Kesempatan Ke Dua

Kesempatan Ke Dua
Episode 76


__ADS_3

Hari ini Diana sudah resmi bekerja di kafe milik Ziyan,, maka setiap hari Diana harus pergi kesana,, kecuali ada hal apa lain Diana bebas pergi kemanapun...


"Udah siang,, sepertinya sudah waktunya jemput anak anak..." Ucap Ziyan .


"Oh Iyah,,, " Ucap Diana sambil melihat jam tangan nya yang menunjukan pukul 10 siang..


"Ya sudah,, kebetulan aku bawa mobil sendiri,, kebetulan sopir ku lagi ada keperluan bersama suami ku " Ucap Ziyan..


"Tapi gak papa...?" Tanya Diana yang agak kurang enak..


"Tentu saja gak papa,, ayo kita pergi.." Ucap Ziyan mengajak Diana..


"Desi,, aku dan Diana pergi jemput anak anak dulu,, tolong urus sebentar semua nya ya..." Ucap Ziyan pada Desi yang kebetulan orang kepercayaan diantara semua karyawan nya...


"Baik Bos..." Ucap karyawan bernama Desi tersebut...


merekapun pergi bersama untuk menjemput kiano dan shanshan dengan mengendarai mobil milik Ziyan karna sopir yang biasa mengantar nya ada keperluan mendadak di keluarga nya sehingga dia pulang untuk sementara waktu,, Ziyan pun tidak pelit,, Ziyan memberi bonus pada sopir nya karna sudah bekerja keras ,, yaitu Marsel,, ya dia pulang ke kampung halaman nya karena adik perempuan nya sedang sakit di rumah sakit,, karna mungkin sudah lama juga jadi Marsel memutuskan untuk pulang sementara waktu,,, Namu Marsel sangat menghawatirkan nyonya nya takut hal serupa akan terjadi lagi,, namun Ziyan menenangkan Marsel,, bahwa semua sudah berakhir dan tak akan terjadi lagi,, dan kata itu membuat Marsel tenang untuk pulang sementara ke kampung halaman nya ..


Sementara itu di dalam kafe..


"Des,, apa kamu percaya sama orang itu...?" Tanya salah seorang karyawan lain pada Desi..


"Tentu saja,, pilihan bos kita selalu yang terbaik,," Ucap Desi

__ADS_1


"Tapi dari penampilan nya dia agak..."


"Suuuttt,,, Kamu ini,, hanya menilai dari penampilan nya saja,,, apa kamu tidak tahu penampilan bukan berarti tidak baik,, meski penampilan nya seperti itu tapi kan kamu tidak tahu kalau dia orang yang hebat dan berbakat..." Ucap Desi memotong pembicaraan karyawan itu yang membicarakan soal penampilan Diana yang kurang ,,


Karyawan tersebut hanya terdiam saat Desi berkata demikian..


"Sudah lah,, jangan bahas seperti itu,, lebih baik kamu kembali bekerja kalau kamu gak mau keluar dari pekerjaan ini..." Ucap Desi mengingatkan karyawan yang kurang di siplin tersebut..


karyawan tersebut pun kembali ke tempat nya..


"Kamu ini,, mencari masalah saja..." Ucap karyawan lain pada karyawan yang tadi saat sampai di tempat dia..


Karyawan tersebut hanya terdiam saja..


Dino kali ini sedang berada di rumah,, karna piona sedang keluar jadi Dino langsung saja mencoba mencari sertifikat rumah nya yang di balikan nama nya atas nama Fiona..


Dino mencoba mencari di kamar mereka berdua,, Dino mencari di lemari,, di setiap lipatan baju Dino lihat dengan rapi sampai di tumpukan baju, Namun Dino tak menemukan apapun,, kamudian Dino mencari di sebuah laci bawah baju,, Namun lagi lagi tak menemukan juga,, Kemudian Dino mencari lagi di lemari yang sebelah nya lagi yang berfungsi untuk menggantung pakaian yang sudah di setrika,, namun tak di temukan lagi,, Kemudian di bawah baju yang di gantung tersebut ada sebuah kotak yang cukup besar ,, Dino pun yakin ada di sana,, kemudian Dino pun mengambil peti tersebut,, namun ternyata kosong juga sertifikat itu tak di temukan..


"Dimana di sembunyikan nya ya...?" Tanya Dino yang heran karna tak kunjung menemukan nya juga..


Kemudian Dino pun mencoba mencari di laci bangku yang dekat kasur tersebut yang berfungsi sebagai penyimpanan lampu tidur yang di dirikan dia tas laci bersusun empat tersebut..


Dino membuka laci itu satu persatu,, namun tak kunjung juga di dapatkan,, Dino semakin bingung karna di sekitar kamar tak di temukan apa yang di carinya..

__ADS_1


"Ouh,, mungkin di bawah kasur.." Ucap Dino


Kemudian Dino pun mencoba mengangkat ujung sudut kasur tersebut,, Sebelah kanan atas Dino tak menemukan nya kamudian Dino ke bagian sudut lain nya. Setelah semua sudut dia angkat dan tak di temukan lagi,, Di o semakin bingung dan heran karna sudah meng gubrak ambrik semua di dalam kamar namun tak kunjung juga di temukan,,,


"Aneh kok gak ada,, apa di simpan di tempat lain ya...,?" Tanya Dino yang sudah lelah mencari cari tapi tak kunjung di temukan juga...


"Apa aku tanya saja dulu ya iseng iseng pada nya.." Ucap Dino sebari duduk di sisi kasur yang sudah di rapikan kembali...


"Tapi kalau dia curiga,, bagai mana..? Kan bisa gawat...!" Ucap Dino yang mulai kebingungan harus bagai mana cara nya menemukan sertifikat rumah nya itu,,


Karna rumah itu di bangun hasil keringat Dino sendiri sewaktu masih bekerja dan setelah naik jabatan bahkan pada akhir nya mampu memiliki perusahaan sendiri Dino pun membuat rumah yang bagus untuk istri dan anak nya,, namun kebahagian nya itu tak bertahan sangat lama,, karna semua bencana terjadi saat perusahaan nya bangkrut karna ada yang korupsi begitu banyak,, namun orang tersebut sudah di penjara dan gantinya Dino harus berfikir keras untuk mengembalikan dana perusahaan tersebut,, karna orang yang korupsi tak mampu mengembalikan uang miliaran rupiah sehingga di Jo terpaksa mencari orang untuk menyalurkan dana pada nya..


Namun sayang beribu sayang,, Karna Dino yang tak mendengarkan perkataan istrinya dan hanya memikirkan perusahaan nya,, dari situ lah semua berawal semua nya...


"Sampai sekarang aku masih menyesal karna tak mendengarkan mu,," Ucap Dino mengingat masa saat itu dan menjadi penyesalan besar di hidup nya yang tak bisa di lupakan..


"Seharus nya aku menuruti perkataan mu,, aku sangat bodoh.." Ucap Dino yang tiba tiba sedih dan kecewa pada dirinya sendiri mengingat penyesalan nya yang belum berakhir juga sampai sekarang..


"Sepertinya aku harus mengunjungi mu,, aku ingin menangis di sisi mu..." Ucap Dino yang masih sangat sedih karna kepergian istrinya meski sudah beberapa tahun lama nya...


Kemudian Dino pun bergegas pergi untuk menemui istrinya berada...


...****************...

__ADS_1


@A,N


__ADS_2