
Ziyan membawa Diana dan ShanShan untuk datang ke rumah nya sekalian mengerjakan PR bocah bocah nya,,,
Saat Ini Dino sedang berada di kantor,, dan mencari berkas berkas seperti sertifikat rumah dan kantor yang sudah di ganti nama menjadi nama Piona,,
Karena dulu,, Saat setelah Istri nya meninggal mungkin ada sekitar satu tahun setelah itu,, Piona membujuk Dino untuk mengganti atas nama sertifikat rumah dan perusahaan atas nama nya,, Dulu Dino menyetujui nya karena takut dirinya dan Ziyan akan di ancam atau pun di usir dari rumah nya sedangkan saat itu Ziyan masih butuh rumah untuk berlindung dan tempat pulang meski saat itu hidup nya tidak menyenangkan di rumah nya sendiri karna ibu dan adik tiri nya.. Dan Dino pun terpaksa menyetujui nya,, Namun setelah Dino tahu fakta fakta yang sebenar nya kini Dino ingin mencoba merebut kembali hak nya yang sudah di curi paksa oleh istrinya sendiri karna ingin menguasai rumah dan perusahaan nya,, bahkan diri nya di celakai oleh nya yang Dino tak percaya bahwa dia se tega itu melakukan itu pada nya bahkan setelah tahu fakta bahwa di balik meninggal istri nya itu semua itu karena piona yang memang sudah di rmacanakan sedari awal dan sangat rapi... Jika bukan karena Ziyan yang tiba tiba berubah mungkin Dino akan selamanya tak mengetahui apapun dan akan berakhir seperti istri nya dulu...
Dino mencoba mencari di ruangan kerja yang biasa piona sering bekerja karna saat itu piona tak masuk kantor karna ada acara lain,, dan Dino menggantikan nya,,
Dino mencoba mencari di laci bawah meja nya dengan sangat teliti bahkan sampai di bawah bawah berkas yang ada di laci itu,, juga membuat semua berkas berkas takut nya di selipkan di sana,, Namun sayang sekali Dino tak menemukan apapun,,
Kemudian Dino mencari lagi di sebuah rak buku yang terjejer rapih di ruangan tersebut dengan sangat teliti bahkan sampai membuka per halaman buku tersebut,, Namun sayang juga tak kunjung di temukan..
Kemudian Dino melihat ada berangkas uang di sana yang memang punya kantor sendiri,, Kemudian Dino mencoba membuka nya,, namun kata sandi nya salah seperti nya Piona sudah menggantinya,, Kemudian Dino melihat cctv di atas,, dan mengecek di komputer mencari waktu saat piona membuka berangkas tersebut,,, Setelah sekian lama mencari akhir nya Dino pun menemukan nya,, Untung nya kata sandi tersebut terlihat jelas di cctv saat piona mencoba mengambil nya...
"Dia benar benar mengganti kata sandi nya,," Ucap Dino sambil membuka dengan kata sandi yang piona ganti tersebut,, Dan akhir nya terbuka juga,, Dan Dino benar saja di sana tersimpan sertifikat kantor nya itu,, Rupanya Dino sudah mempersiapkan semua nya dengan matang ,, karna rencana yang Ziyan berikan pada Dino dan sudah di siapkan pula oleh Ziyan semua nya .
Kemudian Dino pun mengganti sertifikat nya dengan yang palsu,, semua nya persis Dann sama,, namun jika di teliti dengan sangat teliti maka akan terlihat ke palsuan dari sertifikat tersebut...
"Akhir nya aku dapat juga..." Ucap Dino sambil menyembunyikan sertifikat itu di balik jadi nya supaya tidak terlihat..
Lalu Dino pun menghapus cctv barusan dan di biarkan kembali setelah menghapus saat Dino mencari sertifikat tersebut...
Dino pun langsung buru bur pergi dan bersikap tenang seakan akan tak terjadi apapun..
"Pak..." Ucap pegawai pegawai di sana yang ada menyapa Dino dengan sopan...
__ADS_1
Dino hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan sapaan pada para pegawai nya..
Kemudian Dino pun langsung pergi menuju rumah Ziyan untuk mengembalikan atas nama nya,,
Sementara itu Indra baru saja sampai di rumah,, Namun Indra mendengar kebisingan di rumah seperti ada orang lain yang bermain bersama Kiano..
"Wahh,,, Rame sekali..." Ucap Indra saat setelah masuk dan di lihat nya Kiano sedang main bersama teman sebaya nya..
"Hallo,,," Sapa Diana saat Indra masuk..
"Ini Diana,, ibu nya temen Kiano..." Ucap Ziyan..
Indra hanya me gangguk dan tersenyum sebagai sapaan ya g sopan pada teman Ziyan..
"Ouh,, kalau gitu,, aku akan ganti baju dulu.. Kalian lanjutkan saja ." Ucap Indra sambil pergi meninggalkan mereka..
"Iyah,, aku juga bersyukur mempunyai suami seperti dia.." Jawab Ziyan mengungkapkan perasaan nya...
"Seandai nya aku pun memiliki suami seperti suami mu ,, mungkin aku juga akan bahagia.." Ucap Diana dengan sedih..
"Apakah kamu tak memiliki rencana memiliki suami lagi..?" Tanya Ziyan de gan tiba tiba..
Diana pun terkejut mendengar pertanyaan Ziyan tersebut,, Kemudian Diana pun tersenyum menanggapi nya .
"Yah,, untuk saat ini aku tak terfikir ke arah situ sih,, lagian siapa juga coba yang mau sama janda seperti aku .." Ucap Diana sedikit minder dengan seratus nya yang menjadi janda saat ini..
__ADS_1
"Iiss,, jangan bilang begitu,, orang yang tulus kan tak akan memandang seratus apapun bukan..." Ucap Ziyan mencoba mengembalikan kepercayaan Diana yang merasa minder...
"Yah,, aku berharap begitu,, namun sepertinya kan susah..." Ucap Diana..
"Jangan putus asa,, nanti juga akan ada waktunya mendapatkan cinta yang terbaik dari sebelum nya...," Ucap Ziyan kembali..
"yah,, untuk sekarang sih aku hanya fokus pada Shanshan saja,,," Ucap Diana sambil melihat ShanShan yang asyik bermain bersama Kiano setelah PR nya selesai di buat...
Sore hari...
Waktu Pun begitu cepat berlalu , sampai sampai hari akan segera gelap..
Diana dan ShanShan pun berpamitan untuk pulang...
"Terimakasih sudah di izinkan main ke rumah mu,, sampai jumpa lagi ." Ucap Dian yang berpamitan pada Ziyan..
"Yah,, lain kali sering sering main ke sini..." Ucap Ziyan yang membuka lebar rumah nya untuk Diana dan anak nya...
Merekapun pergi setelah melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan,,,
Namun saat mobil pergi datang lagi mobil yang lain masuk ke halaman rumah Ziyan,, Ziyan pun mengerutkan dahinya karna ada sebuah mobil menghampiri rumah nya .
"Rupanya ayah,, aku pikir siapa..." Ucap Ziyan saat Dino turun dari mobil nya...
...****************...
__ADS_1
@A,N