
Ke Esokan hari nya...
Ziyan sedang terduduk di kursi dengan santai sambil menonton tv di ruang tengah rumah nya,, Namun Ziyan sejenak terfikir tentang apa yang di ceritakan oleh Yuni kemarin,, Betapa menyedihkan nya kehidupan suaminya di masa lalu sampai ada seseorang yang menolong nya,, Namun Ziyan penasaran siapa orang tersebut,, Karna Yuni tak memberitahu nama orang tersebut Karna Ziyan lupa menanyakan prihal orang tersebut...
Saat itu di rumah sudah sepi,, Kiano yang pergi ke sekolah dan Indra yang pergi ke kantor hanya dirinya saja dan para pelayan yang ada di rumah tersebut..
Namun Ziyan tersadarkan dari lamunan nya karna HP nya berdering...
Kemudian Ziyan pun mengambil HP nya dan melihat siapa yang menelepon nya...
"Hendra,, pasti dia kesal karna kemarin tak aku kasih uang,," Ucap Ziyan sambil mengangkat hp nya ingin tahu apa yang ingin di lakukan Hendra pada nya...
"Ziyan,, kamu kemana kemarin..? kenapa kamu tak memberi aku uang itu...?" Ucap Hendra Tampa sapaan dan kata manja nya sepertinya Hendra sudah emosi duluan sehingga kata manis nya itu pun hilang...
"Ya,, aku minta maaf,, Indra tak memberi aku uang,, dan malah menyuruhku untuk tetap bersama nya.." Ucap Ziyan mencari alasan,,
Bukan karna Indra melarangnya namun karna memang Ziyan sengaja untuk memberi pelajaran pada seorang bajingan yang hanya peduli dengan uang nya saja..
"Lalu sekarang bagai mana..? Aku membutuhkan uang itu..." Ucap Hendra memaksa Ziyan supaya memberinya uang...
"Bukan nya kamu masih ada tabungan ku... Sebenarnya uang itu untuk apa kenapa begitu memaksa untuk aku kasih uang sebesar itu pada mu...?" Tanya Ziyan mencoba memancing Hendra...
Tentu saja Hendra langsung terdiam di telepon saat Ziyan melontarkan pertanyaan tersebut ..
"Ya,, Uang itu untuk uang muka membeli rumah dia sudah menagih nagih uang itu padaku beberapa kali.. Jika tidak di kasih maka rumah itu akan di dapat oleh orang lain..." Ucap Hendra dengan sedikit terbata bata dengan panik juga mencari alasan kebohongan supaya Ziyan percaya padanya..
__ADS_1
"Sungguh kah...?" Tanya Ziyan..
"Iyah,, makanya aku membutuhkan uang itu.." Ucap Hendra kembali..
"Tapi aku minta maaf,, Aku tak memiliki uang sebanyak itu,, Indra juga tak memberiku uang, aku hanya ada uang 40 juta gimana...?" Ucap ziyan dengan sengaja...
"Anjay... Mana cukup uang 40 juta buat bayar urang pun masih kurang.." Ucap Hendra dalam hati setelah mendengar pernyataan Ziyan...
"Ya sudah deh gak papa,, kamu transfer ajah ya jika memang kamu gak bisa ketemu..." Ucap Hendra menerima meski dengan sangat kesal namun mau bagai mana lagi
"Oke,, sebentar ya..." Ucap Ziyan yang kemudian menutup telepon nya..
Ziyan pun tertawa puas setelah menutup telepon karna Hendra akan sangat menderita saat ini...
"Ais,, Dasar Pria bajingan ,, Rasakan ,, perlahan lahan kamu akan menderita..." Ucap Ziyan sambil tertawa dengan puas
Sedangkan Hendra yang frustasi karna ziyan tak memberinya uang sedikit lega meski dia hanya dapet 40 juta,, Untung nya dirinya masih ada sisa 10 juta jadi pas 50 juta..
Namun tak lama terdengar seseorang mengedor ngedor pintu dengan keras Tampa mengucapkan sepatah kata pun.. Dan Hendra sudah tahu siapa yang datang...
Dengan perlahan Hendra berjalan menghampiri pintu rumah nya dengan rasa takut juga...
"Cepat bayar ..? Sudah bangat sih,,," Ucap orang yang kemarin menghajar nya... Saat setelah Hendra membuka pintu dengan perlahan lahan...
"Ampun ampun..." Ucap Hendra setelah orang yang kemarin kembali menarik kerah baju nya sampai ke atas sehingga Hendra tidak menapak pada lantai...
__ADS_1
Kemudian dia pun menjatuhkan Hendra dengan sedikit kasar...
"Aku saat ini tak ada uang chas,, gimana kalau transfer ..." Hendra menawar pada mereka berharap bisa di tawar..
"Oke,, tak masalah,, asal hutang mu lunas .." Orang tersebut dengan tiba tiba mendekati wajah nya ke wajah Hendra dengan melotot,, Badan besar tinggi tersebut membuat Hendra ketakutan dan menciut badan nya setengah dari badan nya...
"Oke oke,,, sebentar..." Hendra kembali berdiri setelah menenangkan orang orang tersebut...
"Aku minta no rekening nya..." Hendra berkata dengan terbata bata karna takut salah berkata...
Kemudian Tampa berkata apapun dia memberi no rekening nya dengan menyodorkan HP nya...
"Oke,, aku sudah transfer..." Ucap Hendra yang sudah merasa lega karna hutang nya sudah lunas...
"Gitu dong dari kemarin ,,," Ucap orang tersebut sambil mengambil hp yang di sodorkan Hendra dengan kasar..
Kemudian merekapun pergi begitu saja.. Sedangkan Hendra langsung kembali masuk dan menutup pintu dengan perasaan lega karna orang orang tersebut,, Karna Hendra takut akan bonyok lagi wajah nya setelah kemarin bonyok dan masih ada bekas nya jika dI tambah lagi maka wajah nya akan lebih parah..
Sedangkan Ziyan masih di dalam rumah dengan santai nya...
"Aku penasaran apakah dia baik baik saja .." Ucap Ziyan dengan tertawa dan penasaran bagai mana ke adaan nya...
Rupanya Ziyan sudah merencanakan nya dengan matang,, Ziyan tahu bahwa Hendra memiliki utang 50 juta pada seorang tuan kaya karna kalah bertarung,, Ziyan dapat informasi dari pelayan pribadi nya yang di suruh memata matai pergerakan Hendra demi rencana matang nya,, namun tak di sangka ternyata berjalan mulus . Dann Ziyan merasa puas dengan semua itu..
"Kamu tenang saja,, ini belum berakhir Dan masih lanjut..." Ucap Ziyan dengan senyum sinis nya dan tatapan tajam nya...
__ADS_1
...****************...
@A,N