Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 52


__ADS_3

Ziyan merasa iba dengan apa yang di ceritakan ayah nya dan selalu merasa bersalah,, namun Ziyan menenangkan ayah nya karna tahu itu bukan kesalahan ayah nya namun sudah di rencanakan oleh piona dan ayah nya..


"Lalu ayah waktu itu kenapa perusahaan kita bangkrut kembali bukan kah Piona dari keluarga kaya..?" Tanya Ziyan ingin mendengar alasan mengapa memaksa nya menikah saat itu demmi perusahaan nya..


"Saat itu,, satu tahun sebelum nya tiba tiba keuangan perusahaan menurun,, dan ayah tak bisa berbuat apapun dengan itu dan terpaksa mendesak mu menikahi suami mu sekarang.." Jelas Dino..


"Apakah ayah sudah memeriksa atas ke bangkrutan uang tersebut..?" Tanya Ziyan lagi..


"Ya,, ayah tahu,, itu semua karna ibu tirimu yang terlalu menghambur hamburkan uang .." Ucap Dino..


"Lalu mengapa ayah membiarkan nya atau menceraikan nya saja dan merintis hidup baru bersama Ziyan..?" Tanya Ziyan yang memang tak tahu apapun masalah nya karna Ziyan masih kecil saat itu dan tak paham apapun..


"Apa yang bisa ayah lakukan,, jika ayah bercerai dengan ibu tiri mu maka ayah dan kamu akan hidup di jalanan,, ayah tak tega jika kamu hidup menderita,," Ucap kembali Dino menjelaskan..


"Mengapa begitu yah,, bukan nya semua harta milik ayah..?" Tanya Ziyan kembali..


"Ya,, memang awal nya milik ayah,, namun setelah ibu mu meninggal piona memaksa ayah dan mengancam ayah akan mengusik kita dari rumah jika tak menandatangani pengalihan semua harta termasuk perusahaan ayah sendiri.."Ucap kembali Dino menjelaskan...


"Dasar wanita biadab,, ayah tahu kah selama ayah pergi bekerja aku selalu di tindas oleh piona dan juga Zeny,, aku sangat menderita di rumah itu,, hanya saat ada ayah saja mereka baik padaku.." Ucap Ziyan menceritakan penderitaan nya selama hidup di rumah itu..


"Ayah minta maaf,, ayah tak bisa berbuat apapun,, memang semua ini salah ayah,, ayah selalu menyesali semua yang terjadi dalam kehidupan ayah.. Ayah benar benar minta maaf karna membuat kamu menderita selama ini.." Ucap Dino..


"Sudah lah ayah,, Sekarang Ziyan sudah baik baik saja bersama mas Indra dia baik sekali pada Ziyan dan tak pernah memarahi Ziyan .." Ucap Ziyan sambil memeluk Dino mencoba menenangkan nya..


"Ayah sangat bersyukur kamu bahagia.. Ayah sudah tenang sekarang.." Ucap Dino..


"Ayah tenang saja,, Ziyan akan membuat mereka membayar atas apa yang di lakukan pada ayah dan ibu selama ini.." Ucap Ziyan..


Indra dan Dian hanya terharu saat dalam suasa itu dan tak mampu berkata apapun..


"Ayah tenang saja aku akan selalu ada bersama Ziyan apapun yang terjadi.." Ucap Indra mencoba lebih menenangkan Mertua nya itu..

__ADS_1


"Aku sangat berterima kasih pada mu nak Indra.." Ucap Dino..


"Kalau gitu kita harus mesusun rencana untuk mencari bukti suapaya memperkuat piona akan masuk penjara.." Ucap Ziyan..


Dino pun tak berkata apapun hanya menyetujui apa yang di katakan Ziyan..


Kemudian Ziyan pun membisik kan sesuatu pada ayah nya tentang Rancana nya dan ayah nya pun mengerti dengan cepat..


Setelah itu telepon pun berbunyi dan itu milik Dino..


"Sebentar ayah angkat telepon dulu.." Ucap Dino..


"Mas kamu dimana..? Bukan nya sakit malah keluyuran.." Ucap Piona..


"Yah,, aku hanya berjalan jalan bersama Ziyan dan mengunjungi makan Niara.. aku akan pulang sekarang.." Ucap Dino..


"Oke,, aku tunggu di rumah.." Ucap Piona dengan sedikit emosi dan menutup telepon nya dengan tiba tiba..


"Baik lah biar Ziyan antar karna ayah pergi bersama Ziyan jadi Ziyan pun harus mengantar ayah pulang.." Ucap Ziyan..


Kemudian Ziyan pun menggandeng Dino dan masuk kedalam mobil..


"Kamu hati hati dijalan dan cepat lah pulang ." Ucap Indra yang sedikit mengkhawatirkan Ziyan..


"Baik aku akan segera pulang.." jawab ziyan..


Sesampai nya di rumah Dino..


Piona sudah berdiri di depan pintu menunggu Dino pulang..


"Sudah tahu ayah mu sakit masih saja di bawa pergi.." Ucap Piona pada Ziyan yang sedang mengandeng ayah nya menuju sopa..

__ADS_1


"Sudah lah,, Ziyan tak salah,, memang aku yang ingin pergi.." Ucap Dino mencoba melindungi Ziyan..


Piona pun kesal dengan Dino yang membela Ziyan..


"Aku pulang dulu.. ayah baik baik ya.." Ucap Ziyan berpamitan..


"Kamu hati hati di jalan.." Pinta Dino..


Ziyan hanya mengangguk mengerti dan segera pergi.. sedangkan piona masih berdiri di depan pintu..


"Maka nya jadi lah istri yang baik,, sampai sampai suami nya sakit tak sembuh sembuh.. tak pandai kah kamu mengurus ayah ku.." Ledek Ziyan sambil pergi dan masuk ke dalam mobil..


Piona pun hanya terdiam dan mengepalkan tangan nya dengan emosi dan geram pada Ziyan yang semakin berani melawan nya..


"Awas kamu ." Ucap Piona yang langsung masuk ke dalam rumah..


"Nona di jalan depan ada preman yang menghadang perjalanan kita.." Ucap sang sopir yang melihat beberapa orang sedang berdiri di kegelapan..


"Nona tunggu sebentar biar saya urus ." Pinta sang sopir turun..


Ziyan pun merasa ketakutan dan ternyata memang benar ada satu orang preman yang sedang mengincar nya sedangkan sopir nya menghadapi beberapa preman yang ada di depan..


Namun preman itu bukan tandingan sopir yang di pilih khusus oleh Indra.. Mereka kalah ,, meski agak sulit sopir menangani mereka..


"Ahhhhh.." Ziyan berteriak saat seseorang yang mencoba memecahkan kaca mobil belakang nya..


Sontak saja setelah sopir itu selesai menghajar mereka langsung lari dan menghajar satu lagi preman yang mencoba ingin menculik Ziyan..


...****************...


@A,N

__ADS_1


__ADS_2