
Ziyan sedang menghadiri penjamuan makan bersama keluarga kecil nya..
"Oh ya Tan,, Sebenarnya ada apa mengundang kami saat ini..?" Tanya Ziyan yang ingin mengetahui tujuan mereka mengundang nya .
"Tante mempersiapkan ini sebagai ucapan terimakasih sama kamu.." Ucap Ratna..
"Terima kasih..? Terimakasih apa..?" Tanya Ziyan yang tak mengerti dengan apa yang di maksudkan Ranta,,
Ternyata Ziyan lupa karna jasa nya anak ibu tersebut terlepas dari lilitan hutang yang besar..
"Kamu tak ingat..?" Tanya Ratna mencoba mengingatkan Ziyan..
"Ingat apa Tan..?" Tanya balik Ziyan yang benar benar tak mengingatnya...
"Haiisss,,, Kamu lupa saat kamu berkunjung ke rumah Tante waktu itu diam diam kamu memberi kami uang,, dan karna uang itu Tante bisa melunasi hutang Tante saat almarhum suami Tante masih hidup,, jika tak ada uang itu mungkin Tante dan Sinta akan hidup di jalanan karna di usir dari rumah kami sendiri,, Tante benar benar terima kasih sama kamu,, Tante janji akan mengganti nya suatu saat nanti,, Tante akan menganggap nya kamu meminjamkan nya pada Tante.." Ucap Ratna menceritakan dengan rinci..
"Eh,, tak usah Tan,, aku ikhlas membantu Tante,, karna Tampa Tante saat itu jika tak membantu ku maka aku tak akan seperti yang sekarang,, Tante tenang saja tak perlu di ganti aku tulus membantu Tante.." Ucap Ziyan saat Ratna memegang tangan Ziyan saat mengucapkan terima kasih nya dan akan menggantinya
"Kamu sungguh baik hati,, Tante benar benar tak bisa mengatakan apapun lagi.." Ucap Ratna yang bingung harus bagai mana berterima kasih pada Ziyan yang membantu hidup nya..
"Baiklah,, kalau gitu mari makan.." Ajak Ratna mempersilahkan tamu untuk makan..
Merekapun makan dengan lahap,, namun Kiano tidak begitu suka dengan makanan nya karna makanan nya selalu pilih pilih..
"Kiano kenapa gak makan .?" Tanya Sinta yang melihat Kiano hanya memainkan makanan nya..
"Kiano ,, coba makan,, masakan Bibi juga enak loh,,, " Ucap Ziyan yang paham betul dengan Kiano..
"Tapi mah,, Kiano.." Ucap nya..
__ADS_1
"Coba saja,, jika makanan nya menurut Kiano gak enak Kiano boleh gak makan,, nanti mama buatin,, jika enak Kiano janji harus makan ya.." Ucap Ziyan membujuk Kiano dan memotong ucapan kiano
Kiano pun hanya mengangguk setuju dan mulai mencicipi..
"Kiano kenapa..?" Tanya Ratna yang tak tau apa apa..
"Oh,, Kiano suka pilih pilih makanan Tan.." Ucap Ziyan..
Ratna pun hanya mengangguk mengerti dengan perkataan Ziyan..
"Gimana..? Makanan nya enak..?" Tanya Ziyan pada Kiano yang sedang mencicipi masakan Ratna...
"Enak Ma .." jawab Kiano..
"Makan yang lahap ya.." Pinta Kiano..
Kiano hanya mengangguk iya ..
"Tan kami pamit dulu ya,, karna sudah malam Kiano sudah mengantuk.." Ucap Ziyan yang mulai berpamitan .
"Baiklah,, mari Tante antar.." Ucap Ratna yang mengantar Ziyan sampai depan rumah..
"Terimakasih ya sudah dateng ke undangan Tante ." Ucap Ratna..
"Iyah Tan sama sama . Kalau gitu kami pamit dulu ya ." Ucap Ziyan..
"Nanti kita ketemuan lagi,, daaahh sin..." Ucap Ziyan..
Sinta hanya membalas lambaian Ziyan yang sudah berjalan dan masuk ke dalam mobil...
__ADS_1
Di dalam mobil..
"Kamu ngasih uang ke mereka..? Kok gak cerita..?" Tanya Indra yang tak mengetahui prihal tersebut
"Ya,, itu terjadi beberapa hari lalu,, sudah cukup lama sih dan aku lupa ngasih tahu ke kamu.." Ucap Ziyan..
"Kamu ngasih berapa ke mereka...?" Tanya Indra..
"200 juta ." Ucap Ziyan singkat..
"Buat apa kamu ngasih mereka sebanyak itu..?" Tanya Ziyan...
"Kamu tahu apa,, mereka begitu baik di masa lalu sama aku,, tidak pantas kah aku membalas kebaikan mereka,, Mereka terlilit hutang sebesar 100 juta,, dan jika tidak di bayar maka mereka akan hidup di jalanan,, lalu balas Budi aku di mana,, memang nya uang segitu kamu tak punya lagi...!" Ucap Ziyan yang sedikit emosi karna Indra sepertinya tidak setuju mengasih uang sebanyak itu pada orang lain..
"Ouh,, rupa nya begitu,, Uang aku tak masalah,, tapi jika sembarang orang kamu kasih apa lagi di kasih sama kekasih mu itu,, tentu saja aku sangat sayang dengan uang itu.." Ucap Indra
"Tenang saja aku tahu batasan.." Ucap Ziyan
Ke Esokan hari nya..
"Sepertinya aku harus memutuskan hubungan deh dengan Hendra,, gimana ya reaksinya .. Aku penasaran apakah luka nya masih membekas,, pasti sangat menderita,, Namun sayang nya itu baru permulaan dari apa penderitaan ku selama ini,, tenang,, pelan pelan saja biar dia merasakan ke sengsaraan yang lebih sakit dari pada mati..." Ucap Ziyan
Sementara itu Hendra masih di rumah dan baru sembuh karna di olesi salep yang membuat lembab nya sembuh lebih cepat...
Kemudian HP nya berdering ada suara pesan masuk ke HP nya.. Hendra membuka hap itu ternyata dari No tak di kenal dan mengirimkan sebuah foto.. Kemudian Hendra pun melihat foto tersebut,, Betapa geram nya diri nya dan emosi saat melihat foto tersebut adalah Zeny dengan seorang laki laki,, dan Hendra pun tak mengenal lelaki tersebut...
"Bagus ya kamu Zeny,, rupanya kamu punya laki laki lain..." Ucap Hendra dengan marah den geram di penuhi emosi saat melihat foto tersebut...
...****************...
__ADS_1
@A,N