
Diana pun berpamitan bersama anak nya setelah anak nya puas bermain bersama Kiano, Dan terlebih lagi waktu yang sudah mulai sore membuat mereka untuk segera pulang..
"Ziyan,, kami pamit pulang,, kami berterima kasih sudah mengizinkan anak ku untuk bermain bersama Kiano ." Ucap Diana..
"Sudah,, gak perlu seperti itu,, ShanShan kan teman nya Kiano,, jadi sebagai teman harus saling menolong.." Ucap Ziyan..
Diana pun tersenyum mendengar apa yang di ucapkan Ziyan tersebut..
"Kalau gitu kami pamit dulu.. Dah .." Ucap Diana sambil pergi Muju ke sebuah taksi yang sudah di pesan nya tadi....
Ziyan hanya membalas lambaian tangan nya dan melihat mereka pergi di tempat ..
"Ayo kita juga pulang,, papa sudah menunggu di dalam mobil ." Ucap Ziyan sambil menarik tangan Kiano supaya mengikutinya..
Kiano pun hanya mengikuti ibu nya berjalan dengan tangan yang menuntun nya..
Sedangkan dari kejauhan ada seseorang yang sedang memperhatikan gerak gerik mereka namun Ziyan tak menyadarinya..
"Maaf boss,, sepertinya sekarang belum ada celah.." Ucap Seseorang itu yang sedang menelepon bos nya
"Baik,, kamu teruskan saja perhatikan mereka jika ada celah sikat saja langsung ." Ucap si bos tersebut..
"Baik ." Jawab nya singkat,,
kemudian orang itupun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut..
Di dalam mobil..
"Lain kali kalau kamu keluar harus lebih hati hati ." Ucap Indra,,
ternyata Indra menyadari orang tersebut namun Indra sengaja berpura pura seakan akan tak menyadari nya...
"Kenapa..?" Tanya Ziyan tak mengerti dengan peringatan Indra ..
"Sepertinya kamu sedang di ikuti seseorang,, lebih berhati hati lah,, jika tidak maka mungkin akan terjadi sesuatu pada mu,," Ucap Indra..
__ADS_1
"Bagaimana kamu tahu .?" Tanya Ziyan heran pada suami nya .
"Aku melihat nya sedang mengintai kita bertiga,, namun dia pergi setelah tak ada celah,, " Ucap Indra..
"Apakah orang itu menyadari bahwa kamu melihat nya .?" Tanya Ziyan lagi .
"Tidak,, aku berpura pura tak melihat nya se harus nya dia tak menyadarinya ." Ucap Indra..
"Tapi aku tak menyadari orang tersebut,, sepertinya ada seseorang yang ingin mencelakai ku,, Aku harus lebih berhati hati. " Ucap Ziyan dalam hati..
"Apakah kamu punya pertengkaran dengan orang lain .?" Tanya Indra..
"Eum,, aku rasa aku tak pernah bertengkar sama siapapun.." Ucap Ziyan mengingat jika. dirinya pernah ada pertengkaran dengan orang lain namun dirinya tak pernah bertengkar dengan siapapun..
"Oke,, Yanng penting kamu tahu,, dan harus berhati hati.." Ucap Indra yang menghawatirkan istri nya ..
"Nanti akan ku urus seseorang untuk mengawasi mu sebagai perlindungan tersembunyi jika aku tak ada di sisi mu.." Ucap Indra..
Ziyan hanya tersenyum menanggapi betapa peduli nya Indra pada nya..
"Gak papa,, baik aku akan menuruti semua perkataan mu ." Ucap Ziyan..
Indra pun merasa senang karna akhirnya Ziyan mulai bergantung pada nya dan mengikuti apa yang di ucapkan nya..
Sementara itu,, Fiona sedang berada di rumah teman se arisan nya,,
"Jeng,, aku dengar dengar anak dari istri pertama mu belakangan ini ada isu yang tak baik dengan suami nya ya ..?" Tanya salah seorang yang hadir dalam arisan..
"Ouh,, aku juga tak tahu pasti,, namun semenjak menikah dengan nya dia tak pulang lagi ke rumah,, bahkan menjenguk ayah nya pun tak pernah ." Ucap Fiona..
"Ihh,, tak berbakti sekali ya anak tiri mu itu,," Ucap kembali dari yang lain yang hadir di sana..
"Ya,, aku juga sedih,, padahal kami merawatnya dengan baik, tapi dia tak begitu berbakti bahkan lupa sama orang tuanya sendiri.." Ucap Piona dengan rasa sedih ..
"Ya Ampun,, sungguh anak yang durhaka ya.." Ucap kembali mereka memperbincangkan Ziyan yang tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mempercayai ucapan Piona yang menjelek jelekan Ziyan..
__ADS_1
Ya begitulah Piona di depan orang lain,, dia selalu berkata yang baik tentang dirinya dan menjelek jelekan nama Ziyan,, se akan akan Ziyan yang tak baik padahal dirinya yang selalu memperlakukan Ziyan dengan buruk,, sungguh bermuka tebal..
"Lalu kapan anak mu akan menikah..? Bukan nya sudah dewasa..?" Tanya lagi jeng lain yang hadir..
"Eum,, nama nya juga anak muda,, mungkin mereka masih menyukai masa muda nya,, " Ucap Piona .
"Padahal, kita ingin hadir di acara hajatan anak kandung mu itu,, pasti meriah dan besar .." Ucap kembali jeng yang lain..
Jeng, Jeng , yang hadir di sana pun mengangguk ngangguk kan kepalanya setelah kata itu terucap setuju..
"Kalian tenang saja,, acara nya akan mewah dan tak biasa,, dan tentu saja kalian akan aku undang ,," Ucap Piona
Merekapun berbincang bincang dengan penuh tawa dan senang berkumpul bersama jeng , Jeng yang lain nya..
Ke Esokan hari nya..
Kebetulan hari ini hari Sabtu maka Kiano libur sekolah.. Maka jika libur pasti akan berlibur ke suatu tempat untuk menghilangkan ke jenuhan karna aktifitas di hari hari biasa nya..
"Hari ini Dian akan datang ke sini.." Ucap Indra yang sudah menerima telepon dari seseorang
" Sungguh.. Itu artinya data nya sudah di temukan..!" Ucap Ziyan dengan girang dan penuh harapan akan kasus ibu nya segera terungkap..
"Entah lah,, kita tanyakan setelah dia sampai ke kota.." Ucap Indra yang tak menjamin akan terpecahkan nya kasus tersebut,, karna saat menelpon tidak ada pemberitahuan akan terungkap nya kasus tersebut..
"Kapan dia akan datang..?" Tanya Ziyan..
"Mungkin Siang nanti dia akan tiba di kota.." Ucap Indra..
"Kalau gitu gimana mau kita berlibur ke kota sambil menunggu Profesor datang.." Ucap Ziyan memberi masukan .
"Boleh.." Ucap Indra..
Merekapun segera berangkat tuk siap siap..
...****************...
__ADS_1
@A,N