Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 021


__ADS_3

Setelah makan Indra pun tak sempat berbicara dengan Davit karna Davit yang terlalu sibuk yang sedang berbicara dengan seorang tamu...


Indra pun langsung pulang bersama Ziyan dan Kiano...


Sesampai nya di rumah,, Seperti biasa pelayan pelayan itu menyambut kedatangan tuan dan nyonya rumah,,,


Kemudian Indra mengantarkan Kiano ke kamarnya yang sedang di gendong karna tertidur di pangkuan Ziyan,, dan Indra berinisiatif membawa kiano ke kamar nya untuk di tidur kan...


"Suami ku aku mau menunjukan sesuatu..." Ucap Ziyan sambil duduk di sopa saat Indra kembali dari kamar Kiano ..


Tampa kata Indra pun langsung mendekati Ziyan dan duduk di sebelah nya sambil mengambil beberapa lembar kertas yang Ziyan tunjukan...


"Apa Ini ..?" Tanya Indra


"Itu data saat ibu aku meninggal,, aku meminta data itu dari dokter yang merawat ibu dan menyatakan ibu meninggal beberapa tahun setelah ibu meninggal..." Ucap Ziyan...


"Data Ini seperti ada yang tak beres..." Ucap Indra saat melihat dan membaca data data yang seperti ada yang salah namun Indra tak paham dan tak mengerti...


"Mau di apakan dengan data ini...?" Tanya Indra

__ADS_1


"Aku hanya ingin memastikan kalau data itu benar..." Ucap Ziyan...


"eum,,, Kamu bisa bantu aku kan melihat data itu benar atau salah..?" Tanya lagi Ziyan


"Aku memang tak paham,, tapi aku punya teman,, mungkin dia bisa memecahkan masalah mu ini..." Ucap Indra...


"Sungguh kah..?" Tanya Ziyan berharap itu benar..


Indra hanya mengangguk memberi isyarat meyakinkan ucapan nya ..


"Syukur lah,,," Ucap Ziyan merasa lega..


Ziyan hanya mengangguk mengerti


Sedangkan di sisi lain Dino sedang terduduk diam di samping kasur peninggalan istri pertamanya... Kamar itu selalu tertutup dan baranga barang yang lain peninggalan istri nya pun tersimpan rapi di ruang rahasia yang tersimpan dengan rapi,, Sedangkan Piona tak mengetahui akan hal itu,,,


"Maaf kan aku istri ku karna aku tak menjaga Ziyan dengan baik,,, Aku bukan tak menyayangi nya,, Namun aku ingin dia bahagia,, Maaf kan aku jika selama ini aku tak bisa mengurus Ziyan dengan baik,, malah membuat dia begitu menderita di rumah nya sendiri..." Ucap Dino sambil melihat foto istri nya dengan meneteskan air mata...


Rupa rupa nya bukan nya Dino tak tahu apa yang terjadi di rumah,, Dino tahu yang di alami Ziyan di rumah begitu menderita karna ulah Piona dan Zeny,, namun Dino hanya diam seakan akan tak tahu,, hanya dengan cara dia menikah dan pergi dari rumah berharap Ziyan bahagia...

__ADS_1


Dua hari kemudian...


Zeny sedang duduk di kafe biasa bertemu sedang menunggu Hendra...


"Kamu kenapa..?" Tanya Zeny saat melihat Hendra begitu kesal


"Aku kalah lagi berjudi..." Ucap Hendra...


"Kenapa sih kamu tuh,, berhenti saja berjudi... Sering kalah juga,,," Ucap Zeny...


"Mana bisa berhenti,, Aku sudah terbiasa berjudi dengan kawan kawan aku..." Ucap Hendra...


"Lalu kalau kalah,, Siapa yang akan membayar uang judimu,, Aku...?" Enak saja,,," Ucap Zeny merasa ogah jika sampai Hendra meminta uang terus pada nya hanya untuk membayar uang judi nya,,


"Tenang saja,, Aku kan ada Ziyan pasti dia kasih kalau aku minta..." Ucap Hendra dengan sombong,, kalau Ziyan akan memberikan uang dengan mudah seperti dulu,, Namun sayang nya Hendra tak tahu Ziyan yang sekarang...


...****************...


@A,N

__ADS_1


__ADS_2