
Hendra tak bisa mengelak dari kebenaran yang sudah terungkap,, Di masa lalu Hendra begitu baik menyembunyikan kebenaran itu bahkan sampai menikah dengan Zeny..
Namun di kali ini semua nya malah berantakan dan hancur..
Di dalam rumah Ziyan..
"Aku barusan dapat kabar yang mengejutkan ." Ucap Indra..
"Ouh,, apa itu...?" Tanya Ziyan ...
"Ada wanita yang mengaku ngaku sebagai wanita nya,, Dan semua nya berubah dengan sangat kacau... Hubungan mereka menjadi tak sebaik dulu.." Ucap Indra yang baru saja mendapatkan kabar dari bawahan nya...
"Eum,,, sungguh menyedihkan..." Ucap Ziyan dengan merasa Iba..
Sebenarnya aku lupa akan hal itu,, dulu aku mendapatkan kabar desah desuh tentang dia memiliki wanita lain,, dan aku pikir wanita lain itu adalah Zeny,, rupanya sekarang aku tahu bahwa wanita itu adalah Milna,, orang yang sangat mencintai Hendra,, aku pikir dia telah melupakan Hendra rupa nya gak...
Rupanya dulu Milna dan Ziyan adalah satu sekolah dan Hendra adalah kakak kelas mereka,, saat itu Ziyan tak memiliki rasa suka sama sekali,, Sedangkan Milna sudah menyukainya namun Hendra tidak pernah menganggapnya..
Hingga setelah lulus sekolah ,, aku tak tahu mengapa Hendra tiba tiba mendekati aku karna pertemuan yang tidak di sengaja,, dan pada akhir nya menjadi akrab,, dia cowo yang baik waktu itu,, dia perhatian layak nya seperti pacar lain pada umum nya,, Namun satu hal yang yang Ziyan tak tahu,, Rupa nya sebelum mengenal Ziyan Milna masih terus mengejar Hendra hingga pada akhir nya Milna pun meminta syarat suapaya menjadi wanita nya dan Hendra bebas memiliki wanita lain di sana asalkan diri nya menjadi wanita nya, Mungkin karna saking cinta nya pada Hendra sehingga rela di duakan...
Sementara itu waktu itu Dian tak datang karna hal penting yang membuat nya tak bisa datang ke rumah Indra,,, dan saat itu juga berpapasan dengan penculikan Ziyan di pagi hari nya sehingga Indra pun tak mempermasalahkan karna Dian tak datang karna saat itu juga mereka sedang menghadapi masalah...
Di dalam ruangan tamu ..
Hari ini Dian sudah berada di rumah mereka untuk mengurus sebuah serbuk teh dan minuman teh yang sudah di berikan oleh Dino pada Ziyan dan masih di simpan rapi oleh Ziyan untuk di berikan kepada Dian untuk di periksa..
"Ini,, coba kamu periksa apakah ada racun atau tidak.." Ucap Indra sambil memberikan barang tersebut..
"Oke,, Oh ya aku dapat kabar kalau istri mu kecelakaan..?" Tanya Dian..
__ADS_1
"Bukan kecelakaan tapi penculikan..." Ucap Indra membenarkan berita tersebut..
"Ouh,, sungguh,, berani sekali orang itu.." Ucap Dian..
"Ya,, di orang pendendam yang membenci Ziyan.." Ucap Indra
"Ouh,,, kau sudah berhasil menemukan orang tersebut..?" Tanya Dian kembali..
"Tentu saja,, dia sudah di dalam penjara..." Ucap Indra..
"Aku penasaran ,, siapa dia..?" Tanya Dian yang selalu kepo..
"Dia mantan ku,, dan adik tiriku,, mereka bersekongkol membunuh ku dengan Ara membakar satu rumah,," Ucap Ziyan sebari berjalan ke arah mereka memotong ucapan Indra yang hendak masuk memberi tahu siapa orang tersebut..
"isss,, keji sekali mereka,, lalu bagai mana kamu bisa selamat..?" Tanya Dian kembali..
"Tentu saja aku yang menyelamatkan nya,, aku memasang JPS di HP nya sehingga menemukan lokasi dengan cepat,, namun rumah menjadi penyekapan tersebut sudah terbakar,, tentu saja aku masuk ke sana dan langsung membawa nya pergi ke rumah sakit..." Jelas Indra dengan bangga karna menjadi pahlawan bagi Ziyan..
"Bangga nya kau ini,, tapi aku salut sama kamu,, karena menerobos api begitu saja,, orang lain mungkin akan takut dan berani.." Ucap Dian..
"Kan kau tahu aku ini bagai mana..." Ucap Indra memberi kode pada Dian tentang diri nya sewaktu masih bersama di perkuliahan..
"Iyah,, Iyah,, Gue tahu, lalu bagai mana kamu menemukan pelakunya..?" Tanya Dian kembali yang masih penasaran..
"Tentu saja aku pasang cctv di bangunan yang sudah hangus terbakar itu dan hanya menyisakan tiang yang masih kokoh,, kau tahu kan insting ku itu kuat dan memang benar dia malah kembali ke sana tuk memastikan Ziyan mati,, dan menurut Ziyan pun memang dia lah pelakunya yang menyamar,, tentu saja aku serahkan pada polisi biar lebih cepat.." Ucap Indra kembali...
"Hoh,, begitu rupanya..." Ucap Dian..
Saat mereka sedang mengobrol tiba tiba...
__ADS_1
"Hey kau Ziyan keluar kamu..." Ucap seseorang yang berteriak teriak menerobos satpam di depan..
"Siapa sih bising banget di luar.." Ucap Ziyan sambil mencari tahu siapa yang membuat keributan di halaman nya..
"Hey kau wanita jahat ,, lepaskan anak ku..!" Ucap Wanita tersebut sambil berteriak pada Ziyan..
"Ouh ,, Rupanya kamu..." Ucap Ziyan yang tahu ternyata itu adalah piona ibu dari Zeny alias ibu tirinya..
"Kamu bilang aku jahat ..? Apa kamu tak tahu kamu dan anak mu lebih jahat dari pada aku..." Ucap Ziyan sambil mendekati dan membisik pada nya..
"Kamu...kamu..." Piona tak berkutik saat Ziyan berkata seperti itu..
"Oh ya,, satu lagi kabar baik,, kamu berhati hati lah karna kamu juga akan di penjara..." Ucap Ziyan sambil menepuk bahu Piona sambil merendahkan suara nya...
Langsung saja piona mundur dan melepaskan diri dari tangan Ziyan yang memegang bahu nya...
"Apa bukti nya.. Kamu tak memiliki bukti... Ha..ha.. Ha.." Ucap Piona sebari tertawa karna dia merasa Ziyan tak akan mempunyai bukti apapun...
"Kamu tunggu saja,, polisi akan datang menangkap mu secepatnya..." Ucap Ziyan kembali..
"Kamu,, Kamu... Awas kamu .." Ucap Piona yang langsung pergi karna Ziyan yang melawan nya dan tak mampu berkutik apa apa ...
Ziyan pun tersenyum puas melihat ke panikan dan ketakutan piona,,
"Tunggu saja,, semuanya akan segera berakhir..." Ucap Ziyan dengan berbisik berbicara sendiri sambil melihat piona yang pergi meninggalkan rumah Ziyan tersebut...
...****************...
@A,N
__ADS_1