
Di rumah Ziyan...
"Gimana yah... Dapat gak sertifikat nya...?" Tanya Ziyan pada Dino
"Tentu saja ..." Ucap Dino sambil mengeluarkan sertifikat perusahaan nya...
Kemudian Ziyan pun mengambil sertifikat itu dan mengecek per halaman yang ada,,
"Mas,, kamu bisa kan mengurus ini...?" Tanya Ziyan pada Indra yang memang sedari tadi sudah berada di saat saat setelah Diana pulang..
"Tentu saja,, nanti akan aku urusan..." Ucap Indra sambil mengambil sertifikat tersebut dan di lihat nya halaman per halaman...
"Ini sih tidak terlalu sulit,,, prosesnya pun 0asti akan cepat.." Ucap Indra saat melihat sertifikat tersebut..
"Lalu bagai mana ayah menemukan nya?" tanya Ziyan penasaran..
"Awal nya ayah mencarinya ke mana mana,, namun tak menemukan pula,, namun setelah membuka brangkas uang kantor rupa nya di situ itu di simpan,, bahkan sampai kata sandinya di ganti,, untung ada rekaman cctv saat dia mengambil uang beberapa har yang lalu,, dan untung nya lagi ke ata sandi itu begitu jelas,, sehingga ayah mudah membuka nya..." Ucap Dino menceritakan semua nya..
"Syukurlah kalau begitu,, apakah ayah sudah melakukan nya sesuai rencana..?" Tanya kembali Ziyan...
"Tentu saja,, semua nya beres... Sertifikat itu sama persis seperti yang ini hanya saja jika di teliti lagi akan ada kesalahan yang terungkap,, dan ayah Fikir,, tidak akan pernah terjadi..." Ucap Dino...
Indra pun kini mulai memahami 0embicaraan mereka rupanya pembahasan kali ini adalah rencana mereka yang di rahasiakan sehingga membuat Indra penasaran,, namun Indra tak mempertanyakan hal itu karna Indra yakin cepat atau lambat ia akan tahu rencana mereka dan insting nya benar,, kini Indra sudah tahu apa yang di bahas sekarang adalah hal yang di ranncanakan saat itu...
"Ouh,, jadi masalah ini yang kamu rencanakan sehingga tak memberi tahu ku...?" Tanya Indra mencoba menyindir...
"Hehe,, jangan marah,,," Ucap Ziyan mencoba membujuk Indra supaya tidak mengambek karna kesal pada nya...
"Tentu saja tidak,, hanya membuat aku penasaran saja..." Ucap Indra
"Kalau begitu,, ayah akan segera pulang karna sudah mulai malam..." Ucap Dino yang mengakhiri pembicaraan yang ada..
__ADS_1
"Ouh,, kalau begitu apakah ayah akan membawa sesuatu...?" Tanya Ziyan...
"Tak usah,, merepotkan,, nanti ibu tiri mu akan kesal pada ayah,, " Ucap Dino...
"Baik lah kalau gitu hati hati di jalan.." Ucap Ziyan..
"Ma,, kakek udah mau pergi lagi...?" Tanya Kiano saat setelah keluar kamar nya dan melihat kakek nya akan kembali..
"Iyah,, kakek harus pulang,, besok besok lagi kakek ke sini lagi .." Ucap Dino sambil mencoba merayu Kiano..
"Yah,, Padahal belum sempat main,, tapi kakek udah pulang lagi..." Ucap Kiano dengan memasang raut muka yang kecewa dan sedih...
"Jangan begitu,, nanti kakek ke sini lagi,, nanti kita. Main ya..." Ucap Dino membujuk Kiano yang seperti itu..
"Kiano,, kakek harus pulang,, sudah malam,, besok besok lagi kita ketemu kakek ya..?" Ucap Ziyan kembali membantu membujuk Kiano..
Kiano hanya mengangguk saat Ziyan membujuk nya..
Sementara itu di dalam penjara jeruji besi..
Setelah beberapa hari mengetahui akan hal tersebut,, membuat Zeny prustasi dan dirinya benar benar hancur tak memiliki semangat hidup dan arah tujuan...
Hendra sering beberapa kali meminta maaf dan membujuk Zeny supaya tidak seperti itu,, namun sayang seribu sayang,, Zeny sudah terlanjur sakit dan kecewa dengan kenyataan yang sebenar nya..
"Zeny,, aku mohon,, maafkan aku,," Ucap Hendra yang terus memohon meminta maaf pada Zeny dari sisi besi yang bersebelahan dengan Zeny..
"Tak perlu meminta maaf,, semua nya sudah terlanjur,, Hahahaha,,, Rupanya lelaki yang aku banggakan itu begitu menjijikan..." Ucap Zeny yang saat itu begitu lembut mengatakan hal tersebut,, namun setelah tertawa dia seperti orang yang kehilangan akal nya...
"Kamu berengsek Hendra,, menjijikan... Cuih..." Ucap Zeny sambil meludah namun hanya sekedar meludah..
Hendra hanya terdiam dan tak mampu berkata apapun saat Zeny seperti itu dan berkata begitu yang terus menghina nya dan memakinya...
__ADS_1
Karna Hendra menyadari bahwa dirinya salah pada Zeny..
"Bisa gak kah diam,, berisik tahu..." Ucap salah seorang yang ada di penjara yang memang agak di takuti oleh tahanan lain...
"Jika kamu mau tidur tidur saja.. Mengapa harus mengomel..." Ucap Zeny meledek orang tersebut..
Orang tersebut hanya terdiam tampa berkata apapun..
Rupanya saat setelah Zeny masuk,, Zeny sering di bully di sana,, suruh ini lah itu lah bahkan sampai di dorong di tampar ,, Namun Zeny mampu melawan nya saat dirinya kalah dan bangkit kembali tuk membalaskan dendam karna Bulian tersebut,, Si bos tahanan tersebut tak berkutik saat dirinya kalah dari Zeny,, di tambah dengan tatapan tajam yang menakutkan mata nya penuh dengan dendam membuat bos tersebut ketakutan,, dan setelah itu dia pun tak lagi mengusik Zeny hanya sekedar mengomel jika terganggu,, namun saat Zeny menjawab dia menciut karna takut babak belur lagi seperti waktu itu,,
Zeny dan bos tersebut mendapat teguran dari pak polisi saat setelah mereka berkelahi dan di pisahkan oleh polisi tersebut...
Namun seorang Hendra yang selalu nekad dan di penuhi Rancana licik ,, sekarang setelah berada di penjara dirinya tak berdaya dan keberanian nekad nya itu menciut,, bahkan kaki nya masih sakit karna bekas tembak tersebut..
Hendra pun bersandar di sebuah tembok penjara dengan menatap langit langit,,Hendra hanya menyesali apa yang di lakukan nya,,
"Pada akhir nya aku tetap kalah ..." Ucap Hendra dengan penuh penyesalan...
Kemudian karna waktu yang begitu sudah larut malam Hendra pun tidur dengan meringkuk di sebuah tikar yang memang di siapkan agar tidak terlalu dingin,, bahkan ada selimut juga,, meski tipis namun cukup menghangatkan diri nya dari dingin nya hawa hujan yang begitu lebat di luar,,
"Aku tak menyangka ,, pada akhir nya aku berakhir seperti ini..." Ucap Hendra sambil tertidur karna sudah mulai mengantuk..
Sedangkan Zeny masih bersandar di tempat...
"Kamu cepat lah tidur ,, malam ini sangat dingin..." Ucap salah seorang tahanan sambil melemparkan selimut ke arah nya.. Meski terbilang kasar namun itu seperti sebuah rasa kasihan dan perhatian pada nya..
"Rupanya di luar hujan nya...?" Tanya Zeny sambil mengambil selimut tersebut dan tertidur di atas tikar tersebut...
...****************...
@A,N
__ADS_1