Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
episode 81


__ADS_3

Sementara itu Dino sudah sampai di kafe tersebut..


Kemudian Dino menanyakan pada karyawan yang kebetulan sedang di sana..


"Ada Ziyan di sini..?" Tanya Dino..


"Oh,, silahkan ikuti saya..." Ucap karyawan dengan ramah..


Dino pun mengikuti karyawan tersebut..


"Ayah..." Ucap Ziyan saat melihat Dino yang menuju ke arah nya dengan di tuntun oleh karyawan nya dan setelah itu karyawan nya pun langsung kembali saat setelah Dino akan menghampiri Ziyan..


"Hallo Om..." Ucap Dian saat melihat Dino di sana..


"Ouh,, lagi pada ngumpul ya ." Ucap Dino yang melihat ada banyak orang di sana..


"Ini Diana yah,, teman Ziyan,, dan sekarang dia bekerja di sini menggantikan Ziyan .." Ucap Ziyan..


Dino hanya mengangguk memahami perkataan Ziyan..


"Hallo Om.." Sapa Diana..


"Kebetulan profesor Dian ada di sini,, tadi nya saya mau minta Ziyan menghubungimu,, karna sudah di sini,, aku jadi lega.. Mari bicarakan nanti.." Ucap Dino..


"Iyah Om,, saya hanya penasaran dengan kafe milik Ziyan karna baru baru ini kafe ini menjadi viral.." Ucap Dian..


"Ouh,, rupanya begitu.." Ucap Dino mengerti..


"Ziyan,, ayah mau bicara sebentar.." Ucap Dino ..


"jika nanti tidak sempat ayah memberi ini,,, tolong kamu berikan sama Dian untuk di teliti.." Ucap Dino memberikan sekotak kecil yang sudah di siapkan Dino tuk membungkus kopi tersebut..


Diana merasa tak enak saat ini dan memutuskan untuk pergi dan tidak ikut campur..


"Eum,, Ziyan,, aku ke dapur dulu ya,, kalian mengobrol saja lah dulu,, Nanti aku akan kembali.." Ucap Diana..

__ADS_1


"Ouh,, ya sudah,, nanti kita ngobrol lagi ya,, Profesor Dian gak sibuk kan...?" Ucap Ziyan sambil menyindir Dian..


"Enggak,,, aku santai,," Ucap Dian..


"Kamu tenang ajah,, Dian gak akan pulang kok.." Ucap Ziyan membisik pada Diana..


"Apaan sih kamu,, sudah ah dah.." Ucap Diana dengan memendam rasa malu saat Ziyan berkata demikian..


"Dia malu.." Ucap Ziyan sambil tersenyum..


"Apa yang kamu bisikan pada nya,, kasihan tahu dia sangat malu begitu.." Ucap Indra..


"Ada lah,,, Ya kan Dian...?" Ucap Ziyan memberi kode pada Dian..


"Aku tak tahu apapun..." Ucap Dian..


Ziyan hanya tersenyum menanggapi semua nya...


"Dasar kamu ini selalu ada ada ajah.." Ucap Dino pada Ziyan..


"Ya sudah,, mari kita mengobrol ke masalah yang lebih serius.." Ucap Ziyan..


"Ini,, tolong Profesor teliti ,, apakah ada sesuatu..?" Tanya Ziyan sambil menyodorkan barang ya g di berikan ayah nya tersebut..


"Apa ini...?" Tanya Dian saat melihat isi kotak tersebut hanya melihat cairan yang hitam hitam seperti itu...


"Ini bukan apa apa,, Ini hanya air kopi hitam yang baru di sajikan piona tadi pagi..." Ucap Dino..


"Ouh,, pantesan masih hangat.." Ucap Dian..


"Lalu apa masalah nya...?" Tanya Dian..


"Jadi sehari yang lalu aku mengikuti piona,, dia bertemu laki laki asing dan memberikan barang lalu mengasih orang itu uang yang terbilang banyak sekitar 2 300 juta.. Aku tak tahu apa itu,, Bahkan sampai sekarang aku tak menanyakan hal itu,, Akan tetapi aku mencurigai sesuatu yang terjadi di awal,, aku takut itu sesuatu yang buruk,, makanya dalam kopi ini aku ingin memastikan takut ada campuran lain di dalam nya.. Jika itu benar,, berarti yang dia beli itu adalah sebuah hal yang mematikan.." Ucap Dino..


"Ouh,, begitu rupanya,, Om tenang saja,, nanti saya beritakan jika sudah ada hasil nya..." Ucap Dian..

__ADS_1


"Maaf,, selalu merepotkan mu.." Ucap Dino yang gak enak..


"Jangan sungkan,, aku sudah menganggap om seperti saudara saya sendiri.." Ucap Dian yang mencoba membuat Dino merasa enak karena nya...


"Lalu apakah ayah sudah menemukan sertifikat rumah...?" Tanya Ziyan..


"Belum,, tapi sepertinya ayah tahu dimana dia menyembunyikan nya..." Ucap Dino


"Dimana...?" Tanya Ziyan..


"Kemungkinan sertifikat itu di gadein sama dia,, karena ayah sudah seminggu mencari tak menemukan di mana berada nya,," Ucap Dino..


"Kalau itu terjadi kan sayang,, itu rumah kita.." Ucap Ziyan..


"Kamu tenang saja,, ayah punya rencana bagus,, dan rumah itu akan tetap kembali jadi milik kita ." Ucap Dino..


Dian dan Indra merasa ngeri dengan anak dan bapak tersebut yang selalu memiliki rencana yang membuat penasaran...


"Istri dan mertuamu seperti moster,," Ucap Dian dengan nada rendah berbicara pada Indra..


"Sepertinya aku mendengar sesuatu deh.." Ledek Ziyan yang mendengar kata tersebut meski tidak terlalu jelas..


"Ayah mau makan apa..?" Tanya Ziyan menawarkan makanan pada Dino..


"Makanan paling enak saja di sini.." Ucap Dino..


"Ini adalah makanan yang paling laris saat ini,," Ucap Ziyan menunjuk menu tersebut..


"Boleh lah,, ayah akan mencicipinya ." Ucap Dino


"Hey,, kamu kesini.." Ucap Ziyan..


Karyawan itupun segera menghampiri Ziyan..


"Kemudian pelayan tersebut mencatat satu persatu pesanan dari setiap orang di sana..

__ADS_1


...****************...


@A,N


__ADS_2