
Ke Esokan hari nya...
Dino masih belum mau menanyakan perihal lelaki yang dia curigai sebagai selingkuhan Piona tersebut,, Namun Dino masih terus mencoba mencari tahu siapa lelaki yang kemarin bersama nya,, Dann sementara itu Dino mencurigai sesuatu barang yang piona ambil dari lelaki yang misterius itu,, Dino masih memikirkan barang apa yang piona ambil sehingga memberi uang yang amat banyak karna Dino melihat setumpuk uang yang sudah di bungkus oleh amplop kuning.. Namun Dino lega karna keuangan kantor masih aman saat dino menyadari dari mana uang tersebut piona dapat,, Namun saat mengecek di kantor brangkas masih aman dengan uang nya dan tak ada penarikan pula ke rekening manapun dari pemberitahuan di kantor nya... Dino hanya mengira mungkin itu uang milik nya sendiri makanya Dino tak menanyakan apapun yang terlihat oleh nya kemarin..
"Aku sudah siapkan kopi... Tapi aku ada perlu ,, jadi aku akan ke luar dulu.." Ucap Piona sambil menyodorkan kopi hitam yang memang sering Dino minum setiap pagi setelah makan..
"Mau keluar,,? Bertemu siapa..?" Tanya Dino..
"Bertemu teman,," Ucap Piona..
"Teman..? Lelaki apa wanita..?" Tanya Dino..
"Pertanyaan apa kamu nih,, sudah lah jangan cemburuan begitu,, malu suada tua.." Ucap Piona yang tak ingin menjawab pertanyaan Dino yang menunjukan bahwa Dino agak cemburuan pada nya..
Dino hanya terdiam dengan jawaban piona tersebut..
"Jangan lupa,, kamu habiskan kopi itu ya,, aku sepesial membuat nya untuk mu.." Ucap Piona yang langsung pergi saat waktu masih agak pagi sekitar jam 7 ,, 7.30...
Dino pun mencoba meminum nya,, namun saat sebelum sampai di bibir belum sempat di minum Dino agak aneh dengan kata kata piona yang terakhir kali dia berkata..
"Aku harus memastikan nya,, Jangan sampai terulang lagi..." Ucap Dino..
Kemudian Dino pun ke dapur tuk mengambil plastik kecil untuk mewadahi kopi yang piona seduh,, karna Dino khawatir ada sesuatu dalam kopi tersebut,, karna piona pernah melakukan nya sekali namun karna bantuan Ziyan Dino mulai membaik,, namun Dino bertekad jika kali ini memang benar benar ada sesuatu di dalam nya Dino akan melakukan sesuatu pada piona..
Kemudian Dino pun pergi ke rumah Ziyan untuk meminta bantuan nya memeriksa kopi tersebut
Sementara itu,, Di rumah Ziyan Indra tak pergi ke kantor,, saat itu Dian sedang mengunjungi Indra karna ingin melihat kafe Ziyan yang sudah viral tersebut sehingga membuat Dian penasaran..
Karna ingin melihat kafe tersebut Ziyan Indra dan Dian pergi ke kafe untuk melihat lihat dan mencicipi kopi dan minuman lain serta makanan yang ada di sana,, dan itu gratis...
__ADS_1
Di dalam kafe..
Diana menyambut Ziyan dan Indra yang datang ke sana..
"Bagai mana dengan kafe akhir akhir ini...?" Tanya Ziyan saat sampai di sana dan Diana datang menyambut nya..
"Semua nya aman dan baik,, " Ucap Diana
Sementara itu Diana merasa agak aneh saat merasa dirinya seperti ada pasang mata yang memperhatikan nya.. Dan rupanya Diana mencoba mencari masang mata itu namun rupanya ada seorang lelaki tampan di sebelah Indra saat Indra dan Ziyan sedang tak memperhatikan mereka,, Diana hanya merasa malu karena nya..
"Oh ya,, perkenalkan,, Ini Dian.. Teman suami ku.." Ucap Ziyan yang membuat Diana langsung berubah seperti tak terjadi apapun..
"Hallo,, Dian..." Ucap Dian sambil menyodorkan tangan nya sebagai pengenalan diri ..
"Diana.." Ucap Diana..
Namun entah beberapa lama sekitar beberapa detik mereka tak melepaskan tangan..
Mereka berdua pun langsung melepaskan tangan mereka dengan rasa malu..
Namun saat itu hp Ziyan berdering..
"Kalian duduk dulu,, aku angkat telepon dulu.." Ucap Ziyan..
"siapa yang menelepon..?" Tanya Indra..
"Ayah,, Sebentar ya ." Ucap Ziyan..
Indra pun terdiam saat tahu kalau itu ayah nya yang menelpon dan hanya mengangguk mengerti..
__ADS_1
"Hallo,, Nak kamu di mana..? Ayah sedang di rumah kata satpam kamu sedang keluar..!" Ucap Dino yang sudah sampai di rumah Ziyan namun karna tak ada sesiapa di rumah itu hanya pembantu dan pengawal nya saja,, saat Dino menanyakan Ziyan pada satpam depan rumah nya katanya Ziyan pergi beberapa saat yang lalu,, namu saat di tanya kemana,, satpam itu tak mengetahui kemana Ziyan pergi..
"Ouh,, aku sedang ada di kafe,, ayah datang saja ya ke sini..." Pinta Ziyan..
"Ya sudah,, kebetulan ayah juga penasaran dengan kafe yang kami rintis beberapa Minggu yang lalu.." Ucap Dino..
"Ziyan tunggu.." Ucap ziyan..
Kemudian setelah telepon di tutup Ziyan pun bergabung dengan Dian dan Indra juga Diana,, sedangkan Dino melaju menuju kafe Ziyan..
"Lagi ngomongin apa sih serius banget.? Tanya Ziyan saat mendapati mereka bertiga sedang mengobrol..
"Aku hanya kaget rupanya Dian ini adalah profesor ternama itu,, aku gak menyangka loh dia semuda ini..." Ucap Diana..
"Ouh,, dia belum menikah loh,, mungkin kalian cocok.." Ucap Ziyan yang langsung berkata seperti itu membuat Diana malu..
"apa apaan sih kamu nih,, " Ucap Diana dengan malu sedangkan Dian hanya tersenyum saat Ziyan menjodohkan nya dengan Diana..
Rupanya Dian menaruh rasa suka sejak pandangan pertama,, namun Dian tak tahu apakah ini hanya sebatas suka biasa atau pun lebih.. Karna Dian sudah lama menjomblo,, tepat nya Dian sudah banyak memiliki wanita akan tetapi selalu berakhir putus karna Dian yang selalu sibuk dan tak ada waktu untuk berkencan dengan pacar nya itu,, karena itu Dian belum menikah juga karna belum menemukan wanita yang benar benar bisa menerimanya apa ada nya..
Meski umur nya sudah lebih tua sekitar 35 38 tetapi wajah nya seperti lelaki yang masih berusia 30 ke bawah,, wajah nya yang bersih,, dan tampan serta badan nya yang kekar membuat Diana merasa menemukan kembali rasa kagum pada seseorang,, Namun Diana mencoba mengubur rasa itu karna takut terulang lagi hal yang terjadi seperti dengan mantan suami nya itu.. Karna suami nya juga tampan dan banyak di sukai oleh wanita lain sehingga membuat suami nya berpaling karna menemukan wanita yang lebih cantik dan baik dari nya,,
"Sudah,, jangan jodohkan orang lain seperti itu.." Ucap Indra..
"Hehe,, aku hanya bercanda.." Ucap Ziyan..
Diana pun hanya tersenyum dengan menutup rasa sedih nya karna teringat akan masa lalu nya,, Dian yang melihat nya pun agak merasa sedih juga melihat Diana yang seperti itu berpura pura tak sedih.. Meski Ziyan dan Indra tak menyadari akan hal itu namun lain dengan dian. Dian mampu melihat wajah seseorang yang sedang berpura pura sedih atau pun senang...
...****************...
__ADS_1
@A,N