Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 90


__ADS_3

Mereka berdua sekarang sedang duduk di kursi yang saling berhadapan di halangi sebuah meja di tengah nya...


"Ini,, aku bawa makanan,, kamu belum makan kan..?" Tanya Ziyan sambil mengambil keresek putih tebal dan di sana ada 4 box makanan dan dua cup minuman..


"Terimakasih,, tadi sih udah,, cuman makanan di sini gak enak,, " Ucap Zeny ..


"Nah,, coba ini,, pasti enak..." Ucap Ziyan..


Zeny pun langsung membuka makanan itu satu persatu...


"Jadi selama ini makanan yang sering aku makan itu dari kakak...?" Tanya Zeny..


Ziyan enak mendengarnya saat Zeny bilang pada nya kakak...


Ziyan hanya tersenyum menanggapi nya..


"Aku Fikir,, itu semua dari ibu,, rupanya selama ini ibu memang sudah tidak memperdulikan aku,, dia gak pernah jenguk aku lagi... Aku sangat membenci nya..." Ucap Zeny..


"Suuttttt,,, " Ucap Ziyan yang langsung memotong Zeny yang berkata begitu..


"Jangan seperti itu,,, bagitu pun dia kan ibu mu juga.. Jadi jangan begitu,, mungkin ibu lagi sibuk.." Ucap Ziyan..


"Tapi tetap saja,, gak perhatian sama anak nya.." Ucap Zeny..


"Kak..." Ucap Zeny setelah marah marah dan kembali dalam keadaan raut muka yang begitu sedih..


"Kenapa...?" Tanya Ziyan


"Aku malu sama kamu..." Ucap Zeny..


"Malu kenapa...?" Tanya Ziyan..


"Kamu kan tahu,, aku ini jahat,, sebagi adik aku tak pernah menganggap kamu,, tapi mengapa kamu tak membenciku,, seharus nya kamu senang kan dengan semua ini karna kamu menang..?" Tanya Zeny dengan marah..


Ziyan kemudian tersenyum...


"mana mungkin seperti itu,, aku kan seorang kakak,, tentu saja harus memaafkan adik nya dan menjaga adik nya meski melakukan hal yang sangat jahat dan fatal.." Ucap Ziyan..

__ADS_1


Zeny hanya terdiam dan sedikit terharu dengan ucapan Ziyan kakak nya itu..


"Aku melakukan semua ini bukan karna dendam,, meski awal nya begitu,, namun aku berubah pikiran ,, jadi semoga saja semua ini menjadi sebuah pelajaran supaya kamu menjadi lebih baik,, Aku tahu semua ini bukan salah kamu,, akan tetapi salah didikan ibu mu yang mengajarkan yang tidak baik sedari kecil.." Ucap Ziyan


Zeny hanya terdiam..


"Kamu masih ingat kan kita waktu kecil begitu bahagia dan akrab saat ibu pergi dan hanya kita berdua dan ibu menyuruh kakak menjaga mua,, Kamu juga senang bukan begitu akrab dan Tampa rasa beban sedikitpun,, saat itu kita benar benar seperti dunia milik kita berdua,, sangat indah bukan, akan tetapi setelah semua nya berubah saat ibu mengetahui kamu dan aku sangat baik dan akrab karna ibu membenci aku ,, karna anak dari orang yang di benci nya..." Ucap Ziyan menceritakan masa lalu nya yang sangat indah waktu kecil..


...----------------...


Memang waktu mereka di masa kecil mereka sangat akrab sebagai kakak beradik karna sering di tinggal Piona bekerja sampai sore,, namun moment itu tak bertahan lama saat piona menyadari Zeny begitu akrab dengan anak nya sehingga membuat Zeny membencinya dengan arahann yang salah,, padahal apa salah nya mereka kan bersaudara SE ayah meski beda ibu,, namun ya begitulah Piona karna Ziyan anak dari wanita yang di bencinya sehingga sampai membenci anak nya juga,, padahal Ziyan tak mengerti apapun dan tak salah apapun,, hanya mungkin karena masa lalu yang kelam,, namun rupa nya Piona terlarut larut dalam membenci orang sampai ke akar nya,, ingin nya Ziyan itu di buang,, akan tetapi ayah Ziyan yang sangat menyayangi nya sehingga tidak berani untuk membuang nya dan hanya bisa menindas nya bahkan mengajarkan Zeny untuk menindas Zeny padahal saat itu Zeny benar benar jadi adik yang baik,, namun karna piona yang seperti itu sehingga perlahan semua nya terbiasa dan berubah sampai sekarang...


...----------------...


"Aku sangat menyesal saat ini.." Ucap Zeny..


"Syukur lah kalau sudah menyesali nya,, aku berharap kamu bisa berubah,, sekarang kamu sudah dewasa dan. Tak perlu di atur oleh siapa pun..." Ucap Ziyan..


"Iyah,, aku mengerti kak,,, aku hanya berharap di kehidupan kedua nanti aku bisa jadi lebih baik.." Ucap Zeny...


"Tak usah lah kak,, aku cukup baik di sini,, di luar cukup menyakitkan bagiku,, tak ada lagi tempat untuk ku.." Ucap Zeny..


"Jangan berbicara begitu,, kamu masih punya Kakak yang bisa di andalkan..." Ucap Ziyan sambil tersenyum...


"Terima kasih ya kak,, karna kakak tak membenciku.." Ucap Zeny..


"Ziyan hanya tersenyum menanggapinya...


"Maaf,, waktu sudah habis,, silahkan kembali.." Ucap pak polisi yang memang mengawasi mereka membubarka percakapan mereka yang terlarut dalam kesedihan..


"Pak boleh saya bawa makanan ke dalam,, suapaya teman saya yang lain bisa ikut makan.." Pinta Zeny..


"Silahkan,,," Jawab polisi singkat...


Ziyan pun mengikuti Zeny sampai kembali ke jeruji besi...


"Dik,, aku pamit dulu..." Ucap Ziyan saat melihat Zeny sudah masuk kembali...

__ADS_1


Zeny hanya tersenyum dan mengangguk..


"Ziyan,, Ziyan tunggu..." Ucap seseorang dari ruangan yang berbeda memanggil nama nya..


Sontak saja Ziyan yang akan pergi kembali berbalik badan ke arah penjara mencari sumber suara dan orang yang memanggil nya..


"Hendra..." Ucap Ziyan saat tahu yang memanggil nya adalah Hendra..


"Aku boleh minta satu permintaan padamu..?" Tanya Hendra..


Ziyan sedikit berfikir namun Ziyan tak egois dan mendengarkan apa yang di inginkan nya..


"Apa mau mu...?" Tanya Ziyan..


"Aku mohon,, tolong pastiin Milna dan bayi nya aman,, karna dia hanya seorang dan tak memiliki keluarga dia sendirian,, dan tolong kasih dia pekerjaan suapaya bisa merawat bayi ku,, aku mohon pada mu..." Ucap Hendra..


Ziyan pun merasa iba saat Hendra meminta tolong perihal milna...


"Oke,, aku turuti,, tapi kasih aku alamat nya..." Ucap Ziyan..


Hendra pun memberikan alamat rumah yang sering Milna tinggal dan berharap masih di sana..


"Untuk yang terakhir kali nya aku berterima kasih pada mu..." Ucap Hendra..


"Sudah jangan bahas lagi . " Ucap Ziyan yang langsung pergi Tampa pamitan pada Hendra..


Sepertinya Ziyan masih agak malas berurusan dengan Hendra...


"Aku merasa iba pada Milna,, sepertinya aku akan mencoba mencarinya sekarang.." Ucap Ziyan saat setelah keluar dan menuju ke mobil nya..


Ziyan pun berniat menemui Milna dengan alamat yang Hendra kasih...


"Semoga saja Milna belum pindah..." Ucap Ziyan sambil mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


@A,N

__ADS_1


__ADS_2