Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 87


__ADS_3

Waktu pun mulai menjadi gelap sudah begitu larut malam Dino menunggu piona pulang yang sampai jam 11 belum juga kembali,, Bahkan Dino mencoba menghubungi nya namun tak di angkat hingga sampai ke 3 kali nya,, Dengan wajah muram dan kesal Dino memasang wajah tersebut tepat setelah Piona pulang sampai rumah..


"Mengapa kamu pulang selarut ini...?" Tanya Dino..


"Aku banyak kerjaan di kantor..." Ucap Piona..


"Kamu kenapa sih,, aku juga kan kerja..." Ucap Piona.. Sambil duduk di sopa dengan wajah lesu dan cape..


Yang sebenar nya Piona tidak begitu sibuk di kantor melainkan pergi makan bersama Luky hingga sore,, sehingga pekerjaan kantor tak selesai cepat dan harus sampai larut,, namun jika sedari pagi atau siang Piona bekerja maka tak akan pulang sampai selarut itu..


"Kenapa kamu gak pernah nengok Zeny...?" Tanya Dino yang heran..


"Aku sibuk,," Ucap Piona..


"Sibuk apa nya,,,?" Tanya Dino..


"Aku sibuk bekerja untuk mencoba mengeluarkan Zeny lebih awal dari penjara.." Ucap Piona agak nge gas..


"Mengapa kamu tak coba meminta maaf pada Ziyan,, Ziyan bukan tipe orang yang begitu kejam.." Ucap Dino mencoba memberi saran


"Aku..? Minta maaf,, kenapa harus meminta maaf...?" Tanya Piona dengan nada yang begitu kesal saat dino meminta meminta maaf pada Ziyan..


"Bukan aku tak tahu,,, dari kecil kami dan Zeny selalu menindas Ziyan dan memperlakukan nya dengan buruk,, Bukan kah semestinya kamu meminta maaf atas semua perbuatan mu itu.." Ucap Dino..


"Deg...." Piona langsung kaget saat mendengar apa yang di ucapkan Dino,, rupanya Dino sudah mengetahui semua perlakuan tak baik pada Ziyan ,,,


"Kenapa kamu tahu...?" Tanya Piona dengan gugup..


"Aku sudah tahu dari awal,, Kamu dan Zeny begitu kejam pada anak ku... " Ucap Dino..


"Salahkan saja anak mu kenapa harus lahir dari wanita ****** itu..." Ucap Piona yang tak merasa bersalah..


"Tutup mulut kamu,, dia wanita baik baik ya,, jangan panggil dia begitu.." Ucap Dino langsung ngegas sambil berdiri dan menunjuk Piona karna tak senang ibu dari Ziyan yakni istri yang telah meninggal tersebut di Katai begitu oleh Piona..


Piona hanya mengejek Dino dengan wajah nya yang tak suka..


"Memang dia wanita ******,, perusak hubungan orang.." Ucap Piona..

__ADS_1


"Diam,, sekali lagi kamu menjelekan Mutia,,, Aku..."


"Aku apa...? Talak...?" Tanya Piona memotong pembicaraan Dino yang lantang dengan penuh amarah tersebut..


"Ouh,, berani sekarang kamu ya,, ingat perusahaan itu sekarang milik siapa,, ?" Tanya Piona mulai mengancam..


Dino pun langsung terdiam Tampa berkata apapun..


"Jika kamu berpisah dengan ku kamu tak akan mendapatkan apapun dari semua ini...," Ucap Piona..


Dino hanya terdiam.. Dan kembali duduk...


"Kamu takut sengsara yah... Kasihan..." Ucap Piona mengejek Dino...


Saat ini Dino tak bisa melawan karna satu alasan yakni sertifikat rumah yang saat ini belum ketemu dan tak tahu dimana.. Namun setiap Dino menanyakan perihal tersebut Piona tak pernah menjawab di mana sertifikat tersebut...


"Sudah lah aku cape males berdebat dengan kamu,, dan malam ini kamu tidur di luar..." Ucap Piona sambil pergi menuju ke kamar untuk beristirahat..


"Sial,,, Seandainya sertifikat rumah sudah ke temu ,, Aku tak butuh lagi semua ini,," Ucap Dino dengan nada rendah ...


ke Esokan hari nya...


Di dalam kafe..


"Kenapa Yah,, Murung saja,, ada masalah...?" Tanya Ziyan saat memberi kopi pada ayah nya..


"Semalam ayah habis bertengkar dengan Piona.." Ucap Dino..


"Lalu...?" Tanya Ziyan yang penasaran..


"Dia mengatai ibu mu dengan perkataan jelek,, tentu saja ayah marah meski ibu mu sudah tiada tapi ayah masih mencintai ibu mu,," Ucap Dino..


"Aku juga akan marah jika dia mengatai ibu dengan perkataan jelek..." Ucap Ziyan membela ayah nya...


"Sudah lah jangan di bahas lagi.." Ucap Dino..


"Ayah mau makan apa..?" Tanya Ziyan..

__ADS_1


"Tak perlu,, ayahh masih kenyang..," Ucap Dino..


"Lalu ada apa ayah ingin bertemu Ziyan..?" Tanya Ziyan yang sempat janjian bahwa hari ini Dino menemui nya..


"Kemarin ayah pergi menjenguk Zeny,,, Dia sudah menyesali perbuatan nya,, Dan dia meminta ayah me.yampaikan permintaan maaf nya pada mu.." Jelas Dino..


"Syukurlah,, aku senang mendengar nya jika dia sudah menyesali nya.. Dan mau meminta maaf pada ku.." Ucap Ziyan


"Cobalah kamu tengok dia lain waktu,," Pinta Dino..


"Aku hanya takut dia akan menghindari aku..," Ucap Ziyan..


"Gak,,, coba saja,, karna dia sudah bertobat.." Ucap Dino..


"Baiklah,, nanti aku akan coba menemui nya..." Ucap Ziyan.


Di dalam penjara...


"Huh,,huh,,huh,,,,," Mimpi itu lagi,,," UU cap Zeny yang rupanya ketiduran saat siang menjelang dan tak ada yang berani membangunkan nya..


"Mengapa Akku selalu bermimpi buruk yang sama..? Apakah ini sebuah karma dan isyarat aku harus meminta maaf pada kakak ku supaya mimpi itu tak selalu datang di setiap tidur ku...?" Tanya Zeny..


Memang setelah pertama kali mimpi buruk itu datang di setiap tidur nya sering memimpikan hal yang sama sehingga membuat Zeny merasa tak nyaman saat tidur dan selalu ke kanggu karna mimpi buruk tersebut...


kemudian Zeny berpindah tempat ke pojokan dengan perasaan menyesal nya namun setelah kejadian itu Zeny belum pernah berjumpa dengan Ziyan kecuali saat memenjarakan nya..


"Zeny,, apakah kamu masih marah pada ku...?" Suara Hendra terdengar dari balik tembok mereka bersandar..


"Sudah lah,, jangan terus bicara,, aku tak ingin mendengar apapun dari mu,, lebih ke depan nya anggap saja aku tak pernah bertemu dengan mu.." Ucap Zeny yang mendengar suara Hendra yang se akan akan tahu bahwa Zeny di balik tembok tersebut....


"Sebenci itukah kamu padaku...?" Tanya Hendra dalam hati saat terdiam setelah mendengar jawaban Zeny tersebut..


Rupanya Hendra masih mengharap Zeny memaafkan nya dan masih mencintai nya,, namun sepertinya akan sulit mendapatkan maaf setelah apa yang telah terjadi ...


Hendra hanya bisa terdiam dan menyesal karna mempermainkan Zeny,, Meski Milna mencintai nya dan perlahan Hendra pun mulai menerimanya namu di sisi lain Hendra masih mencintai Zeny Dann berharap Zeny akan memaafkan nya dan kembali pada nya,, Namun sepertinya itu sangat mustahil setelah semua nya terjadi...


"Aku hanya bisa meminta maaf padamu..." Ucap Hendra dalam hati...

__ADS_1


...****************...


@A,N


__ADS_2