
Ke Esokan harinya..
Semua karyawan kaget saat baru membuka kafe nya bersama Diana,, bagai mana tidak kaget tiba tiba meja dan pot hias di sana berantakan namun hanya di luar saja,, karna memang meja yang ada di luar di biarkan di luar bersama pot pot meski kena ujan namun meja dan kursi itu kuat dan tahan lama karna dari bahan terbaik dan sudah di uji... Sehingga hanya cukup di keringkan saja dari air yang memang basah karna embun pagi atau pun karna hujan... Namun kali ini benar benar kaget saat semua berantakan kecuali di dalam karna tertutup dan di kunci sehingga tak akan ada bisa yang masuk...
Diana langsung mengecek cctv yang terpasang di sebuah pot yang memang di sembunyikan da salah satu pot di depan tempat itu... Sepertinya orang yang melakukan itu tak menyadari ada cctv di sana karna teknologi yang canggih cctv itu sangat kecil dan hampir sama dengan warna daun sehingga sulit di temukan jika tak jeli,,, Dan cctv menunjukan seorang entah laki laki atau perempuan karna tak bisa di kenali,, dia menggunakan jaket hitam celana jeans dan kepalanya di tutupi oleh kupluk jaket nya serta memakai masker bahkan dahi nya pun sampai tak terlihat karna lampu yang menyinari dari atas sehingga tertutup oleh bayangan kupluk yang memang menutupi sampai ke dahi nya...
Dian melihat aksi orang tersebut yang mengacak ngacak kursi dan meja serta hiasan di atas meja sehingga pada rusak bahkan ada yang pecah karna sengaja di injak,, sampai terakhir pot yang di depan ia gulingkan sampai cctv pun buram karna jatuh ke tanah,,,
"Is,, siapa juga orang ini... Benar benar berani.. Dia Fikir tak ada cctv di atas .. Dasar orang ini benar benar nekad..." Ucap Diana dan setelah melihat cctv Diana langsung menghubungi Ziyan dan menjelaskan semua yang terjadi...
Di kediaman rumah Ziyan...
Mereka sedang makan pagi di meja makan bersama...
Ziyan mengangkat telepon nya yang tahu dari Diana,, mungkin hal penting...
"Apa...?" Tanya Ziyan saat menelepon membuat Indra dan Kiano kaget di buat nya karna Ziyan yang tiba tiba berdiri karna emosi...
"Apa yang terjadi ..?" Tanya Indra saat Ziyan kembali duduk...
"Terjadi sesuatu di kafe . " Ucap Ziyan sambil melanjutkan roti yang tinggal sebelah itu....
"Apa yang terjadi ..?" Tanya Indra..
"Ada orang yang merusak halaman kafe semua berantakan ,,," Ucap Ziyan sambil memakan roti nya dengan sedikit tenang...
"berani nya .. Apakah sudah tahu pelaku nya...?" Tanya Indra ..
Ziyan hanya menggelengkan kepalanya...
"Biar aku urus..." Ucap Indra...
"Tak perlu,, aku akan lakukan sendiri..." Ucap Ziyan..
"Baik lah,,, aku terima keputusan mu,, tapi jika ada sesuatu kamu jangan ragu meminta bantuan ku..." Ucap Indra yang ingin jadi suami yang bisa di andalkan istri nya...
"Iyah,,, aku mengerti,, " Ucap Ziyan...
"Baiklah,, aku akan langsung ke kafe,,, " Ucap Ziyan sambil berdiri...
"Kiano gak papa kan sama papa dulu,, mama tak bisa mengantar kamu,, karna hal terjadi di kafe kita .." Ucap Ziyan...
"Oke,, mama pergi saja,, Kiano gak Papa kok...," Ucap Kiano mengerti..
__ADS_1
"Kalau gitu aku pergi dulu,, Nanti jika ada sesuatu pasti aku hubungi kamu .." Ucap Ziyan..
Indra pun hanya mengangguk mengerti...
Ziayyan bergegas pergi ke kafe...
"Apa yang terjadi...?" Tanya Ziyan saat sampai di kafe dan melihat semua sedang di bereskan oleh semua karyawan dan membersihkan barang yang pecah dan ada beberapa juga meja dan kursi yang patah...
"Aku juga tak tahu sesampai nya di sini semua sedang seperti ini,, sepertinya ada orang yang benar benar menargetkan kafe ini.." Ucap Diana saat melihat Ziyan dan bertanya padanya...
"Bagai mana cctv nya ..?" Tanya Ziyan..
"Sepertinya orang tersebut tak mengetahui cctv yang ada di pot itu,, dan mungkin dia menyangka tak ada cctv karna tak di pasang di penjuru bangunan..." Ucap Diana...
"Apakah terekam...?" Tanya Ziyan...
"Ayo ikut,, kita lihat,, tadi aku sudah melihat nya ,, namun orang itu tak bisa di tebak sangat tertutup..." Ucap Diana...
Kemudian Ziyan pun melihat cctv..
Ya memang orang itu tak bisa di tebak entah wanita atau pria karna memang semua begitu tertutup rapi sepertinya sudah di rmacanakan dengan sangat matang....
"Bagai mana menurut mu...?" Tanya Diana...
" Entah lah,, aku juga tak dapat menebak orang ini..." Ucap Ziyan...
"Sudah tenang,, lebih baik sekarang kamu urus dulu ini,, ambil meja baru yang ada di gudang beserta kursi nya dan hiasan nya kamu pesan lagi seberapa banyak sesuai meja nya... Dan rapikan Serapi rapi nya dan tenang seperti biasa nya,, biar ini aku yang urus..." Ucap Ziyan....
"Baik,, aku mengerti..." Ucap Diana..
Kemudian Diana pun memerintahkan beberapa karyawan nya tuk mengambil meja dan kursi baru,, dan Diana memesan hiasan nya,,,
Sedangkan Milna merasa bosan di rumah sehingga berjalan jalan dan berniat pergi ke kafe...
Namun Milna merasa kaget juga saat melihat ke adaan di kafe tersebut benar benar berantakan..
Milna hanya melihat ke sekeliling melihat pegawai yang tengah sibuk merapikan meja dan merapikan hiasan vas bunga kecil yang baru sampai setelah beberapa saat di pesan nya...
"Apa yang terjadi...?" Tanya Milna pada Ziyan yang sedang duduk seperti biasa hanya memperhatikan pegawai yang sibuk merapikan meja meja...
"Eh,, Mil,, tumben ke sini,, belum waktunya kerja..." Ucap Ziyan saat melihat Milna yang datang ke sana...
"Iyah,, aku hanya merasa bosan di rumah,, jadi aku jalan jalan sebentar dan berniat ke sini sekalian ..." Ucap Milna...
__ADS_1
"Ouh begitu" Ucap Ziyan...
"Lalu apa yang terjadi...?" Tanya kembali Milna..
"Yah,, ada orang yang sengaja melakukan nya.." Ucap Ziyan..
"Siapa...?" Tanya Milna penasaran...
"Entah lah,, masih belum terungkap..." Ucap Ziyan...
Milna saat ini mulai sedikit terbuka dan mulai terbiasa banyak bicara pada Ziyan karna setelah saat itu Ziyan selalu menganggap nya seperti saudara sendiri..
"Sepertinya ada orang Yanng menargetkan kafe mu..." Ucap Milna...
"Yah,, sepertinya begitu . " Ucap Ziyan..
"Lalu apa rencana mu ..?" Tanya Milna...
"Aku masih belum memikir kan nya,, mungkin aku akan laporkan ke polisi,, tapi tidak begitu,, aku ingin menangkap nya dengan tangan ku sendiri ." Ucap Ziyan...
Milna. Hanya mengangguk mengerti dengan keputusan Ziyan yang tak langsung melapor pada pihak berwajib...
...----------------...
Di sebuah jalan sepi,,
Seorang berkaca mata hitam dan menggunakan masker,, memberikan sejumlah uang pada orang sebagai imbalan melakukan sesuatu,,,
"Kamu harus tanggung sendiri,, jika tertangkap polisi jangan libatkan aku,," Ucap Wanita yang menggenakan kaca mata dan masker pada seorang lelaki dengan badan kurus...
"Baik aku mengerti,, aku melakukan ini atas keinginanku sendiri tak akan menyeretkan mu..." Ucap Lelaki kurus tersebut...
"Bagus... Sekarang kamu pergi..." Ucap wanita itu dengan tersenyum puas saat rencana nya berhasil...
"Sepertinya orang itu yang merencanakan teror pada kafe milik Ziyan dengan mengandalkan orang lain yang sangat membutuhkan uang dengan resiko nya sendiri...
"Rasakan kamu Ziyan...Hahaha...," Ucap orang tersebut sambil membuka kaca mata nya,,
Ouh rupanya itu adalah Piona yang masih terus berjalan melakukan balas dendam karna kebencian nya terlalu sangat pada Ziyan...
"Tunggu aku,, kamu akan segera sembuh..." Ucap Seorang lelaki tersebut merasa senang karna mendapatkan uang dari piona tadi...
"Maaf kan aku,, karna tak ada cara lain mendapatkan uang cepat selain harus melakukan hal seperti ini meski akhir nya aku akan di penjara jika ketahuan...,", Ucap nya memang menyesali nya namun tak ada jalan keluar untuk mengobati istri nya yang harus segera di operasi...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
@A,N