Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 39


__ADS_3

Sore hari nya...


Setelah Zeny menelepon Hendra dan mengatakan dirinya sedang sakit dan tak enak badan Zeny langsung mengunjungi Hendra ke rumah nya...


Betapa kaget nya Zeny melihat kekasih nya menjadi seperti itu,, Wajah nya yang penuh dengan lembab membuat Hendra mesti harus di kompres,,


Tentu saja Zeny tak keberatan karna merasa kasihan dan iba Zeny pun membantu Hendra mengompres nya dengan pelan dan hati hati...


"Awwww,,," Hendra berdesih kesakitan karna Zeny kurang hati hati


"Maaf,, sakit ya.." Tanya Zeny menghentikan tangan nya mengompres karna Hendra berdesis kesakitan...


"Tentu saja,, Makanya hati hati..." Hendra memperingati Zeny supaya lebih pelan mengompresnya..


"Kenapa bisa jadi gini...?" Tanya Zeny menanyakan prihal lembab lembab di wajah nya..


"Ini semua karna kakak bodoh mu itu.." Ucap Hendra dengan emosi..


"Kenapa..?" Tanya Zeny tak paham..


"Karna dia kemarin tak datang dan tak bisa di hubungi jadi kemarin aku di hajar sama preman penagih hutang ." Ucap Hendra menjelaskan ..


"Hutang apa sih,, sampai sampai kayak gini ..?" Tanya Zeny yang tak tahu tentang hobby Hendra yang sering berjudi..


"Aku kalah berjudi.." Ucap Hendra dengan nada males menjawab nya .


"Ya ampun,, pantes kamu gak pernah punya duit,, habis duit mu pake judi terus,, Rugi aku pacaran sama kamu .." Ucap Zeny..


"Apa bilang,, kamu rugi..?" Tanya Hendra dengan emosi dan langsung berdiri saat duduk di kompres oleh Zeny karna merasa tersinggung ..


"Bukan kah selama ini Akku selalu memenuhi semua yang kamu inginkan bukan,, di mana rugi nya,, bahkan kau tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun jika aku punya uang..." Ucap Hendra blak blakan tentang pengorbanan nya..


"Aku bela-belain mangfaatin Ziyan buat kamu,, dan sebagian uang yang di kasih Ziyan juga aku kasih ke kamu dimana rugi nya...?" Tanya lagi Hendra dengan penuh emosi..


"Tentu saja rugi jika kamu terus berjudi,, jika kamu kalah terus siapa yang rugi,, saat kamu gak ada duit aku yang jadi sasaran bukan...!" Ucap Zeny menambah emosi Hendra..

__ADS_1


"Ouh,, jadi selama ini kamu itung itungan ya sama aku..?" Tanya Hendra dengan emosi dan kecewa juga..


"Bukan begitu aku cuman nyuruh kamu jangan terus berjudi,,, Kok malah jadi emosian sih..." Ucap Zeny yang tak mengerti apa yang salah dari pembicaraan nya tadi..


"Mana bisa,, Jika aku menang maka aku kan kaya..." Ucap Hendra menolak perintah Zeny untuk berhenti berjudi..


"Sudah lah,, kamu pulang sana ,, aku mau istirahat aku gak mood sekarang.." Ucap Hendra mengusir Zeny karna terbawa emosi..


"Ouh,, kamu ngusir aku ya...?" Tanya Zeny dengan emosi karna Hendra mengusir nya..


"Aku bilang aku gak mood sekarang..." Ucap Hendra yang sudah terlanjur emosi..


"Oke,, kamu urus sendiri luka mu itu.. Kalau tahu begini aku mestinya tak datang.." Ucap Zeny sambil melempar sebuah saputangan yang di pakai untuk mengompres lembab di wajah Hendra tadi..


Hendra pun hanya menerima saputangan yang di lemparkan ke badan nya itu,,


Dan Zeny pun pergi dengan emosi dan kecewa atas perlakuan Hendra yang seperti itu..


Sementara itu Ziyan sedang berjalan jalan di taman yang tak jauh dari rumah nya bersama Kiano,, karna Kiano yang mengajak nya jalan jalan sore yang ingin di temani oleh Ziyan dan Ziyan pun tentu saja menurutinya..


"Ziyan,, Tunggu..." panggil seseorang dari belakang..


"Eh,, Sinta,, sedang apa di sini..?" Tanya Ziyan saat tahu yang memanggil nya adalah Ziyan..


"Aku kebetulan lewat ke sini,, biasa juga aku kalau pulang kerja kalau hari gini kadang kadang sering ke sini sekedar beristirahat karna tempat nya yang adem.." Ucap Sinta..


"Ouh,, begitu.." Ucap Ziyan


"Eh ini anak mu ya... Imut sekali.." Ucap Sinta sambil membungkuk tuk menghampiri Kiano yang saat itu di gandeng Ziyan ..


"Adik siapa nama mu..?" Tanya Sinta yang ingin dekat dengan Kiano..


"Kiano.." Jawab Kiano simpel..


" Kamu boleh panggil kakak eum apa ya,, Tante Sinta ajah ya...!" Pinta Sinta..

__ADS_1


Kiano hanya mengangguk menyetujuinya...


"Baiklah,, ibu ku nanti malam mengundangmu makan malam dan jangan lupa kata nya bawa suami dan anak mungil ini,," Ucap Sinta sambil mencubit pipi Kiano yang tak tahan akan ke imutan nya...


"Aww,, Tante sakit.." Ucap Kiano merintih ke sakitan ..


"Cup cup cup.. maaf,, habis nya kamu seimut itu,, jadi Tante geregetan deh..." Ucap Sinta sambil mengelus rambut nya..


"Oke,, aku harap kalian nanti ada waktu sehingga bisa datang ke rumah kami.." Ucap Sinta sambil berdiri kembali setelah mencubit Kiano..


"Eum,, aku tak bisa menjanjikan datang,, nanti aku bicarain dulu sama suami aku,, semoga saja dia ada waktu .." Ucap Ziyan..


"Ya aku harap begitu,, Oh ya aku lupa tak meminta no mu,, Nanti jika tidak datang kamu bisa menelepon aku suapaya kami tidak menunggu kedatangan mu,," Ucap Sinta


"Oke,, Nah aku sudah simpanan no ku di hp mu.." Ucap Ziyan setelah menerima hp Sinta yang di sodorkan meminta no mu nya ..


Kemudian Sinta pun melihat hp nya dan langsung menyimpan nya supaya tidak hilang no na..


"Oke,, kalau gitu, aku duluan ya, " Ucap Sinta sambil menyimpan kembali hp nya di dalam saku celana nya..


"Baiklah, kamu hati hati di jalan.." Ucap Ziyan


"Oke,, awas jangan lupa jika tak sempat telepon terlebih dulu.. Bye..." Ucap Sinta sambil beranjak pergi menjauhi Ziyan dan Kiano sebari melambaikan tangannya..


"Bye. bye, " Ucap Ziyan kembali sambil membalas lambaian tangan nya..


"Ayo kita lanjutkan berjalan.." Ajak Ziyan pada Kiano setelah Sinta pergi begitu jauh sampai tak terlihat lagi setelah masuk ke belokan...


"Ma, Tante tadi kayak nya galak, Kiano sampai ke sakitann karna di cubit.." Ucap Kiano sambil memegang pipi nya..


"Isss,, Dia orang nya baik kok, Dia sahabat mami yang sudah lama tak pernah bertemu.." Ucap Ziyan..


"Sudah, Tante Sinta hanya gereget sama kamu, karna kamu anak yang paling imut sekota ini.." Bual Ziyan supaya Kiano tak berkata yang buruk lagi tentang orang lain,.


Kiano hanya terdiam saat ibunya berkata demikian...

__ADS_1


...****************...


@A,N


__ADS_2