
Sesampai nya mereka di kafe,, Ziyan membawa Milna dan membiarkan nya duduk di kursi kosong...
"pelayan...?" sapa Ziyan pada pegawai yang kebetulan lewat ..
Pegawai itu langsung menghampiri Ziyan...
"Iyah Bu...?" Tanya Pegawai tersebut...
"Kamu bebas mau mesen apapun..." Ucap Ziyan pada Milna yang saat ini duduk di depan nya...
"Tak usah lah,, aku gak mau banyak berhutang..." Ucap Milna...
Ziyan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karna Milna yang seperti itu...
"Aku bisa bayar sendiri..." Ucap Milna sambil melihat lihat menu yang ada di atas meja tersebut.. Namun betapa kaget nya Milna saat melihat semua menu itu begitu sangat mahal sehingga Milna mengerutkan dahi nya saat melihat nya...
"Mahal mahal lagi... Uang ku ajah gak akan cukup satu menu saja..." Ucap Milna yang tak bisa membayar karna menu yang tertera di atas 90 ke atas...
"Sudah lah,, aku minta air putih saja..." Ucap Milna dengan sedikit kesal ..
Ziyan hanya tersenyum dan memegang dahi nya sedikit menggaruk meski tidak terasa gatal melihat tingkah laku Milna yang selalu menolak padahal dirinya memang ingin namun terlalu malu ataupun gengsi ...
"Sudah jangan cemas,, kafe ini milik aku,, aku kasih gratis,, jadi kamu bisa makan apapun yang kamu mau... Kamu belum makan kan...?" Tanya Ziyann...
Milna hanya menggelengkan kepalanya...
"Aku gak bisa memilih,, kamu ajah pilihin..." Ucap Milna yang memang bingung harus pilih yang mana...
"Ya sudah,, " Jawab Ziyan singkat..
Kemudian Ziyan pun memesan makanan yang viral beserta minuman nya yang banyak di minati...
"Aku,,, gak bisa berkata apapun,, hanya bisa bilang terima kasih padamu.." Ucap Milna dengan malu saat pelayan itu pergi...
"Sudah,, jangan di bahas lagi..." Ucap Ziyan...
"Jadi,, apakah ada barang di rumah yang di sana,, biar aku antar untuk mengambil nya.." tawar Ziyan..
"Tak usah,, tak ada yang berharga di sana.." Ucap Milna ..
"Lalu pakaian mu dan bayi mu...?" Tanya Ziyan..
"Aku masih ada satu di tas ." Ucap Milna..
Ziyan hanya menggelengkan kepala nya dengan semua pengakuan Milna yang begitu sengsara dan menyedihkan...
"Kalau gitu,, aku punya pakaian yang sudah tak terpakai tapi masih bagus,, kalau kamu mau aku kasih ke kamu,, gimana...?" Tanya Ziyan menawarkan baju nya yang memang masih bagus,, akan tetapi rencana Ziyan akan membelikan nya bukan bekas dirinya.. Itu hanya alasan supaya Milna tak menolak nya..
"Eum,, kedengaran bagus,, aku akan terima.." Ucap Milna yang sepertinya setuju..
"Pakaian itu hanya sementara saja sebelum kamu membeli Yanng baru,, jika gak ke pakai kamu jangan memakai nya..." Ucap Ziyan yang tak ingin memaksa Milna..
"Oke,,, aku mengerti .." Jawab Milna singkat...
__ADS_1
"Zie,,, kamu baru pulang...?" Tanya Diana yang melihat Ziyan baru balik ke kafe...
"Iyah,, aku baru balik..." Ucap Ziyan...
"Zie,, Ini siapa..?" Tanya Diana saat melihat wanita asing yang hanya fokus pada bayi nya,, dan Milna pun tak memperdulikan Diana yang saat itu berbicara dengan Ziyan karna tak ingin ikut campur...
"Dia,, kamu perkenalkan diri kamu..." Ucap Ziyan pada Milna..
"Milna..." Ucap Milna dengan cuek Tampa menyodorkan tangan sebagai tanda pengenalan...
"Diana .." Jawab Diana yang kurang enak dengan cara Milna tersebut...
"Zie,, kok kamu bawa orang kaya gitu,, ?" Tanya Diana membisik pada Ziyan ya g sedang duduk di dekat nya itu..
"Memang dia seperti itu,, biar nanti gue cerita,, jangan masukin ke hati ajah,,, di maklum saja.." Ucap Ziyan memperingati Diana suapaya tak di masukan ke dalam hati sikap Milna yang seperti itu...
"Nah,, jadi Diana ini yang membantu aku mengelola kafe ini.." Ucap Ziyan menjelaskan...
"Ouh..." Ucap Milna singkat sambil kembali fokus lagi...
Diana nampak kesal dengan perlakuan Milna tersebut Ziyan melihat nya dari wajah nya . Namun Ziyan menggelengkan kepala sambil memegang tangan nya supaya tetap seperti biasa Tampa reaksi apapun..
Diana pun menghela nafas panjang tuk menenangkan diri..
"Jadi Milna ini akan membantu kamu menjaga Kiano dan ShanShan supaya kamu fokus di sini.." Ucap Ziyan pada Diana...
"Tapi..." Ucap Diana yang kurang percaya..
Ziyan menatap Diana dan menggelengkan kepalanya...
Diana pun menghela nafas panjang tuk menenangkan ke cemasan nya jika di asuh oleh Milna..
Diana pun mengangguk mengerti...
"Kamu jangan takut,, aku bisa mengurus nya kok..." Ucap Milna yang tiba tiba dan itu membuat Ziyan kaget juga Diana,, sepertinya Milna sedikit tersinggung dengan Diana ..
"Oke,, aku percaya kok..." Ucap Ziyan mencairkan suasana yang tegang karna takut Milna mengurungkan niat nya untuk bekerja ...
"Mama..." Ucap seorang berlari menghampirinya ...
"Baru pulang sekolah...?" Tanya Ziyan pada Kiano yang kini mendekatinya di susul ShanShan yang menghampiri diana pula...
"Jadi,, ini anak mu...?" Tanya Milna saat melihat Kiano..
"Ya,,, dan ini ShanShan anak nya Diana..." Ucap Ziyan memperkenalkan diri nya...
"Ouh,, aku mengerti..." Jawab Milna singkat...
"Tante ini siapa ma...?"Tanya Kiano...
"Jadi Tante ini nama nya Tante Milna,, jadi ShanShan sama Kiano nanti main bareng Tante Milna ya,, nanti Kiano juga harus bantu jaga adik bayi Tante ya . " Ucap Ziyan menasehati Kiano...
"Kiano mau nya jagain adik Kiano sendiri .." Ucap Kiano..
__ADS_1
Ziyan nampak kaget mendengar pernyataan bocah 6 tahun tersebut.. Sementara Diana tersendiri kekeh mendengar nya...
"Makanya,, kapan kamu memberi adik bagi Kiano..?" Goda Diana mengejek..
Ziyan pun hanya menggelengkan kepalanya dan merasa malu karna Kiano tersebut....
"Oke kalau gitu .. Kamu mulai bekerja.. Aku dan Diana mau ke bertemu agen tuk membawa belanjaan..." Ucap Ziyan mengalihkan pembicaraan..
"Oke,,, kamu pergi lah,, " Ucap Milna..
"Kiano sama Shanshan baik baik ya sama Tante Milna,, mama dan mama kamu ada urusan ..." Ucap Ziyan...
"Oke ma..." Jawab Kiano sedangkan ShanShan hanya mengangguk...
"Ayo Shan.. Kita main di sana.." Ucap Kiano sambil menarik tangan ShanShan ,, dan Milna pun ikut bersama dengan nya tuk mengawasi di pinggiran tempat bermain sambil memperhatikan mereka...
"Ayo,, Nanti keburu siang.." Pinta Ziyan..
Ziyan dan Diana pun bergegas ke mobil tuk menuju tempat tujuan...
Di dalam perjalanan...
"Jadi Milna ini siapa...?" Tanya Diana memulai pertanyaan nya ..
"Ouh,, dia adalah kekasih Hendra..." Ucap Ziyan singkat .
"Lalu ,, anak itu...?" Tanya Lagi Diana...
"Anak Hendra..." Jawab Ziyan singkat sambil menyetir..
"Aku masih tak paham deh Zie..." Ucap Diana yang tak paham dengan informasi yang di berikan Ziyan hanya dengan jawaban singkat...
"Jadi selama ini Hendra berhubungan dengan dia sebelum mengenal aku dan Zeny,, Aku juga tak tahu alasan mengapa Milna sangat mencintai Hendra meski seperti itu bahkan rela menjadi pelampiasan nya setiap malam..." Ucap Ziyan yang menjelaskan nya...
"Ouh,, seperti itu rupanya... )Asti ada alasan tersendiri..." Ucap Diana..
"Ya mungkin,, tapi itu bukan urusan kita ,, jadi,, biarkan saja.." Ucap Ziyan...
"Kamu benar.. Zie..." Ucap Diana membenarkan nya.
"Lalu,, mengapa kamu membawa dia ke sini...?" Tanya Diana kembali..
"Karna saat bertemu Zeny di penjara,, Hendra memanggil namaku dan meminta bantuan ku untuk menjaga nya,, dia bilang dia hanya seorang diri dan merasa khawatir pada nya..." Ucap Ziyan menjelaskan kembali..
"Ouh,, aku mengerti sekarang.. Tapi sikap dia membuat aku jenggkel..." Ucap Diana..
"Ya aku juga kaget sih sebenar nya,, ternyata dia seperti itu,,, tapi mungkin nanti juga akan terbiasa,, jadi biarkan saja,, karna kan sifat orang berbeda beda,, tapi dia baik kok..." Ucap Ziyan dengan percaya..
"Karna kamu bilang seperti itu,, aku akan mempercayainya..." Ucap Diana...
Ziyan pun hanya tersenyum mendengarnya sambil fokus kembali m1engendarai mobil nya....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
@A,N