
Beberapa Minggu kemudian..
Dian sudah menyimpulkan dengan penelitian yang sangat hati hati,, rupa nya memang di dalam kopi yang selalu di berikan oleh piona setiap pagi itu mengandung racun yang lebih parah dari sebelum nya,, memang itu perlahan namun jika terlalu sering maka akan cepat pula dan itu akan menjangkit pada penyakit yang sudah ada,, seperti memiliki riwayat jantung maka akan berbuat dengan penyakit jantung tersebut akan tetapi akan lebih cepat parah sehingga doktor yang tak ahli akan menyangka itu hanya lah karena penyakit biasa bukan karena racun..
Setiap pagi Dino selalu berpura pura meminum nya di hadapan piona supaya piona gak curiga dirinya mengetahui sesuatu,, Dan Dino juga mengetahui fakta saat beberapa hari yang lalu tak sengaja Dino melihat Piona yang sedang jalan bersama bahkan saling bergandengan dengan mesra nya seperti orang yang pacaran atau suami istri,, Saat itu Dino ingin memergokinya namun Dino tahan dan mencoba menggali informasi lebih lanjut tentang lelaki tersebut..
Sedangkan di sisi lain..
Zeny semakin depresi di dalam penjara karna selalu di hantui mimpi buruk tentang masa lalu Ziyan namun posisi nya di gantikan oleh Zeny ,, setiap malam Zeny selalu ketakutan,, sedangkan Hendra selalu menenangkan Zeny yang seperti itu namun tak berhasil Zeny hanya membalik memarahi Hendra supaya diam tak mengganggunya,, sedangkan Hendra setiap Minggu ada 3 kali kekasih pertamanya selalu menjenguk nya bahkan sekarang sampai membawa anak dan di ketahui itu anak nya Hendra sendiri,, wanita tersebut setia dan tak meninggalkan nya meski tahu apa yang terjadi pada Hendra sampai sekarang,, dan karna itu pula Zeny semakin benci dan membenci Hendra bahkan sampai dirinya hampir gila karena nya ...
Di dalam penjara..
"Kenapa kamu kemari..?" Tanya Hendra saat setalah di panggil oleh pak polisi di ruang tunggu karena ada yang ingin bertemu dengan nya..
"Memang nya kenapa,, tentu saja anak kita merindukan ayah nya...!" Ucap kekasih Hendra tersebut sambil menggendong anak yang masih berusia 1 sampai 2 bulanan tersebut..
"Kamu jangan begitu,, mestinya kamu bersyukur karna aku tak pergi dan masih setia meski aku tahu semua yang terjadi bahkan kau masuk penjara pun aku tak meninggalkan mu.." Ucap Kekasih Hendra tersebut mencoba menyadarkan Hendra bahwa dirinya benar benar setia pada nya
"Seharus nya kamu pergi,, aku tak pantas bersama mu aku sudah terlalu banyak menyakitimu sehingga aku tak pernah menjaga perasaan mu..." Ucap Hendra menyesal...
"Suuuttt,,, Sudah jangan bicara lagi,, asalkan kamu mau menerima ku,, aku tak akan pernah meninggalkan mu.. Kasian tahu anak kita nanti tak tahu siapa ayah nya.." Ucap Kekasih Hendra tersebut..
Hendra pun hanya tersenyum kagum dengan kekasih nya tersebut..
"Terimakasih ya,, kamu selalu ada dan benar benar setia pada ku..." Ucap Hendra yang mulai luluh hatinya..
Milna hanya tersenyum sambil menggendong dan mengayun ngayunkan anak nya dengan perlahan lahan.
"Boleh aku menggendong nya .?" Tanya Hendra..
__ADS_1
"Tentu saja.." Ucap Milna sambil memberikan bayi mungil pada ayah nya,, Hendra..
Milna hanya tersenyum melihat Hendra yang menggendong anak nya sambil mengagun ngayunkan nya supaya tidur nya tidak terganggu..
"Mas,, lebih baik kamu makan lah dulu,, aku sudah memasak banyak hari ini.." Ucap Milna menyodorkan sebuah rantang bersusun yang berisi nasi dan lauk pauk lain nya...
Kemudian Hendra pun mengembalikan bayi nya pada Milna dan membuka bekal yang di bawa nya,,
Di sana ada nasi ,, danging goreng,, Tempe orek,, dan tongkol suwir..
Hendra pun menjadi berselera kembali saat memakan nya ,, karna makanan di dalam tahanan begitu tidak enak..
"Eum,, sudah lama aku tak makan se enak ini,," Ucap Hendra saat setelah memakan nya..
"Syukurlah kalau kamu menyukainya.." Ucap Milna kembali tersenyum..
Semua makanan pun habis di makan...
"Kamu Ziyan.." Ucap Milna yang mencoba menebak meski Milna tak begitu kenal dengan Ziyan namun karna sering melihat fotonya jadi Milna hanya menebak saja..
"Iyah,, siapa ya...?" Tanya Ziyan saat melihat orang yang menyapanya sambil menggendong anak yang masih bororjol..
"Perkenalkan aku Milna..." Ucap Milna memperkenalkan diri sendiri..
"Ouh,, Ziyan..." Jawab Ziyan..
"Mari mengobrol sebentar .." Ajak Milna membawa Ziyan ke kursi depan pintu Kapolsek tersebut..
Ziyan pun mengikutinya karna penasaran juga dengan orang tersebut..
__ADS_1
"Oh ya kalau boleh tanya,, kamu siapa ,, kok kenal saya,, sedangkan saya tak pernah melihat anda...?" Tanya Ziyan yang mempertanyakan Milna siapa..
"Ouh,, sebenarnya aku adalah kekasih Hendra,, " Ucap Milna..
"Ouh,, sungguh kah,, saya pikir itu hanya rumor saja..." Ucap Ziyan yang kaget..
"Lalu kenapa anda mencari saya..? Apakah kamu ingin memarahi saya karna telah memenjarakan Hendra...?" Tanya Ziyan yang berfikir ke arah situ..
" Aku tak akan menyalahkan kamu,, karna memang itu sudah jadi akibat dari perbuatan nya,, Justru aku hanya ingin meminta maaf atas nama Hendra karna telah melakukan hal yang sangat begitu kejam pada mu...," Ucap Milna..
Ziyan pun terkejut dengan pernyataan Milna yang rupanya begitu mulia nya hati nya..
"Aku tak menyangka rupanya kamu sangat baik...,x" Ucap Ziyan..
"Aku sudah memaafkan Hendra,, aku juga bukan tipe orang yang terlalu pendendam...," Ucap Ziyan..
"Syukurlah kalau begitu,, aku senang mendengarnya..." Ucap Milna..
"Lalu kamu dan Hendra..?" Tanya Ziyan..
"Aku dan dia,, awalnya Hendra tak ingin menerimaku sebagai pacar nya dan semua itu terjadi sangat lama sebelum Hendra mengenal kamu dan adik mu,, aku tahu semua yang di lakukan Hendra namun aku tak ingin ikut campur atas semua urusan nya,, biasa di bilang aku adalah rumah nya dan pelampiasan nya,, dia akan datang padaku saat apapun bahkan dia sering bersama ku setiap malam,, Karena aku sangat mencintai nya meski dia tak pernah menganggap ku kekasih nya tau semacam nya..." Ucap Milna dengan agak sedih..
"Ouh,, begitu rupanya,, aku paham dengan perasaan mu,, Lalu apa yang membuat kamu masih bertahan sampai saat ini..?" Tanya Ziyan..
"Ini semua demi anak ini,, karna semua telah terjadi dan aku hamil aku tak ingin anak ini nanti menanyakan ayah nya.." Ucap Milna..
"Aku pamah,, kamu memang wanita yang luar biasa ,, aku kagum karna kamu,, meski Hendra begitu pada mu tapi kamu masih tetap menerima nya, di dunia ini cuman ada 1 per 100 looh..." Ucap Ziyan memuji Milna...
Rupanya Milna sudah lama ingin mencari Ziyan namun Milna tak tahu alamat atau pun rumah bahkan tak tahu Ziyan sendiri,, namun karna pertemuan tak sengaja dan mencoba menebak nya rupanya benar sehingga tersampaikan lah Milna bertemu dengan Ziyan...
__ADS_1
...****************...
@A,N