
Ke Esokan hari nya...
Dengan bantuan polisi penyelidikan pun selesai begitu cepat,, Dan Hendra di nyatakan bersalah setelah barang bukti berupa alat penyamaran seperti rambut kumis dan jenggot palsu serta rekaman cctv saat Hendra kembali lagi ke rumah tersebut ,, dan cctv mini market saat dalam penyamaran,, dan juga ke saksian korban yang menyatakan bahwa orang tersebut adalah Hendra memperkuat penangkapan atas kasus pembunuhan berencana...
Saat ini Hendra sedang santai saja di rumah nya dengan menikmati secangkir kopi yang masih hangat sambil menonton televisi memang begitu santai nya hari ini...
"Tok,,tok,,tok,,," Suara pintu di ketuk dari luar..
Hendra pun mencoba memastikan siapa yang mengetuk pintu nya dari luar lewat jendela sisi pintu rumah nya...
"Polisi..? Kok ada polisi ya .?" Tanya Hendra yang heran karna Hendra sudah sangat rapi membuang barang bukti nya...
Namun Hendra mencoba berfikir positif mungkin bukan karna hal itu tapi karna sesuatu yang lain,,
"Tuk,, tuk,, tuk,,," Sekali lagi pintu tersebut di ketuk..
Dengan tenang Hendra mencoba mencari tahu apa polisi tersebut mencari nya ..
Hendra pun membuka pintu..
"Maaf,, apakah bersama saudara Hendra...?" Tanya salah satu polisi dari dua polisi yang hadir di sana..
"Ah,, Iyah,, saya sendiri..." Jawab Hendra..
"Anda di tangkap atas kasus pembunuhan saudari Ziyan,, silahkan ikut saya ke kantor untuk pemeriksaan..." Ucap kembali pak polisi..
Tentu saja setelah mendengar prihal tersebut Hendra menjadi panik apa lagi setelah pak polisi menunjukan surat penangkapan nya..
"Aku ketahuan,, aku gak mau di penjara,, lebih baik aku kabur dulu..." Ucap Hendra dalam hati..
Langsung saja Hendra kabur ke dalam rumah Tampa membawa apapun dan pergi lewat pintu belakang rumah nya.. Supaya polisi susah mengejar nya Hendra pun langsung menutup pintu depan dengan di kunci dan lewat pintu belakang,, Hendra berlari dengan cepat...
__ADS_1
"Tersangka lari... Kejar .." Ucap pak polisi..
Kemudian ke dua polisipun mencari cari Hendra,, namun rupanya salah satu polisi melihat nya saat berjalan lari melewati jalan belakang .
" Tunggu .." Ucap pak polisi yang kemudian sekuat tenaga mengejar Hendra..
Hendra semakin mempercepat lari nya..
Kemudian polisi pun mencoba menebak kan peluru panas ke arah kaki nya ...
Pak polisi di lawan dengan jarak lebih dari 10 meter mampu mengenai kaki kiri Hendra tepat nya di bagian betis,, Tentu saja Hendra kesakitan dan tumbang,, namun masih mencoba melarikan diri dengan ke adaan kaki yang pincang dan lari nya pun semakin lambat,,
Memang hari ini hari apes nya rupanya di depan sudah di cegat oleh mobil polisi yang mengambil jalan memutar sehingga Hendra pun tak berkutik dan tak bisa berbuat apa apa, malahan dia terjatuh karna tertabrak mobil saat berlari,, mobil itu sudah berhenti hanya saja Hendra yang tidak fokus ke depan dan hanya fokus takut ke kejar polisi yang di belakang sehingga menabrak mobil polisi,, Tentu saja kali ini Hendra tak bisa kabur lagi,,dan hanya pasrah karna pelarian nya gagal total..
"Lepaskan saya,, saya tidak bersalah..." Ucap Hendra memberontak saat tangan nya di borgol oleh polisi..
"Diam,, jika kamu tidak bersalah mengapa kamu malah kabur...?" Tanya polisi..
"Sudah diam,,, jelaskan saja nanti di kantor polisi..." Ucap polisi sambil memasukan Hendra ke dalam mobil polisi tuk di bawa ke kantor untuk keterangan lebih lanjut..
Sementara itu hari ini juga Zeny sedang berkumpul bersama keluarga dan sedang bersantai...
"Tok,, tok,, tok,," Seseorang mengetok pintu rumah nya saat mereka asik mengobrol di rumah...
"Biar aku yang buka paling Hendra.." Ucap Zeny dengan penuh keyakinan..
"Ya sudah,, kamu buka sana.." Ucap Piona
Zeny pun membuka pintu Tampa pertimbangan apapun dan hanya menyangka bahwa itu adalah Hendra.. Karna sudah janji akan mengajak nya keluar hari ini setelah agak siangan..
"Apakah dengan saudari Zeny...?" Tanya Polisi..
__ADS_1
Tentu saja Zeny kaget saat melihat ternyata di luar bukan lah Hendra namun pak polisi..
"Iyah,, saya sendiri..." Ucap Zeny..
"Siapa sayang..." Ucap Piona sambil beranjak menghampiri Zeny di depan...
"Polisi mah.." Jawab Zeny
Sontak saja Dino dan piona pun bergegas pergi tuk melihat nya..
"Anda di tahan atas kasus pengedaran narkoba dan juga anda terkait dengan kasus pembunuhan saudari Ziyan,, silahkan ikut saya ke kantor...,Ucap pak polisi..
"Tunggu tunggu,, anak saya tidak mungkin melakukan itu.." Ucap Piona yang tak terima Zeny di tahan..
"Maaf,, silahkan jelaskan saja nanti di kantor polisi.." Ucap pak polisi sambil memborgol tangan Zeny dan memastikan supaya tidak kabur..
"Bapak salah tangkap,, saya tidak ada terkaitan dengan ini semua.." Ucap Zeny yang mencoba menyangkal pernyataan pak polisi..
"Tolong pak,, jangan tangkap anak saya,, dia tidak bersalah..." Ucap piona dengan penuh rasa kepanikan karna takut Zeny akan di penjarakan..
"Maaf,, jelaskan saja nanti di kantor polisi.." Ucap Pak polisi..
"Mas,, kenapa kamu diam saja,, lihat anak kita,, dia di tangkap,, kenapa kamu tak melakukan sesuatu..." Ucap Piona pada Dino yang hanya diam saja menyaksikan apa yang terjadi..
"Lalu aku harus bagai mana,, kita tak bisa melawan polisi,, kita lihat saja nanti di kantor polisi apakah Zeny bersalah apa tidak.." Ucap Dino
"Lebih baik kita pergi tuk lebih jelas nya ke kantor polisi.." Ucap Dino..
Kumudian merekapun segera pergi dan menyusul Zeny ke kantor polisi tuk mengetahui kebenaran nya,, meski piona saat itu sudah ketakutan karna tahu bahwa Zeny ikut ikutan dalam mencoba membunuh Ziyan.. Namun sebelum nya Zeny berkata bahwa kasus nya aman, dan berharap atas kasus lain... Karna saat penangkapan tadi di rumah tidak jelas atas apa Zeny di tangkap makanya dia ikut ke kantor polisi tuk lebih jelas karna apa Zeny di tahan di kantor polisi...
...****************...
__ADS_1
@A,N