Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 53


__ADS_3

pertarungan pun begitu sengit saat itu,, namun Ziyan tetap aman di dalam mobil karna pintu mobil yang terkunci meski kaca mobil sudah retak karna bekas pukulan dari preman yang menyelinap sendirian,, namun tak lama setelah itu datang bantuan yang tak lain rekan sang sopir tersebut yang sudah di atur oleh Indra saat itu ,, Sang sopir meminta bantuan yang lain nya karna kewalahan melawan beberapa preman tersebut..


Setelah datang beberapa orang bantuan sang sopir pun yang terluka menjadi tenang karna ada bala bantuan..


"Marsel.. kamu aman kan..?" Tanya orang yang datang membantu Marsel..


"Oke aku aman,, kalian datang tepat waktu.." Ucap Marsel yang langsung duduk di depan mobil sambil menghela nafas lega..


Tentu saja para preman itu kalah atas bantuan yang lain nya yang Marsel panggil lewat telepon headset di telinganya..


Ziyan pun keluar tuk memastikan apakah Marsel baik baik saja..


"Marsel apa kamu baik baik saja..?" Tanya Ziyan keluar dari mobil dan menghampiri Marsel yang terduduk dengan sedikit babak belur di wajah nya..


"Nyonya tenang saja,, aku akan,, lebih baik nyonya masuk kembali ke dalam mobil supaya lebih aman.." Pinta Marsel..


"Syukur lah,, setelah ini kamu periksa ke dokter.. oke.." Ucap Ziyan yang khawatir pada Marsel .


"Nyonya tenang saja,, aku sudah terlatih.." Ucap Marsel..


"Ziyan kamu gak papa...?" Tanya Seseorang dari arah belakang saat Ziyan sedang melihat kondisi Marsel..


Ziyan pun terkejut dan langsung membalikkan badan karna Ziyan tahu siapa orang dengan suara seperti itu..


"Aku baik baik saja.." Ucap Ziyan sebari berdiri dan menghampiri Indra..

__ADS_1


"Kamu sedang apa..?" Tanya Indra..


"Aku hanya mengecek ke adaan Marsel dia terluka.." Ucap Ziyan dengan jujur..


"Ouh,, dia kan laki laki ,, jantan,, luka seperti itu sudah biasa ya kan Marsel..?" Tanya Indra sebari dengan mata sinis tatapan majan dan bicara dengan tajam nya ,, Sebenarnya Indra merasa cemburu karna seperti itu pada orang lain..


Marsel yang tahu maksud dari Indra sejenak langsung merinding dan ketakutan dengan. tatapan nya dan bicaranya yang sinis..


"Iyah tuan,, saya baik baik saja.." Ucap Marsel dengan sedikit gugup karna gemetar..


"Eum,, Indra kenapa ya..?" Tanya Ziyan yang tak tahu apa yanmembuat Indra seperti merasa berbeda saat ini..


"Ayo pulang kamu gak papa kan..?" Tanya Indra


"Ehh,,, aku gak papa,, aku bisa berjalan.." Ucap Zuyan yang kaget karena Indra tiba tiba menggendong nya dan berjalan ke arah mobil milik nya..


"Kalian Urus mereka.." Ucap Indra pada semua anak buah yang ada di sana..


"Baik tuan.." jawab semua dengan serentak...


Indra pun membawa jiyan yang di gendong nya ke dalam mobil menuju rumah untuk pulang..


Beberapa menit yang lalu sebelum ke jadian..


Sebenarnya Marsel sudah menghubungi Indra saat masih jauh di perjalanan sampai lokasi karena Marsel merasa ada orang yang sedang mengintai nya saat masih di rumah ayah nya ziyan..

__ADS_1


Kemudian Marsel diam diam melaporkan pada Indra dan Indra pun segera menyuruh bawahan nya untuk menuju kesana,, namun tak di sangka Marsel harus sampai turun dan menghadapi preman itu,, saat setelah mereka sudah babak belur namun masih mampu bertarung Marsel pun malah terkena pukulan dan kewalahan karena mereka terlalu banyak ada sekitar 10 orang preman,, namun saat ada satu orang yang menyelinap Marsel menyadarinya sedari tadi dan langsung saja Marsel tancap gas memukul jatuh semua nya dengan cepat dan pada saat pukulan ke dua kaca itu akan pecah dengan di pukul oleh tangan si preman itu langsung saja Marsel memukul kepala nya denga pukulan yang keras sehingga preman itu jatuh pingsan,, Dan saat preman yang lain nya berdiri kembali sedangkan Marsel sudah lelah datang lah bala bantuan yang di pimpin oleh indra namun indra datang terakhir dan para bawahan nya Mun menyelesaikan preman preman itu,, tak butuh waktu lama beberapa menit saja mereka tumbang semua..


Setelah mereka tumbang,, kemudian mereka di anggkut ke dalam bak mobil truk atau semacam nya sambil di ikat bersama 11 orang dengan dua kelompok di ikat melingkar dan di bawa ke sebuah markas rahasia dan hanya Indra dan bawahan sebagian saja yang tahu...


Sesampai nya di rumah..


"Aku boleh tidur bersama mu..?" Tanya Ziyan..


"Ouh,, mengapa tidak,, tentu saja.." Ucap Indra ya g senang karna akan tidur seranjang dengan Ziyan..


Kemudian Ziyan pun masuk ke dalam kamar nya dan langsung tidur karna badan nya begitu sangat lelah dan cape..


Ziyan pun cepat tertidur setelah berganti pakaian ke baju tidur dan sehabis mandi ,, Indra baru saja masuk ke kamar tapi sudah di lihat nya Ziyan sudah tertidur pulas,, Kemudian Indra pun merasa kasihan dan di tarik lah selimut nya karna Ziyan tak mengenakan selimut Indra pun menyelimuti nya ,, dan Indra. pun memeluk Ziyan dengan penuh kasih sayang,, merekapun tertidur dengan berpelukan...


Sementara itu di sisi lain Hendra mencoba menghubungi bos preman yang di utus nya untuk mengganggu perjalanan Ziyan karna ternyata mereka sudah di mata matai dari keluar kantor sampai rumah ayah nya Dan saat kembali mereka baru beraksi..


Namun Setelah beberapa saat setelah melaporkan bahwa target sudah di depan mata Hendra 2 jam kemudian mencoba menghubungi Bos preman tersebut namun no tersebut tak aktif,,Tentu saja Hendra prustasi setelah beberapa kali mencoba menelepon namun masih tetap sama..


"Kemana sih sebenar nya orang ini no nya tak aktif sama sekali.." Ucap Hendra dengan kesal..


"Oke,, sudah lah,, mari kita lihat besok apakah mereka berhasil atau tidak.." Ucap Hendra dengan sedikit tenang..


...****************...


@A,N

__ADS_1


__ADS_2