
Sesampainya di kantor polisi..
"Hendra..." Ucap Zeny dengan terkejut..
"Kenapa semua ini jadi begini..?" Tanya Zeny saat melihat Hendra yang sudah dalam penjara..
"Aku pun tak tahu,, mengapa jadi begini.." Ucap Hendra ...
"Maaf saudari Zeny,, anda terbukti bar salah atas kasus terkait pembunuhan berencana ,, Dan saudari Hendra sudah mengakuinya,, Silahkan anda ikut saya ke penjara ." Ucap pak polisi...
"Tapi pak say atak bersalah..." Ucap Zeny mencoba mengelak
"Anda juga terbukti melakukan transaksi narkoba ,, dan kami sudah mendapatkan barang bukti,,Dari saudari N yang membeli narkoba dari anda.." Ucap Pak polisi..
"Silahkan anda jelaskan di mana anda menyembunyikan narkoba tersebut.." Tanya pak polisi..
Zeny pun tak bisa berkata apapun saat setelah ke Tahuan..
"Jika anda tak mau menjawab maka kami akan menggerebek rumah anda untuk mencari barang bukti tersebut..." Ucap Pak polisi..
Piona hanya terdiam kaget bersama dino yang tak bisa berbuat apa apa saat semua terbukti dan benar ada nya, Rupanya Piona tak mengetahui akan hal Narkoba yang Zeny lakukan,, Makanya Piona sangat kaget saat itu...
"Zeny,, bilang sama mama,, kamu pengedar narkoba..?"Tanya Piona....
Zeny hanya diam tak mau mengakui nya..
"Jawab mama...?" Tanya Lagi Piona..
"Iyah mah..." Ucap Zeny dengan merendahkan suara nya..
Kemudian Piona pun terdiam dan terduduk lemas karna anak satu satu nya harus berakhir begini..
Kemudian Zeny pun memberi keterangan tentang narkoba yang ia miliki meski dirinya bukan pemakai dan hanya pengedar,, Zeny pun memberi tahukan di mana alat untuk menimbang dan sebagai nya di suatu tempat di kamar nya,, Setelah keterangan itu langsung saja beberapa polisi menuju kesana dan di temani oleh Dino sebagai pemilik rumah...
Dan benar dari keterangan Zeny rupanya ada di bawah kolong bangku tempat tidur yang tertutup oleh seprey ,, dan di simpan di sebuah kotak.. Dan benar semua tersimpan di sana,, kemudian di bawa lah ke kantor polisi sebagai barang bukti untuk memperkuat tahanan Zeny memang bersalah..
Setelah semua nya jelas kemudian Zeny pun di masukan ke dalam penjara yang bersebelahan dengan penjara Hendra hanya terhalang oleh tembok....
__ADS_1
Sementara itu di rumah sakit..
Kini Ziyan ke adaan nya sudah membaik,,
"Mereka sudah di tangkap dan di penjara kan.." Ucap Indra sambil menyuapi Ziyan Makan..
"Sungguh,, memang cepat media polisi dalam penyelidikan nya ." Ucap Ziyan..
"Ya,, mereka memang pantas mendapatkan nya.." Ucap Indra..
"Bagai mana kalau nanti sore kita kunjungi mereka sebagai kejutan karna mereka mengira aku sudah mati,," Ucap Ziyan..
"Rencana yang bagus,, tetapi apa kamu sudah enakan takut nya kesehatan mu belum pulih.." Ucap Indra mencoba menghawatirkan ke adaan Ziyan..
"Jangan khawatir,, aku sudah baikan kok,," Ucap Ziyan..
"Baiklah kalau begitu,, Nanti sore kita akan pergi.." Ucap Indra..
Sementara itu Piona sedang Syok setelah Zeny di tangkap dan di penjara ,, Piona pun hanya terduduk lemas di kursi rumah nya setelah kembali ke rumah nya bersama Dino..
"Mas lakukan sesuatu biar Zeny keluar..." Ucap Piona pada Dino..
"Kamu Nih,, sayang gak sama Zeny,, ?" Tanya Piona...
"Tentu lah,, dia juga anak aku bukan,, tentu saja aku sayang pada nya,, Namun dia melakukan ke salahan maka dia juga harus menembus kesalahan nya,,," Ucap Dino yang mencoba bersikap bijaksana..
"Sudah lah,, Aku pusing dengan semua ini.,," Ucap Piona yang sebari pergi ke kamar nya...
"Aiisss,,, Dia terlalu memanjakan Zeny sehingga menjadi seperti ini..." Ucap Dino sambil menghela kan nafas..
Sore Dino Hari..
Ziyan pun pergi ke kantor polisi sesuai yang di rencanakan nya...
"Saudara Hendra dan Zeny,, Ada seseorang yang ingin bertemu dengan kalian..." Ucap Pak polisi saat menjemput mereka tuk bertemu orang yang di maksud kan..
Kemudian merekapun keluar dari jeruji besi tuk menemui orang tersebut..
__ADS_1
"Menurutmu siapa yang ingin bertemu kita..?" Tanya Hendra pada Zeny saat berjalan bersama..
"Entah lah,, mari kita lihat saja.." Ucap Zeny
"Ziyan...." Ucap mereka bersamaan dengan sangat kaget saat setelah mengetahui siapa yang ingin bertemu dengan mereka,, Karna mereka ber anggapan Ziyan sudah mati hangus terbakar api..
Dan pada kahir nya Hendra pun menyadari mengapa semua ketahuan rupa nya Ziyan belum mati dan malah melaporkan kasus ini pada polisi..
"Kaget kah...? Bahwa aku masih Hidup..?" Tanya Ziyan saat mereka duduk di kursi dan berhadapan bersama Ziyan..
"Ziyan,, aku minta maaf,, Tolong lepaskan aku ya,, aku janji tidak akan mengganggu kamu lagi .." Ucap Hendra pada Ziyan memohon mohon supaya di lepaskan dari penjara..
"Melepaskan mu,,? Apa kamu menyadari sejauh mana yang kamu lakukan pada ku.. Tidak segampang itu.." Ucap Ziyan...
"Aku tahu,, tidak akan semudah ini membujuk mu.." Ucap Hendra..
"Oh ya,, kalian nikmati saja hidup di penjara sampai kalian mati..." Ucap Ziyan dengan tatapan tajam nya..
"Oh ya ,, sebenar nya aku sudah tahu bahwa kalian berdua bersekongkol,," Ucap Ziyan..
"Kamu sangat jahat,, kamu bukan kakak ku..." Ucap Zeny..
"Aku Jahat,, semua itu tidak sebanding dengan ke jahatan mu selama ini padaku,, dan satu hal yang harus kamu tahu,, aku tak pernah mempunyai adik,, jadi kamu tak pernah aku anggap sebagai adik ku.." Ucap Ziyan dengan kata kata pedas nya..
Zeny pun hanya terdiam dan tak bisa berbuat apa apa dengan ucapan Ziyan tersebut..
"Maaf,, waktu berbicara sudah habis silahkan kembali ke penjara.." Ucap pak polisi yang mengawasi mereka..
"Daaahhhhh,,, Selamat menderita di dalam penjara.." Ucap Ziyan....
Merekapun hanya merasa geram dan tak bisa berbuat apapun...
Hendra di penjara se umur hidup,, sedangkan Zeny hanya 25 tahun penjara,, Itulah pingsan yang di jatuhkan oleh polisi pada nya...
Namun Ziyan merasa lega akhir nya pembalasan nya sudah terbalaskan,, karna penjara adalah satu satu nya kehidupan yang akan membuat mereka menderita di penjara tersebut,, makanan pun hanya dua kali sampai 3 kali,, namun hanya begitu begitu saja seperti anjing peliharaan yang patuh saja,, kemudian merekapun tak bisa bebas dan hanya bisa duduk diam di penjara sampai mereka benar benar di bebaskan... Sungguh menyedihkan...
...****************...
__ADS_1
@A,N