
Bos preman itu lari dengan penuh kesakitan dan menelepon boss nya bahwa misi nya gagal..
"Hallo boss.." Ucap si bos preman
"Bagai mana..?" Tanya orang yang menyuruh mereka itu
"Maaf boss gagal,, " Ucap si bos tersebut
"Maksud kamu gagal..?" Tanya orang itu yang belum jelas apa maksud orang yang di suruh nya..
"Kami gagal membawa target,," Ucap Si bos preman tersebut .
"Bodoh,, menangani satu anak satu wanita dan satu laki laki saja kamu gak becus,, percuma aku membayar kalian.." Ucap orang tersebut marah karna mereka gagal membawa target nya ..
"Lelaki itu lebih jago berkelahi,, sampai ke dua anak buah ku pun tumbang sampai tak sadarkan diri,, aku pun kalah dari nya,, dia terlalu jago.." Ucap si bos preman itu..
Kemudian telepon pun di tutup dengan mendadak..
"Kalau aku tahu dia sekuat itu mana mau aku berurusan dengan nya,," Ucap si preman itu yang langsung menancapkan gas..
"Bagai mana sayang .?" Tanya seorang wanita yang tak lain Zeny..
"Gagal.." Jawab seorang lelaki yang menyuruh preman itu yang tak lain Hendra..
Ternyata dalang di balik semua itu adalah mereka,, mencoba menjadikan mereka Sandra untuk mendapatkan uang dari seorang CEO,, sungguh menjijikan perbuatan mereka, namun Ziyan masih menjadi misteri tentang siapa yang mengirim mereka pada nya..
Sementara itu Dian sudah berada di bandara dan menunggu Indra ,, namun Dian tak kunjung juga melihat mereka akan segera datang...
"Aku sudah sampai tapi mereka tak datang untuk menjemput ku,," Ucap Dian
Namun hingga beberapa saat kemudian sebuah mobil pun menghampiri nya yang sedang berdiri di depan pintu masuk bandara...
"Profesor Dian..?" Tanya seorang supir..
"Ya.." Jawab Dian singkat..
"Tuan Indra menyuruh saya menjemput anda dan menyuruh anda tunggu di sebuah restoran .. Mari tuan.." Ucap si sopir..
Tampa banyak tanya Dian pun masuk ke dalam mobil tersebut..
"Kemana Indra..?" Tanya Dian..
__ADS_1
"Maaf tuan,, saat di perjalanan menuju kota ada sekolompok preman yang menghadang mobil mereka,, jadi mungkin akan sedikit terlambat.." Ucap si sopir saat setelah tadi di telepon dan menyuruh nya menjemput Dian..
"Apa dia punya musuh..?" Tanya Dian..
"Maaf tuan saya kurang tahu,, tapi setahu saya beliau tak memiliki musuh.." Ucap Sopir..
"Yah,, mungkin ada faktor lain.." Ucap Dian..
"Namun aku yakin di kota ini Takan ada yang mampu mengalahkan nya,, aku pun malah kewalahan saat berduel dengan nya ." Ucap Dian dalam hati
Sementara itu Indra dan Ziyan sampai di Restoran yang sudah di janjikan tuk bertemu dengan Dian..
"Aku ke toilet dulu,, kamu jaga Kiano.." Ucap Indra yang langsung pergi..
Kiano begitu Patih dia hanya duduk diam sambil memakan cemilan di kursi meja makan..
Kemudian Ziyan pun meraih HP nya yang ingin berencana menelepon Hendra..
"Hallo.." Sapa Ziyan..
"Hallo sayang,, apa kabar,, beberapa hari ini aku sangat merindukan mu.." Ucap Hendra dengan kata manis nya itu dan membuat Ziyan mual dengan kata manis nya itu..
"Mari kita putus.." Ucap Ziyan yang tak basa basi dan langsung ke inti..
"Aku sudah nyaman dengan suami ku, jadi mari kita putus dan jangan ganggu aku bersama keluarga ku lagi.." Ucap Ziyan
"Tapi.." Ucap Hendra yang tak sempat bicara karna telepon tiba tiba di matikan begitu saja..
"Ouh,, sudah berani minta putus,, awas kamu aku akan membalas penghinaan ini padamu.." Ucap Hendra
Hendra ini orang nya pendendam dia akan melakukan berbagai hal untuk memuasakan dirinya pada orang yang dia dendami..
"Menelepon siapa..?" Tanya Indra saat setelah berada di dekat Ziyan yang langsung duduk..
Ziyan pun sedikit kaget karna tidak memperhatikan Indra yang sudah di dekat nya..
"Aku menelepon Hendra ." Ucap Ziyan..
"Untuk apa..?" Tanya Indra yang sedikit mulai kesal..
"Aku memutuskan nya,," Ucap Ziyan singkat..
__ADS_1
"Oh ya,, itu bagus aku sangat mendengarnya ." Ucap Indra yang tadi nya sedikit kecewa kembali berubah senang saat Ziyan berkata putus dengan kekasihnya itu..
"Tapi aku mesti hati hati dengan nya.." Ucap Ziyan..
"Mengapa .?" Tanya Indra..
"Dia orang nya pendendam aku takut dia melakukan apa yang dia inginkan padaku.."Ucap Ziyan..
"Kamu tenang aja,, selagi aku ada di sisi mu Takan ada orang yang mampu menyentuh mu.." Ucap Indra dengan gagah dan percaya diri mampu melindungi Ziyan..
"Ya,, aku akan bergantung pada mu,," Ucap Ziyan..
Indra pun senang mendengarnya akhir nya Ziyan benar benar menjadi miliknya sekarang dan tak ada orang lain lagi yang ada di hati nya...
"Apakah kamu mencintaiku..?" Tanya Indra..
Ziyan kaget mendengar pernyataan suami nya itu sambil tertawa..
"Ada apa dengan pertanyaan mu itu..?" Tanya Ziyan..
"Aku hanya ingin tahu apakah istri ku mencintai ku atau tidak.." Ucap Indra dengan serius..
"Tentu saja aku mencintai mu,, kamu masih tak percaya padaku..?" Tanya Ziyan sambil memegang tangan Indra di atas meja dengan saling berhadapan,, saat itu tangan Indra di atas meja sambil duduk..
"Aku tak tahu,, aku hanya berharap kamu benar benar mencintaiku ." Ucap Indra..
"Baiklah,, aku akan membuktikan kalau aku benar benar mencintai mu.." Ucap Ziyan yang langsung mendekati Indra
Indra pun bingung apa yang akan di lakukan Ziyan mendekati nya Namun Indra tak menyangka di depan banyak orang ramai Ziyan malah mencium nya dengan penuh perasaan sambil duduk di atas paha nya dan menghadap pada nya..
Kiano hanya menutup matanya melihat kejadian itu..
"Ma pa,, malu tahu banyak orang.." Ucap Kiano yang menyaksikan Mama papa nya berciuman di tempat umum..
Langsung saja mereka jadi sorotan banyak orang yang melihat ke arah Meraka..
"Pasangan jaman sekarang mulai terang terangan di depan umum.." Ucap salah seorang yang Hadir di sana..
Kemudian Ziyan pun kembali duduk di kursi nya.. Indra hanya termengongoh dengan apa yang di lakukan Ziyan pada nya tak percaya..
...****************...
__ADS_1
@A,N