Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 61


__ADS_3

Di Rumah Sakit..


Kini Ziyan sudah mendapatkan pertolongan dan sudah di rawat namun masih belum sadar juga setelah beberapa jam..


Indra pun merasa khawatir pada nya,,


"Hallo,, Marsel bagai mana apa kamu sudah dapat petunjuk..?" Tanya Indra pada Marsel yang di perintahkan untuk mencari tahu siapa yang mencelakai Istrinya tersebut..


"Balum tuan,, saya dan yang lain nya masih menyelidiki nya.." Jawab Marsel..


"Oke,, kamu lanjutkan lah,, jika tak ada kemajuan segera lah kamu lapor polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.." Ucap Indra .


"Baik tuan..." Jawab Marsel .


"Siapapun kamu aku tak akan pernah melepaskan mu sampai kapanpun.." Ucap Indra dengan mengepalkan tangan nya penuh emosi..


Sementara itu Ziyan mulai tersadar dari koma nya selama beberapa jam...


Penglihatan Ziyan masih rabun dan berputar putar saat melihat ke atap ruangan..Kemudian Ziyan pun memegang kepala nya yang memang sangat pusing saat itu..


Dengan perlahan Ziyan membuka mata dan mengumpulkan tenaga untuk bangun karna badan nya begitu lemas..


Indra pun yang mengetahui Ziyan yang berusaha bangun langsung menghampirinya setelah membalikkan badan tuk melihat keadaan Ziyan setelah menelepon Masrel tak lama dari situ..


" Ziyan,, akhir nya kamu sadar,, pelan pelan lah.." Ucap Indra sambil membantu Ziyan tuk duduk..


"Di mana aku.. Apa aku sudah mati...?" Tanya Ziyan..


"Ngomong apa kamu,, kabu baik baik saja,, sekarang ada di rumah sakit ." Ucap Indra


"Sungguh ,, aku Fikir aku akan mati..." Ucap Ziyan..


"Sudah jangan ngomong kayak gitu lagi,,


Ayo minum dulu..." UU cap Indra sambil mengambil air yang ada di sisi kasur tersebut dan membantu nya meminumkan air mineral pada nya...


Ziyan pun meminum nya Tampa penolakan..


"Kamu mau buah,, atau apa kamu lapar..?" Tanya Indra yang sangat mengkhawatirkan nya begitu cerewet seperti seorang wanita ...


"makan bubur saja,, tenggorokan ku kurang enak.." Ucap Ziyan..

__ADS_1


"Baiklah kamu tunggu sebentar ya,, aku akan


ke depan membeli bubur dulu.." pinta Indra..


Ziyan pun hanya mengangguk saja.. Kemudian Indra pun dengan cepat pergi tuk membeli bubur..


Ziyan pun tersenyum sendiri karna melihat Indra yang begitu mengkhawatirkan nya...


"Kamu Fikir aku mati,, tunggu saja,, dendam ini akan aku balaskan padamu,, tunggu saja kamu.." Ucap Ziyan dengan tatapan dingin dengan penuh kebencian pada orang yang membuat nya seperti ini,, Dan Ziyan tahu siapa dia...


"Aku Fikir aku akan mati,, ternyata tuhan masih memberi aku kesempatan hidup.." Ucap Ziyan ..


"Kamu tunggu saja .." Ucap Ziyan dengan penuh kebencian ...


Beberapa saat kemudian Indra pun kembali setelah memberi bubur namun dia tak sendirian,,


"Mama,, mama gak papa..? Kiano sangat khawatir ,, Kiano takut kehilangan mama.." Ucap Kiano yang langsung menghampiri Ziyan dan naik ke atas kursi karna dirinya sangat kecil sehingga mampu memeluk Ziyan karna setara dengan Ziyan karna menaiki kursi tersebut..


Ziyan pun mengelus elus kepala Kiano..


"Mama baik baik saja,, Kiano jangan khawatir ya..,,", Ucap Ziyan menenangkan Kiano..


"Sudah jangan ganggu mama mau,, dia kan baru sadar,," Ucap Indra pada Kiano..


"Sini aku suapin ya .." Pinta Indra..


Ziyan hanya mengangguk iya .


Indra pun menyuapi Ziyan dengan lembut...


"Makasih ya .." Ucap Ziyan dengan tiba tiba...


"Makasih untuk apa..?" Tanya Indra


"Karena kamu selalu ada untuk ku apapun yang terjadi.." Ucap Ziyan..


"Kamu kan Istri ku tentu saja aku akan selalu ada bersamaku apapun yang terjadi,, jadi jangan lah berbicara begitu ya .."Ucap Indra sambil kembali menyuapi Ziyan..


Ziyan hanya terdiam patuh dengan sedikit senyam senyum melihat suami nya begitu menyayangi nya dan memperdulikan nya...


Sedangkan Marsel tak menemukan petunjuk apapun tentang orang tersebut,, meski sudah mencari ke sekeliling rumah kosong tersebut yang sekarang sudah hangus terbakar..

__ADS_1


Namun saat Marsel pergi untuk mencari bantuan polisi tak sengaja menginjak sebuah kantong plastik berwarna hitam,, Marsel begitu penasaran dengan isi kantong tersebut,, Kemudian Marsel pun mencoba membuka kantong tersebut..


"Apa ini...?" Tanya Marsel sambil membuka kantong tersebut...


"Hah,, rambut palsu,, kumis palsu ,, janggut palsu,," Siapa yang membuang ini di sini.." Ucap Marsel yang kaget dengan isi kantong tersebut sekalian heran juga..


"Ouh,, apa mungkin ini adalah penyamaran orang itu supaya tak ketahuan.. Lebih baik aku bawa saja ke kantor polisi sebagai bukti.." Ucap Marsel sambil pergi membawa kantong plastik tersebut tuk di serahkan ke polisi...


Sementara itu Marsel sudah jauh pergi meninggalkan tempat tersebut..


2 Jam kemudian Hendra kembali ke tempat itu bersama Zeny tuk memastikan bahwa tempat itu benar benar hangus terbakar bersama Ziyan..


"Apa kamu yakin dia tak ada yang menyelamatkan nya..?",Tanya Zeny..


"Aku harap begitu,, karna tak ada yang tahu kalau dia di sekap di sini..." Ucap Hendra..


Hendra pun mencoba masuk dan mencari bahwa Ziyan sudah gosong dan tak bernyawa..


Namun betapa kaget nya diri nya saat melihat di tempat itu tak ada jasad Ziyan ,, Namun Hendra berfikir mungkin sudah habis terbakar sampai ke tulang tulang nya..


"Aku tak menemukan jasad nya..." Ucap Hendra..


"Mungkin sudah habis terbakar oleh api..." Ucap Zeny beranggapan Ziyan yang habis terbakar..


"Hahaha,, mungkin kamu benar.." Ucap Hendra..


"Rasakan kah,, siapa suruh membuat ku menderita itulah akibat nya.." Ucap Hendra..


"Aku masih ngebayangin betapa sedih nya Indra karna Ziyan tak ketemu..." Ucao Hendra dengan penuh bangga merasa dirinya sudah menang..


Rupanya semua itu sudah di ranncanakan beberapa hari oleh Hendra dan Zeny .. Meski Zeny tak ikut campur namun ide tersebut di dapatka dari Zeny...


Namun satu hal yang tak di ketahui Hendra...


Bahwa rupanya di sana terdapat cctv yang baru di pasang Marsel atas perintah Indra,, Dan pikiran Indra benar bahwa orang tersebut akan kembali lagi ke rumah tersebut setelah padam tuk memastikan ke adaan nya..


Dan saat itu Indra menonton ucapan Indra di ruangan kosong itu di dalam HP nya yang terhubung dengan cctv tersebut...


"Ouh,, rupanya kamu pelakunya .." Ucap Indra dengan penuh emosi dan kebencian...


...****************...

__ADS_1


@A,N


__ADS_2