
Di kantor Indra..
Indra kini sedang menegur seorang karyawan yang bertugas di ke uangan mengelola keuangan kantor.. Namun Indra tak menyangka bahwa akan ada kasus itu setelah sekian tahun hening...
"Jadi apa alasan kamu melakukan nya...?" Tanya Indra.
"Maafkan saya pak bos,,, saya terpaksa melakukan nya .." Ucap Ikmal dengan menyesal dan hanya menundukkan kepalanya sambil menjawab dengan suara yang rendah karna malu..
"Jawab dengan lengkap..." Ucap Indra sedikit membentak karna Ikmal bertele tele dalam bicara nya ..
"Sebenar nya,, Istri saya sedang sakit parah dan membutuhkan biaya operasi puluhan juta,, saya sudah kehabisan jalan buntu tak ada yang mau meminjami uang kepada saya dan saya sudah tak memiliki apapun saat ini selain rumah karna semua sudah saya jual untuk pengobatan Istri saya,, Bahkan saya sekarang sering terlambat karna beberapa hari yang lalu motor saya saya jual karna membayar biaya rumah sakit.. Tadi nya saya mau mengganti nya perlahan dari setengah gaji saya,, Namun saya sudah ke Tahuan..." Ucap Ikmal dengan nada yang bersungguh sungguh...
Indra hanya terdiam mendengar penjelasan Ikmal yang memperihatinkan ,, dan Indra merasa bahwa Ikmal bersungguh sungguh dan tidak berbohong...
"Berapa uang yang kamu ambil...?" Tanya Indra dengan tegas dan sedikit membentak..
"50juta " Jawab singkat Ikmal sambil tertunduk diam dan malu..
"Aku tanya berapa lama kamu bekerja di sini...?" Tanya Indra
"2 bulan..."Ucap Ikmal..
"Fin,, tolong ambilin data dan proposal Iklan dari awal dia melamar kerja.." Pinta Indra pada Fino yang memang berada di sana..
"Baik,, " Ucap Fino yang mengambil berkas tentang Ikmal tersebut..
"Kamu udah punya anak..?" Tanya Indra sambil menunggu Fino kembali.
"Belum..." Jawab Ikmal singkat..
"Berapa tahun kamu menikah...?" Tanya Indra kbali
"4 tahun.." Jawab Iklan singkat kembali..
"Sudah berapa lama istri kamu sakit...?" Tanya Indra kembali..
"2 tahun terakhir ini,, namun beberapa bulan ini penyakit nya semakin parah..."Ucap Ikmal..
"Ini pak.." Ucap Ikmal ya g menyela pertanyaan Indra pada Ikmal..
"Sebelum nya kamu kerja apa..?" Tanya Indra sambil melihat data data Ikmal..
"Saya sama di bidang ke uangan di kantor cabang saya,, Namun kantor tersebut bangkrut sehingga saya menjadi ojol untuk sementara waktu sampai saya melamar dan bekerja di sini,, namun istri saya sebulan terakhir ini di rawat di rumah sakit karna penyakit nya yang semakin parah..." Ucap Ikmal..
__ADS_1
"Prestasi kamu bagus ,,, Oh jadi kamu pengganti pak Hadi yang sakit dan meninggal..?" Tanya Indra..
"Iyah pak..." Ucap Fino
"Siapa kemarin yang menerima interview kamu ..?" Tanya Ikmal..
"Pak Fino..." Jawab Ikmal..
"Oke,, saya paham..." Ucap Indra yang sudah mengerti harus bagai mana..
Saat interview Ikmal memang bukan Indra karna saat itu ada urusan sehingga mewakilkan nya pada Fino dan Fino pun mengirim semua proposal dari peserta interview tersebut sehingga Indra memutuskan menerima Ikmal karna data data yang di terimanya memuaskan dan Indra juga mengutamakan ke sopanan dan tingkal laku yang baik jika buruk maka akan langsung di keluarkan
"Saya mohon pak.. Jangan keluarkan saya.. Saya janji akan menggantinya..." Ucap Ikmal memohon supaya dirinya tidak di pecat
Indra 0un menghela nafas panjang... Yang sedang ke bingungan beberapa saat harus bagai mana..
"Oke,, saya kali ini maafkan kamu ,, tapi lain kali jangan di ulangi,, jika perlu sesuatu silahkan datang ke kantor saya dan bicara sama saya .." Ucap Indra mengingatkan..
"Terimakasih pak terimakasih,,, " Ucap Ikmal dengan suara yang bersungguh sungguh senang karna tidak di pecat dari perusahaan itu..
"Oke,, bulan ini dan seterusnya kamu saya potong gaji kamu setengah untuk membayar hutang dan sebagian untuk biaya ya hidup kamu dan istri kamu,,," Ucap Indra menentukan dan memilih mempertahankan Ikmal.. Dan mengerti di posisi nya saat itu...
"Baik pak,, saya tak keberatan..." Ucap Ikmal yang menyetujui langsung..
"Untuk saat ini di masih dalam keadaan lemah,, dan saya sudah menunggak pembayaran penginapan rumah sakit selama 2 hari dan menunggu gajian datang,,, " Ucap Ikmal..
Indra pun menghela napas panjang mendengar nya...
"Ini,,, kamu bayar untuk biaya yang menunggak ,, Tapi gaji kamu saya potong lagi dan sisa nya saat gajian nanti saya kasih..." Ucap Indra memberikan sekitar 2 juta untuk membayar penunggakan penginapan istri nya...
"Terimakasih pak,, terimakasih..." Ucap Ikmal dengan sangat senang nya karna mendapatkan uang untuk membayar tunggakan rumah sakit tersebut..
Sebenarnya Ikmal sedang bingung mencari uang kemana,, jika tidak bisa membayar maka istrinya akan suruh pulang karna tak bisa membayar... Namun berkat pertolongan Indra Ikmal pun tersenyum lega dan senang...
"Kamu boleh ke luar..." Ucap Indra menyuruh Ikmal kembali...
"Baik pak..." Jawab Ikmal yang langsung pergi..
"Kenapa bapa malah mempertahankan nya...?" Tanya Fino yang heran...
"Dia berprestasi dan memiliki kualitas,, dan jika terjadi hal ini yang ke dua kali nya lagi mungkin dia akan keluar dari kantor ini..." Ucap Indra yang mempertahankan Ikmal karna kualitas bekerja dan prestasi yang baik nya itu...
"Ouh,, saya mengerti.." Ucap Fino..
__ADS_1
......................
Saat ini Ziyan sudah sampai di kantor polisi..
"Permisi ada yang perlu saya bantu...?" Tanya pak polisi saat Ziyan masuk dengan sopan..
"Maaf pak,, saya boleh bertemu Adik saya Zeny...?" Tanya Ziyan...
"Oh,, Mari ikuti sayaa" Pinta pak polisi tersebut..
"Silahkan..." Ucap polisi tersebut mempersilahkan pada Ziyan setelah sampai di depan penjara Zeny..
"Ziyan..." Saat Zeny melihat Ziyan dan langsung bangkit menghampiri nya .
"Apa kabar kamu dik...?" Tanya Ziyan.
Sontak saja Zeny kaget karna panggilan itu terdengar lagi setelah sekian lama tak terucap dari Ziyan...
Zeny hanya diam dengan sedikit lembab mata nya karna air mata yang di tahan nya...
"Pak... Boleh saya dan adik saya bicara di luar penjara..?" Tanya Ziyan..
"Silahkan.." Jawab pak polisi sambil membuka kunci penjara tersebut..
Setelah itu Zeny langsung keluar dan bertekuk lutut di hadapan Zeny dengan menangis...
"Maafin aku... Maafin aku..." Ucap Zeni dengan sungguh sungguh di temani Isak tangis...
"Ziyan..." Ucap Hendra saat mengetahui Ziyan datang...
"Sudah sudah,, ayo berdiri..." Ucap Ziyan sambil membantu Zeny berdiri dan memeluka nya langsung...
"Sudah .. Jangan menangis lagi ." Ucap Ziyan...
"Ziyan... aku minta maaf sama kamu tentang semua nya..." Ucap Hendra yang tiba tiba berbicara saat setelah melepaskan pelukan Zeny di balik jeruji..
"Sudah,, jika kamu memang sudah menyesali dan menyesal aku sudah bersyukur.. Aku sudah memaafkan mu ,, aku berharap kamu bisa jadi lebih baik dan tobat..." Ucap Ziyan pada Hendra yang langsung pergi Tampa berkata lagi...
"Ayo,, ikut,, biar enak berbicara..." Ucap Ziyan menggandeng tangan Zeny tuk berbicara di ruangan yang khusus untuk pertemuan pelaku dan keluarga pelaku...
Zeny hanya mengikuti tuntunan Ziyan Tampa bersuara dan hanya sedikit terisak Isak . Karna menangis...
...****************...
__ADS_1
@A,N