
Setelah Ziyan memberitahukan prihal penjamuan makan tersebut setelah Indra pulang di sore hari,, Saat Ziyan habis berjalan jalan sore sambil mengajak Kiano sesampai nya di rumah Indra sudah berada di rumah...
setelah pembicaraan itu Indra pun menyetujuinya akan menghadiri penjamuan makan yang di siapkan khusus untuk mereka,,
Ziyan pun segera mengabari Sinta bahwa mereka setuju untuk datang menghadiri undangan mereka dan akan segera menuju ke sana selepas magrib..
Malam Hari nya..
Semua berdandan dengan rapi untuk pergi,, Indra mengenakan baju lengan panjang yang di lipat sampai setengah dari tangan nya,, Dan menggunakan rompi warna hitam serta dasi,, Celana berwarna hitam juga dan sepatu hitam pula,, Indra sudah siap,, sedangkan Kiano memakai baju yang sekeren keren nya yang se usian ndengan nya..
"Pa,, Mama mana,?" Saat mereka sudah siap untuk pergi..
"Sebentar,, Mama bentar lagi sudah siap.." Ucap Indra
"Ayo.." Ucap Ziyan yang sudah keluar dari kamar nya..
Lagi lagi,, lagi dan lagi,, entah sudah berapa kali setiap Ziyan berdan dan Indra selalu termengongoh melihat Ziyan,, Meski riasan yang di gunakan Ziyan tidak begitu mencolok,, semua terlihat sederhana pada riasan wajah nya,, dan baju nya juga yang elegan membuat Indra terus terdiam sambil memandangi Istrinya yang begitu cantik dan anggun..
"Pa,, ayo berangkat mama sudah siap ." Ucap Kiano membuyarkan dari lamunan nya yang terus memandangi Ziyan,,
Namun saat itu Ziyan tak menyadari nya karna sibuk memeriksa tas nya takut ada sesuatu yang tertinggal,,
Indra pun kembali pada semula dari lamunan nya dan mencoba tenang..
"Ayo,, Kita berangkat.. " Ajak Ziyan
Merekapun segera berangkat menuju rumah sahabat nya Sinta..
Di sisi lain Zeni yang masih kesal karna prilaku Hendra membuat nya bete dan hanya terduduk diam di kafe sendirian,,
Zeny kesepian karna tak ada teman mengobrol,, Meski Zeny banyak teman tapi saat ini mereka sibuk dan tak ada yang ingin datang menemani nya..
Zeni hanya terduduk diam sambil memainkan minuman yang di pesan nya dengan wajah kesal,,
"Boleh lah aku duduk...!" Ucap seseorang yang tiba tiba menghampiri Zeny saat Zeny tak menyadari ke hadiran nya...
"Ya,, lagian kursi itu kosong.." Ucap Zeny Tampa menoleh orang tersebut dan malah asyik memainkan gelas dengan sedotan nya..
__ADS_1
" Aku rasa hari ini kamu tidak dalam ke adaan yang baik.." Cetus seseorang tersebut menebak Zeny ..
"Ya,, aku lagi bete ,, dan lagi marahan sama pacar ku.." Ucap Zeny yang masih belum melirik orang di depan nya itu..
"Perkenalkan aku Rizky.." orang itu memperkenalkan diri nya sendiri dengan tiba tiba..
Setelah mendengar nama itu Zeny langsung menoleh orang tersebut,, Zeny hanya tertegun melihat cowo ganteng di depan nya,, Sepertinya dia dari keluarga kaya karna baju dan lain nya nampak mahal dan mewah..
"Zeny.." Jawab Zeny dengan termengongoh .
"Hey.." Rizky mencoba menyapa nyapa Zeny yang bengong..
"Eh maaf,,," Ucap Zeny yang malu karna seperti itu..
"Pesen makan..?" Tanya Rizky
"Boleh.." Ucap Zeny langsung setuju..
"Bak.. Mas.." panggil Rizky pada pelayan kafe tersebut..
Merekapun datang tampa menunggu lama dan langsung menghampiri mereka,, Rizki dan Zeny pun memesan makanan mereka masing masing ..
"Ya,, saya menejer perusahaan LEXID.." Ucap Rizky..
LEXID adalah perusahaan yang sedang sedang saja tidak kecil dan juga tidak begitu besar, namun sudah memiliki satu cabang di kota tersebut, perusahaan itu cukup terkenal karna produk produk nya yang bagus dan juga terjangkau..
"Wow,, Apakah kamu bekerja di perusahaan utama apa cabang,, soal nya aku pernah dengar kalau perusahaan itu sudah memiliki satu cabang.." Ucap Zeny yang ingin tahu tentang Rizky yang tampan itu..
"Aku,, aku di perusahaan Cabang,, perusahaan pertama di pegang oleh kakak ku dan yang cabang dia percayakan pada ku.." Ucap Rizky..
"Wow,, hebat ya.." Ucap Zeny mengagumi..
"Kamu sendiri..?" Tanya Rizky balik..
"Aku sih,, gak kerja apa apa,, " Ucap Zeny..
"Mengapa..?" Tanya Rizky
__ADS_1
"Karna ibu aku yang melarang ku,, Namun Ibu dan ayah ku punya perusahaan SOULPIC GROUP.." Ucap Zeny..
SOULPIC Grup adalah perusahaan yang di rintis oleh Ibu Ziyan dan ayah nya dari nol, namun setelah meninggal perusahaan tersebut kini hanya ayah nya sendiri yang memegang,, awal nya perusahaan ini akan bangkrut karna kekurangan dana namun setelah perjanjian dengan pernikahan yang di ganti dengan pemulihan dana dari CEO muda dan perusahaan terbesar di kota itu membuat perusahaan itu bangkit kembali seperti semula...
"Ouh,, perusahaan itu aku tahu,, dan cukup terkenal juga" Ucap Rizky..
Merekapun berbicara banyak meski mereka baru kenal ,, Mereka juga tertawa bahagia dengan pembicaraan mereka,, karna Zeny yang sedang bete kehadiran Rizky membuat Zeny kembali lagi tenang dan bahagia..
Sedangkan di sisi lain Ziyan dan Indra baru sampai di rumah Sinta..
Setelah mendengar suara mobil yang terparkir Sinta langsung keluar dan menyambut mereka dengan sopan..
"Hai Ziyan ,," Sapa Sinta sambil berpelukan ..
"Hallo tuan.." Sapa Sinta sambil membungkukkan badan nya..
Indra hanya mengiyakan saja dengan melambaikan tangan..
"Jangan terlalu Formal dan sopan ,, biasa saja.." Ucap Indra yang gak enak Sinta bersikap seperti itu..
"Baik.." Jawab Sinta dengan singkat..
"Ayo Kiano ikut Tante .." Ucap Sinta sambil menggandeng Kiano,,
Kiano pun tak menolak ajakan Sinta tersebut..
"Hallo Bibi apa kabar.." Ucap Ziyan sambil memeluk Ratna setelah masuk ke dalam rumah..
"Bi,, perkenalkan ini Indra suami saya, dan juga Kiano anak kami." Ucap Ziyan memperkenalkan keluarga nya..
Ziyan memperlakukan Kiano seperti anak nya sendiri dan tak menganggap nya sebagai anak sambung justru Ziyan menganggap Kiano seperti anak sedarah nya sendiri..
"Hallo bi.." Ucap Indra menyapa Ratna...
Suasana pun agak sedikit canggung karna kehadirann Indra dengan identitas seorang CEO yang tampan dan sekaya se kota tersebut.. Namun Ziyan mencoba suapay suasan tidak terlalu canggung..
...****************...
__ADS_1
@A,N