membantu nya juga,, maka dari itu pak polisi sangat sopan pula pada Indra..


Sementara itu..


Hendra dan Zeny sudah kembali dari rumah yang sudah terbakar dan tinggal tembok tembok nya saja yang masih kokoh bertegak berdiri sedangkan atap nya sudah hangus terbakar beserta asbes yang bisa terbakar juga..


" Kamu tenang saja,, aku pastikan polisi tidak akan tahu hal ini,, kamu tenang saja ya.." Ucap Hendra memeluk Zeny tuk menenangkan Zeny supaya tidak takut..


"Menurut mu bagai mana ya reaksi papa nya yang bodoh itu jika tahu kalau anak nya mati ..?" Tanya Zeny sambil membayangkan namun tak terbayangkan akan hal tersebut..


"Tentu saja mungkin akan menangisi anak nya yang hilang Tampa jejak.." Ucap Hendra sambil tertawa..


"Kamu nih,, kejam sekali ya sampai tega membakar nya.." Ucap Zeny meledek Hendra yang sangat berani melakukan nya..


"Hahaha,, ini semua juga kan atas ide mu juga,, aku hanya melakukan apa yang kamu ucapkan.." Ucap Hendra dengan bangga diri karna sudah berhasil dengan rencana nya kali ini setelah beberapa kali gagal mencoba menculik dan menyandera Ziyan..


"Oke,, aku akui kamu sangat berani,,


Aku ke rumah dulu ya,, penat,, cape ,, bau lagi mau mandi.." Ucap Zeny..

__ADS_1


"Kamu cium dulu donk.." Bujuk Hendra..


Dengan Instan Zeny pun mencium pipi Hendra..


"Daahhhh..." Ucap Zeny setelah mencium Hendra dan langsung turun..


Hendra pun tersenyum bahagia sambil pergi dengan mobil nya tuk kembali pula..


Sementara itu Piona sedang ada di rumah..


"Kamu dari mana..? Senang banget muka mu.."?" Tanya Piona saat Zeny masuk dan kemudian duduk di samping ibu nya..


Kemudian Zeny pun langsung membisikan kabar baik atas kematian Ziyan pada Ibu nya karna takut Dino akan mendengarkan berita tersebut..


"Hahahaha,,, Bagus kalau begitu..." Ucap Piona yang sangat senang dengan berita yang di bisikan pada nya oleh anak nya tersebut..


"Tapi ini aman kan..?" Tanya Piona yang khawatir akan hal lain terjadi pada anak nya..


"Kata Hendra sih aman,," Ucap Zeny yang agak meragukan perkataan Hendra tersebut..


"Oke,,, sudah lah yang penting kita happy.." Ucap Piona..


Sementara itu Polisi pun langsung ke TKP kejadian dan salah satu polisi tersebut pergi tuk menanyakan bukti dan saksi pada Ziyan sang korban.


penyelidikan itu pun sukses dan Hendra dan Zeny tak tahu akan hal tersebut mereka hanya tenang teang saja,, sedangkan pak polisi yang meminta ke saksian pun sudah jelas bahkan mendapatkan rekaman cctv saat di mini market dan rupanya ada terlihat di sana,, maka semua sudah jelas Hendra bersalah,,


Ziyan pun merasa lega saat pak polisi menyatakan hal tersebut...


...****************...


@A,N

__ADS_1


__ADS_2