
Indra tertegun terdiam tampa kata kata saat Ziyan meminta bantuan nya....
Karna baru pertama kali ini Ziyan berinisiatif meminta bantuan pada nya,, Tentu saja dirinya begitu senang karna kini Ziyan bisa bergantung pada nya dan mengandalkan diri nya...
Indra pun hanya tersenyum menanggapi pernyataan Ziyan tersebut...
"Kamu tuh aneh,, Tadi tiba tiba diam,, sekarang tersenyum..." Ucap Ziyan agak kesal karna sikap Indra yang tak mengatakan apapun ...
"Kenapa coba kamu tuh gak dari dulu seperti ini,, " Tanya Indra...
Ziyan pun tak bisa menjawab pertanyaan Suaminya itu,,
"Ya,,, Aku...." Ucap Ziyan bingung menjelaskan harus bagai mana menjawab pertanyaan Indra tersebut...
"Tak usah di jawab,, yang penting kamu sekarang sudah berubah,, aku begitu senang dengan kamu yang sekarang ini,,," Ucap Indra mengungkapkan rasa senang nya saat ini..
"Jadi apa rencana mu sekarang..?" Tanya Indra...
"Eum,,, mari kita ke rumah Ayah,, aku ada barang yang belum sempat aku bawa,, bahkan setahun ini aku melupakan barang itu.." Ucap Ziyan dengan agak sedih...
"Oke...!" Ucap Indra dengan semangat...
Sedangkan Hendra yang merasa kesal menemui zeny yang menunggunya di kafe biasa mereka nongkrong...
__ADS_1
Zeny melihat Hendra dengan wajah yang begitu kesal membuat nya penasaran ingin bertanya...
"Kamu kenapa...?" Tanya Zeny Heran...
"Hari ini aku di buat kesal oleh Wanita bodoh itu..." Ucap Hendra...
"Kenapa dengan nya ..?" Tanya Zeny makin penasaran...
"Aku minta uang 100 malah di kasih 20,, Buat utang ajah gak akan cukup apa lagi buat kita senang senang,, gimana gak kesal coba...?" Ucap Indra menceritakan kekesalan nya
"Kok bisa gitu...?" Tanya Zeny Heran
"Entah lah,, aku juga bingung...!" Ucap Hendra..
"Lalu kamu jawab apa saat wanita bodoh itu menanyakan uang nya itu..?" Tanya Zeni...
"Ya aku bilang,,, masih belum cukup,, dan dia percaya untung nya..." Ucap Hendra..
"Kamu benar ,, Wanita bodoh itu sekarang sepertinya ada yang berubah..." Ucap Hendra...
"Tapi selagi masih ada uang kita terus ajah porotin..." Ucap Hendra....
"Terus sekarang gimana dengan uang itu...?" Tanya Zeny..
__ADS_1
"Eum,,, Zeny sayang,, Aku pinjem uang ya.. ! " Ucap Hendra merayu Zeny..
"Idih,, minta dari aku lagi..." Ucap Zeny dalam hati ..
"Boleh yah .. kurang 30 lagi,, nanti aku babak belur lagi kalau gak di bayar sekarang... Boleh ya ..!" Ucap Hendra terus membujuk Zeny
"Ya sudah deh,, Nanti aku kasih..." Ucap Zeny terpaksa...
"Aku pulang dulu,, nanti aku transfer ya .." Ucap Zeny ..
"Ya sayang,, Dahhhh..." Ucap Hendra senang...
Di sisi lain Ziyan dan Indra sampai lah di rumah yang Ziyan tak ingin kunjungi lagi selama hidup nya... Namun kini harus kembali lagi demi barang yang penting tentang kematian ibu nya..
Karna Delapan tahun yang lalu,, Ziyan mendatangi rumah sakit di mana ibu nya di rawat dan di nyatakan meninggal,, Dan semua data data Ziyan meminta data tersebut dari dokter yang menangani ibu nya dan di berikan saja oleh dokter Tampa ragu,, Padahal data tersebut itu palsu dan dokter itu telah di sogok oleh Piona supaya menyembunyikan yang sesungguh nya,, Di katakan meninggal karna sakit,, padahal karna sering di racuni perlahan lahan dan meninggal,, Namun sampai saat ini tak ada kebocoran tentang hal tersebut..
Dan kali ini Ziyan berencana membongkar kebohongan yang tersimpan begitu lama itu dengan pengetahuan di masa lalu nya...
...****************...
Lanjut ya...
@A,N
__ADS_1