Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 106


__ADS_3

Setelah persiapan panjang yang di lakukan Dino dan Indra secara rahasia akhir nya membuahkan hasil Piona kini sudah merasakan akibat nya di penjara sepanjang hidup nya...


Dan Ziyan juga mencabut kasus suami Tika ,, dan membebaskan nya...


2 Minggu kebelakang..


Saat dino bertemu dengan Indra dan mendiskusikan masalah piona meminta bantuan menantu nya itu..


Di saat itu lah Indra pun menceritakan keterkaitan diri nya dengan almarhum mertuanya nya yang sudah meninggal sehingga Indra juga memiliki dendam pada Piona karna membuat ibu angkat nya meninggal.. Indra sudah menganggap Mutia sebagai ibu angkat nya...


Dino pun baru tahu akan kenyataan itu dan terharu pula,, karna cerita sedih ya g di alami Indra,, namun di sisi lain Dino bangga pula pada Mutia karna membantu orang sampai sukses seperti ini...


Rupanya Dino dan Indra telah bekerja sama Tampa sepengetahuan Ziyan ...


Namun saat Ziyan mengetahui akan hal itu ia sedikit merajuk karna tak memberi tahukan rencana tersebut karna Ziyan juga anak dari ibunya yang di bunuh oleh piona,, namun Ziyan merasa lega akhir nya semua sudah berakhir...


Dan satu hal lagi,, rupanya Luky juga termasuk dalam kelompok mereka tuk menjebak piona,, Luky mendekati piona hanya untuk mengulik semua bukti karna piona sangat berterus terang pada Luky sehingga memudahkan Luky untuk mendapatkan informasi yang di butuhkan...


Satu bulan yang lalu,,,


Saat itu Luky mendapatkan kerja sama dengan perusahaan besar yang di kuasai oleh indra.. Luki tak tahu bahwa Indra adalah menantu tiri piona karna Piona tak pernah menceritakan tentang Indra.. Pernah piona mengatakan nama Indra namun Luky tak tahu bahwa Indra yang di maksud piona adalah pemilik perusaan besar tersebut..


Dalam kesepakatan kerja sama itu Indra meminta Luky untuk berpura pura dan diam diam mengumpulkan informasi dan bukti atas kejahatan Piona,, Luky menyetujui nya demi sebuah kerjasama yang akan menguntungkan besar bagi perusahaan nya,,, Indra tahu tentang Luky bawahan nya memata mati piona dengan gerak gerik nya..


Bahkan pembongkaran yang menganggu Ziyan beberapa bulan ini juga Indra yang membongkar di balik semua ini adalah piona,,, dan itu Ziyan mengetahui akan hal itu,, Namun Ziyan tak menyangka bahwa Indra akan bertindak secepat ini...


Semua sudah selesai,, pembalasan dendam pun sudah selesai dengan di penjara nya piona tak ada lagi ke khawatiran yang di rasakan Ziyan ,, karna semua sudah selesai...


Sore hari...


Indra mengajak Ziyan pergi ke makam Mutia...

__ADS_1


"Kita kemana mas...?" Tanya Ziyan...


"Sudah lama tak berkunjung ke makam ibu,,, jadi aku mengajak kamu tuk pergi ke sana..." Ucap *Indra..


Ziyan pun tersenyum mendengar hal tersebut...


Sesampai nya di makam..


"Hallo Ma... Apa kabar mu,,, maafkan aku sudah lama tak berkunjung..." Ucap Ziyan saat duduk di sebelah kuburan ibu nya...


"Ma,,, mama harus tenang di sana karna semua sudah selesai ,, Piona sudah di penjara dengan semua perbuatan itu,, itu adalah karma bagi nya... Aku berharap mama juga senang ya dan tenang di sana..." Ucap Ziyan..


"Ma,, apa kabar mu...?" Tanya Indra yang ikut jongkok di dekat makam Mutia...


"Makasih untuk semua nya,, aku sudah memenuhi janji ku,, jadi mama tenang ya..." Ucap Indra..


Mendengar akan hal itu Ziyan merasa heran dan tak mengerti akan hal tersebut ..


"Mas,,," sapa Ziyan menepuk pundak Indra yang sedang bersedih dengan penuh penyesalan..


"Apa maksud semua yang kamu katakan itu,, aku tak mengerti,,?" Tanya Ziyan...


Indra pun kaget saat mendengar apa ya g di ucapkan Ziyan,, Rupanya Indra ke lepasan karna terbawa suasana hatinya yang puas saat semua sudah berakhir...


"Ah,, nanti aku cerita,, Ayo pergi ke tempat yang lebih nyaman..." Ucap Indra sambil berdiri..


"Ma,, kamu pulang dulu..." Ucap Indra berpamitan tuk pergi...


Indra pun membawa Ziyan ke sebuah taman dan duduk di kursi panjang di taman itu...


"Apa maksud kamu mas saat di kuburan mama ku..?" Tanya Ziyan yang masih berdiri saat Indra sudah duduk...

__ADS_1


Indra pun berdiri dari duduk nya,, Indra pun menghela nafas sambil berjalan tuk memulai cerita, tentu saj Ziyan pun mengikuti Indra..


"Semua berawal saat aku hidup di jalanan 30 tahun yang lalu saat aku berusia masih 6 tahun,, Aku hidup di jalanan bahkan untuk makan pun sangat susah,, aku sudah di jalanan sedari kecil bahkan sampai sekarang pun aku tak tahu siapa ayah dan ibu ku yang sebenar nya,, aku di pungut saat bayi oleh nenek nenek yang hidup nya Hany mengumpulkan rongsokan setiap hari nya,, dia menemukanku di pinggir jalan saat dia sedang mencari barang bekas,, tiada seorangpun yang mengambilku meski banyak motor dan mobil berjalan sana sini,, bahkan orang yang lewat pun hanya lewat dan membiarkan aku menangis,, lalu aku di ambil nenek itu dan dia membelikan aku susu dengan uang yang dia dapat dari barang bekas yang di dapat nya,,, Namun saat aku berusia 5 tahun,, dia meninggal karna sering sakit ,, hidup sebatang kara dan sudah tua jika tidak bekerja maka tidak akan makan,, maka aku menggantikan nenek mencari barang bekas dan membeli makanan juga obat,, namun makanan itu cukup untuk sehari saja,, dan untuk esok harus menjual barang bekas dulu baru bisa makan kembali,, Namun nenek ku malam meninggal dan meninggalkan aku seorang diri,, bahkan gubuk yang aku tinggalin sudah tak layak untuk di huni,, jika hujan datang aku akan mencari tempat yang aman dari bocor dan tidur hanya dengan tikar dari kardus dan selimut sarung satu satu nya yang ku punya bahkan untuk bantal pun aku menggunakan pakaian yang hanya beberapa biji yang aku punya...


Aku hidup sendirian berjuang mencari makan sendiri,, aku yang seorang anak kecil tentu saja akan kalah dari mereka yang sudah dewasa saat mencari barang bekas dan mereka ingin mengambil nya.. Hingga suatu ketika Ibu mu datang sebagai malaikat penolong saat itu,, dia mengulurkan tangan untuk ku,, di usia nya yang muda dia berkuliah dan bekerja paruh waktu di toko kue,, bahkan sebagian uang yang dia miliki dari gajih nya dia beri padaku untuk membeli baju dan makanan enak,,,


Hingga suatu ketika dia menawarkan ku untuk sekolah,, tentu saja aku sangat senang,,, aku merasa iri pada mereka yang memakai seragam merah putih dan berharap bisa sekolah,, dan semua terjadi lewat ibu mu...


Aku yang masih kecil hanya bersikap polos,, namun aku juga tak berdiam diri,, aku juga bekerja tuk membantu uang sekolah ku,, dengan bekerja sepulang sekolah berjualan es di pinggir jalan... Hingga sekolah ku memberi aku beasiswa karna aku termasuk orang yang pintar dan cerdas dengan nilai nilai yang lebih dari rata rata yang aku dapatkan di setiap kelas...


Tentu saja itu memudahkan ku tuk belajar lebih giat lagi,, sampai aku lulus dan masuk SMP ibu mu masih membantu ku membelikan peralatan sekolah dan yang lain nya.. Dia menjadi seorang ibu bagi ku di usia yang muda bahkan belum menikah... Dan saat aku lulus SMA dia memberi aku sejumlah uang untuk masuk perkuliahan dan membeli peralatan dan kebutuhan lain selama aku kuliah...


Dan di saat itu lah aku terakhir bertemu dengan nya karna dia pergi dari kota itu dan dia memberi tahu ku kemana dia pindah,, dan dia juga berkata dia akan menikah dengan orang yang dia cintai dan hidup bahagia di kota itu..


Aku sangat sedih berpisah dengan nya,, namun demi ke suksesan ku aku tetap di sana dan aku akan menemui ibumu setelah aku sukses..


Setelah aku lulus kuliah dan beberapa tahun dari itu aku telah berhasil dan sukses dengan menjadi CEO perusahaan besar yang ku punya sekarang,, Namun saat aku mencoba menemui ibumu,, aku benar benar tak menyangka bahwa ibu mu telah pergi beberapa tahun lama nya,, tentu saja membuat aku sedih dan bahkan aku tak sempat mengetahui kamu dan ayah mu saat itu,, aku langsung pergi dan menemui makam ibu mu,,


Aku benar tak mengetahui bahwa dia memiliki anak yaitu kamu,, mungkin saat itu kamu berusia 13 tahun..


Sehingga aku menikahi wanita yang aku cintai saat itu,,, bahkan sampai melahirkan anak,, di usia pernikahan ku yang dua tahun dia meninggal saat melahirkan Beby Kiano.. Dan saat Kiano berumur 3 tahun aku baru tahu bahwa kamu adalah anak penolong Ku.. Dan aku berjanji akan menjaga mu se umur hidup ku sebagai balasan Budi ku pada ibu mu,, Aku mencintai mu sejak awal kita bertemu saat itu,, namun sayang kamu tak mencintai ku saat itu,, namun aku tetap sabar menunggu kamu benar benar menerima ku sebagai suami yang sangat kamu cintai...." Ucap Indra bercerita panjang lebar


Ziyan pun yang mendengar hal tersebut sedih terharu semua bercampur aduk dan tak menyangka bahwa ibu nya adalah penolong nya..


"Jadi alasan kamu menikahi ku karna ingin membalas Budi..?" Tanya Ziyan yang tiba tiba


"Awal nya begitu,, namun sekarang semua berbeda,, jadi tolong percaya pada ku bahwa aku benar benar tulis padamu..." Ucap Indra sambil memegang wajah Ziyan dengan kedua tangan nya..


Ziyan melihat mata Indra seperti tidak berbohong dan penuh ketulusan...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


@A,N


__ADS_2